- Richard Lee geram dan pasang badan, memberikan bantuan hukum penuh untuk dua korban, Z (22) dan S (21).
- Ia menegaskan ini adalah kejahatan seksual, bukan aib keluarga, dan harus diselesaikan secara hukum, bukan damai.
- Kasus telah dilaporkan ke polisi, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun bagi pelaku berdasarkan UU Perlindungan Anak dan UU TPKS.
Suara.com - Richard Lee tak bisa menyembunyikan amarahnya saat mendengar kisah pilu dua perempuan muda yang menjadi korban dugaan pelecehan seksual oleh seorang oknum ulama di Bekasi.
Tak hanya memberi panggung lewat podcast-nya, dia kini pasang badan dan memberikan bantuan hukum penuh hingga tuntas.
Dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Kemang, Jakarta Selatan pada Kamis, 25 September 2025, Richard Lee menegaskan akan berada di garda terdepan untuk memastikan kedua korban, Z (22) dan S (21), mendapatkan keadilan yang selama ini terenggut.
"Saya aja waktu di podcast, darah saya aja mendidih ya. Dan menurut saya ini keterlaluan," ujar Richard Lee.
Awalnya, Richard yang kini seorang mualaf mengaku enggan mengangkat kasus ini ke publik karena khawatir mencoreng citra Islam.
Namun, setelah mendengar langsung cerita para korban, dia merasa tindakan bejat oknum tersebut justru yang akan merusak nama baik agama jika terus ditutupi.
"Justru kalau ini ditutup-tutupin, itulah yang akan merusak. Ini bukan salah Islamnya kok, ini oknumnya kok yang bermasalah. Oknumnya aja yang dikejar," tegasnya.
Kasus ini melibatkan dua korban yang masih memiliki hubungan keluarga dengan terduga pelaku.
Z adalah anak angkat, sementara S merupakan keponakan kandungnya. Keduanya mengalami kekerasan seksual sejak usia belia.
Baca Juga: Polisi Mulai Selidiki Dugaan Pelecehan Seksual Rektor UNM ke Dosen
Z, yang kini berusia 22 tahun, mengaku pertama kali dilecehkan oleh ayah angkatnya saat duduk di bangku kelas 2 SMP.
Perbuatan keji tersebut terus berulang setiap kali dia pulang liburan dari pesantren. Pelaku bahkan menggunakan modus licik untuk melancarkan aksinya.
"Dia bilangnya waktu itu alasannya karena saya anak pondok, ee kelaminnya tuh gatal-gatal. Makanya dia alasannya nanti ayah obatin kelaminnya," ungkap Z menirukan dalih pelaku.
Penderitaan Z berlanjut hingga dia kuliah. Pelaku kerap menjadikannya korban pemerasan seksual dengan modus pengiriman uang jajan.
"Pasti dia selalu bilang, 'Ayah aja ngirim transferan tanpa disuruh, masa kamu ngirim video harus ayah suruh dulu?'" kenang Z.
Kisah tak kalah tragis datang dari S, sang keponakan. Dia mengaku dicabuli sejak kelas 6 SD, bahkan diminta melakukan oral seks. Persetubuhan pertama kali dialaminya saat kelas 1 SMP, yang membuatnya mengalami pendarahan hebat.
Berita Terkait
-
Sempat Diungkap Doktif, dr Richard Lee Ungkap Alasan Sebenarnya Dikeluarkan dari Universitas Udayana
-
Richard Lee Resmikan Masjid yang Dibangun di Bogor, Namanya Unik dan Kreatif
-
dr Richard Lee Sindir Pedas Artis DPR yang Janji Bagi Gaji ke Masyarakat: Gue Bilang Itu Goblok!
-
Richard Lee Bocorkan Chat dengan Pinkan Mambo Jelang Syuting, Dipaksa Beli Donat Rp1 Juta
-
Bukan Massa Aksi Biasa, Aktivis Sebut Pembakar Fasilitas Umum Punya Kemampuan Aparat Tingkat Tinggi
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Prambanan Jazz Festival 2026 Rayakan Sukacita Lewat Tema Celebrate The Joy
-
Prambanan Jazz 2026 Siapkan Konsep 'Playing Jazz', Sejumlah Musisi Lintas Genre Akan Tampil Beda
-
Boby Berliandika X Factor dan Istri Rajut Karier Musik hingga Bisnis di Tengah Gempuran Digitalisasi
-
Pulang Umrah, Ruben Onsu Akhirnya Buka Suara soal Gugatan Hak Asuh Anak ke Sarwendah
-
Agna Rangkum Perihnya Perpisahan Sunyi dalam Lagu 'Diluar Hal Biasa'
-
DNA Rilis Album Aurora, Realita Kehidupan DJ Aloy dan JayJax dalam 18 Lagu
-
Ruben Onsu Resmi Perjuangkan Hak Asuh Anak dari Sarwendah, Sidang Digelar 15 Juli 2026
-
Seni Membalas Hujatan: Bule Real 'Comeback' dengan Single Dangdut Komedi 'Hayati'
-
Musisi Ramai Kritik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Bupati Purwakarta, Beri Sindiran Menohok
-
Serahkan Uang ke Polisi, Awkarin Tegaskan Ada di Pihak Korban Hanania Travel