- The Cottons turut meramaikan hari pertama Synchronize Festival 2025
- Isu keracunan makanan MBG dibahas The Cottons di atas panggung
- The Cottons ajak tiga melupakan Indonesia demi bisa bersenang-senang di Synchronize Festival 2025
Suara.com - Grup musik The Cottons sukses mencuri perhatian bukan hanya lewat musik, tetapi juga celetukan provokatif mereka di Synchronize Festival 2025.
Di antara puluhan musisi yang tampil, duo yang digawangi Yehezkiel Tambun dan Kaneko Pardede ini, mengajak penonton untuk sejenak melarikan diri dari realitas.
Kaneko Pardede, melontarkan ajakan untuk mengabaikan urusan negara selama festival berlangsung.
"Kita lupakan dulu negara ini untuk 3 hari kedepan," ujar Kaneko dari Forest Stage, JI-Expo Kemayoran, Jakarta Pusat pada Jumat, 3 Oktober 2025.
Namun, suasana santai itu tak berlangsung lama. Yehezkiel Tambun tiba-tiba menyentil sebuah isu sosial politik yang belakangan ramai diperbincangkan publik, menciptakan kontras yang tajam dengan ajakan sebelumnya.
"Gimana nih keracunan MBG, an****," timpal Yehezkiel.
Merespons celetukan rekannya, Kaneko berusaha mengalihkan pembicaraan dan menjaga suasana tetap kondusif.
"Nggak usah bahas itu nggak perlu itu," sahut Kaneko mencoba menengahi.
Akan tetapi, Yehezkiel menegaskan bahwa musik yang mereka bawakan memang tidak bisa dilepaskan dari konteks sosial dan politik yang terjadi di sekitar.
Baca Juga: Luhut Turun Tangan, Minta Purbaya Tak Ambil Anggaran MBG
"Kan nggak jauh dari social politik," balas Yehezkiel.
Akhirnya, Kaneko menutup perdebatan singkat itu dengan sebuah kesimpulan yang kembali menyatukan semangat penonton, menegaskan bahwa kebahagiaan bersama adalah tujuan utama.
"Yang penting semua Happy lah ya," ucapnya.
Setelah dialog yang memantik pemikiran itu, The Cottons pun langsung menghibur penonton dengan deretan lagu mereka, seperti "Ashes of Hope" serta seri lagu "Harapan" yang dibawakan secara berurutan sebagai penutup penampilan mereka.
Berita Terkait
-
Teror Berantai Ketua BEM UGM 2026: Kritik Kebijakan, Fitnah AI, hingga Ancaman ke Keluarga
-
BGN Tegaskan Tak Ada Pembagian MBG Saat Sahur, Ini Jadwalnya Selama Ramadan
-
Anggaran Pendidikan 2026 Naik, Mendikdasmen Pastikan MBG Tak Kurangi Dana Sekolah
-
Pastikan Anggaran Pendidikan Naik, Mendikdasmen Bantah MBG Pangkas Dana Sekolah
-
DPR Sebut MBG Harus Berjalan Beriringan dengan Peningkatan Mutu Pendidikan dan Kesejahteran Guru
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Viral Cewek Ingin Jadi LC, Langsung Dapat Nasihat Logis dan Menohok Ini
-
Piche Kota Bantah Tuduhan Asusila terhadap Anak di Bawah Umur, Siap Ikuti Proses Hukum
-
Viral Monyet Punch Dibully Monyet Lain, Pihak Kebun Binatang Angkat Suara
-
Sinopsis Sinetron 99 Nama Cinta, Samakah dengan Versi Film?
-
Review Marty Supreme, Film dengan 9 Nominasi Oscar yang Siap Tayang di Bioskop Indonesia
-
Sony Pictures Siap Garap Film Animasi Venom, Tom Hardy Jadi Produser
-
Buruan Serbu! Hari Terakhir Diskon 50 Persen Tiket Nonton di m.tix Spesial HUT BCA
-
Kisah Inspiratif Lipay Xia, dari Titik Terendah hingga Sukses di Dunia Cosplay dan E-Sport
-
Viral Video WNI di Jepang Ronda Sahur, Warganet Indonesia Ikut Minta Maaf
-
Kontroversi LPDP Berlanjut, Cindy Fatikasari Ungkap Pindah ke Kanada Tanpa Dana Negara