- Aktivis Virdian curiga pelaku kerusuhan bukan massa biasa.
- Ia menilai, pembakaran halte butuh kemampuan layaknya aparat.
- Virdian menduga ada skenario besar di balik aksi anarkis.
Suara.com - Kerusuhan yang terjadi di tengah aksi demonstrasi, termasuk pembakaran fasilitas umum seperti halte bus, dinilai janggal oleh aktivis Virdian Aurellio Hartono.
Ia menuding bahwa pelaku perusakan tersebut bukanlah massa aksi biasa, melainkan oknum-oknum dengan kemampuan khusus layaknya aparat.
Virdian berargumen bahwa tingkat kerusakan yang ditimbulkan, terutama pada objek yang terbuat dari material kuat seperti besi, tidak mungkin dilakukan oleh demonstran biasa tanpa peralatan khusus.
Menurutnya, hal ini menunjukkan adanya pihak yang terlatih di balik aksi anarkis tersebut.
"Orang-orang yang bisa membakar sekelas halte adalah orang-orang dengan kemampuan aparat tingkat tinggi, karena bisa membakar besi dan sebagainya," tegas Virdian dalam podcast bersama Richard Lee yang tayang di YouTube, Selasa, 2 September 2025.
Kecurigaan ini diperkuat dengan pengalamannya saat mengikuti aksi serupa pada tahun 2020 lalu.
Saat itu, terjadi pula pembakaran Halte Sarinah yang menurut investigasi media, juga didalangi oleh oknum profesional.
"Dan dikatakan, orang-orang yang bisa membakar sekelas halte adalah orang-orang dengan kemampuan aparat tingkat tinggi," ulangnya.
Virdian juga menyoroti adanya laporan mengenai pembakaran server optik yang lokasinya tidak diketahui oleh masyarakat umum.
Baca Juga: Indonesia Diguncang Demo Anarkis, Prabowo: Demi Allah Saya Tak akan Mundur!
"Massa aksi mana yang tahu server optik itu di mana?" tanyanya retoris.
Tudingan ini memperkuat dugaannya bahwa ada pihak yang sengaja menciptakan kekacauan untuk tujuan tertentu.
Hal ini, menurutnya, adalah bagian dari skenario besar yang sedang dimainkan untuk mengacaukan situasi.
Berita Terkait
-
Mantan Intel Bongkar Skenario Pembegalan Demo: Tak Sesuai Isu Awal, Sengaja Dibelokkan Serang DPR
-
ASN di Makassar Tewas Setelah Selamatkan Banyak Nyawa dari Kebakaran
-
Demo Sukabumi Memanas! Kepala Demonstran Bocor Terkena Batu, Aksi Damai Berakhir Saling Kejar
-
Kapolda Banten: Mahasiswa Perusak Jadi Tersangka, Pelajar SMP-SMA Dipulangkan ke Orang Tua
-
Ginjal Polisi Diinjak-injak Saat Unjuk Rasa Anarkis, Harus Cuci Darah
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Ramalan Zodiak 15 Agustus 2026: Virgo Dapat Keberuntungan, Libra Perlu Menenangkan Hati
-
BMKG NTT: Kabar Gempa Susulan Besar Pukul 09.00 WITA Hoaks, Jangan Percaya!
-
Gempa Bumi NTT di Mbay Robohkan Tembok Rumah dan Rusak Pelabuhan Maumere
-
Huawei MatePad Pro Max (2026): Tablet Super Tipis yang Serius Mengajak Laptop Pensiun
-
Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
-
Mensesneg Nyatakan Kesiagaan Penuh Pascagempa Bumi NTT
-
Basarnas Evakuasi 3 Korban Reruntuhan Bangunan Akibat Gempa Bumi NTT di Maumere
-
Bukannya Jarah Isi Rumah, Pria di Bandar Lampung Ini Malah Angkut Pagar Milik Warga
-
Chiikawa The Movie Sukses Raup 6 Miliar Yen, Tayang di Indonesia 28 Agustus
-
HUT ke-81 RI dan Merdeka dari FOMO: Saatnya Berhenti Mengikuti Semua Tren!