Suara.com - Slank, band yang dikenal getol menyuarakan kritik sosial, harus pasrah karena gagal memasukkan isu-isu terkini ke dalam album terbarunya, The Greatest Hits Live.
Bimbim Slank mengungkapkan hal tersebut saat ditemui di Kemang Timur, Jakarta Selatan, pada Rabu, 17 September 2025.
Bimbim menyayangkan proses produksi album yang sudah rampung sebelum isu-isu hangat seperti Undang-Undang Perampasan Aset ramai dibicarakan publik.
"Iya, sayang albumnya sudah dibungkus sebulan yang lalu," kata Bimbim.
Walaupun kecolongan momen di album baru, Bimbim menegaskan bahwa taji Slank untuk mengkritik sama sekali belum tumpul.
Ia mencontohkan aksi panggung mereka di sebuah festival musik, di mana Slank membawakan lagu lama yang liriknya diubah total untuk menyentil kondisi kekinian.
"Padahal kemarin kami di Pestapora, kami me-remake satu lagu lama dengan lirik-lirik kekinian," tutur Bimbim.
Terlepas gagal menyisipkan kritik kekinian, Bimbim membocorkan bahwa album terbaru Slank tetap mengusung pesan perlawanan terhadap tren musik yang serba sempurna akibat penggunaan AI.
Fokus utama album ini adalah untuk memamerkan kekuatan sejati dari sebuah pertunjukan musik secara langsung (live performance).
Baca Juga: Bimbim Slank Anggap Royalti Cuma Uang Kecil Buat Jajan, Malas Ribut Kayak Ahmad Dhani dan Once
"Jadi, justru di album ini, sebenarnya kami mau kasih tahu kekuatan Slank itu di live, dari live-nya," ucap Bimbim.
Langkah ini sekaligus menjadi pernyataan sikap Slank di tengah gempuran musik yang diciptakan oleh AI.
Bagi Bimbim, sebuah ketidaksempurnaan atau kesalahan kecil yang terjadi di atas panggung justru merupakan esensi dari musik yang jujur dan hidup.
"Live itu ada salahnya, atau tidak sempurna. That's life," katanya.
Berita Terkait
-
Bimbim Slank Anggap Royalti Cuma Uang Kecil Buat Jajan, Malas Ribut Kayak Ahmad Dhani dan Once
-
Slank Kritis di Panggung Pestapora 2025, Jabatan Komisaris Hingga Lagu Soal Polisi Disinggung Lagi
-
Hari Pertama Pestapora 2025 Pecah Lewat Aksi Kolaborasi Sal Priadi dan Slank
-
Slank Bakal Kolaborasi dengan Sal Priadi di Pestaora 2025, Ditawari Dewa 19 Bimbim Tegas Menolak
-
Bolehkan Siapapun Nyanyikan Lagunya, Slank Beri Syarat Ini
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Viral Tagihan Listrik Cuma Rp15 Ribu per Bulan, Malah Bikin Ketar-ketir
-
Rekam Jejak Gus Idris Malang yang Dituding Lecehkan Talent, Terkenal Suka Bikin Konten Kontroversial
-
Penghulu KUA Viral Pakai 3 Bahasa Lulusan Apa? Ini Riwayat Pendidikan Muhammad Zidni Ilmi
-
Boiyen Kecewa Suami Tak Jujur Terjerat Kasus Penggelapan, Faktor Utama Gugat Cerai
-
6 Potret Mesra Angel Karamoy dan Gusti Ega, Heboh Kabar Hadiah Helikopter
-
Sule Buka Luka Lama Gegera Teddy Pardiyana Minta Warisan: Istri Orang Diambil, Sekarang Harta
-
Helai Kenang: Saat Kerinduan pada Barli Asmara Menjelma Menjadi Karya di Garis Poetih 2026
-
Mulai Hari Ini, Tiket Film Esok Tanpa Ibu Diskon Beli 1 Gratis 1 di m.tix
-
Dituding Tak Nafkahi Anak, Ressa Rizky Ancam Kuliti Dini Kurnia, Hak Asuh Bisa Berbalik Arah
-
Viral Cerita Korban Dugaan Pelecehan Seksual Gus Idris Malang, Modus Konten Sumpah Pocong