Suara.com - Pecinta sinetron Tanah Air kembali disuguhkan judul baru, yaitu 99 Nama Cinta yang tayang di RCTI.
Judulnya sama persis dengan film layar lebar yang rilis tahun 2019 dan kini tayang di Netflix.
Sinetron ini membawa angin segar bagi para pencinta drama religi romantis, terlebih di bulan Ramadan seperti sekarang.
Meskipun judul dan nama karakternya mirip dengan film, versi sinetron menghadirkan jajaran pemeran yang berbeda loh!
Penasaran? Ketahui semuanya melalui sinopsis sinetron 99 Nama Cinta dan perbandingannya dengan versi film berikut ini.
1. Sinopsis Sinetron 99 Nama Cinta
Sinetron 99 Nama Cinta menceritakan tentang pertemuan dua pribadi yang bertolak belakang, Talia dan Kiblat.
Talia digambarkan sebagai wanita modern yang ambisius, sementara Kiblat adalah pria religius, santun, dan teguh pada prinsipnya.
Pertemuan mereka diawali dengan sebuah insiden kecelakaan kecil yang memicu pertengkaran hebat.
Baca Juga: Banyak Saingan Film Lebaran, Kristo Immanuel Yakin Pelangi di Mars Panen Penonton
Sejak saat itu, keduanya saling membenci. Namun, takdir berkata lain.
Tanpa Talia dan Kiblat ketahui, orang tua masing-masing telah lama terikat janji untuk menjodohkan mereka.
Konflik semakin memuncak ketika ibunda Kiblat, Hasanah, jatuh sakit dan memohon agar putranya segera menikah.
Kiblat pun dibuat galau, mengikuti isi hatinya atau berbakti kepada orangtuanya dengan menikahi wanita yang ia benci.
2. Perbandingan Sinetron vs Film
Kendati memiliki benang merah yang serupa, terdapat beberapa perbedaan mencolok antara versi sinetron dan filmnya.
Salah satu perbedaan paling menonjol adalah para pemerannya.
Pada film 99 Nama Cinta (2019), karakter Talia diperankan Acha Septriasa, sedangkan sosok Kiblat dimainkan oleh Deva Mahenra.
Sementara dalam versi sinetronnya, Talia dan Kiblat masing-masing diperankan Yuriska Patricia dan Dimas Anggara.
Profesi mereka di film dan sinetron masih tetap sama: Talia bekerja di infotainment, Kiblat seorang ustaz.
Dalam versi film, Talia adalah seorang presenter acara gosip yang harus belajar agama dari Kiblat karena amanat almarhum ayahnya sebagai bentuk utang budi.
Sedangkan dalam versi sinetron, pertemuan mereka lebih bernuansa 'benci jadi cinta' yang diawali sebuah insiden kecelakaan di jalan 'khas' sinetron.
99 Nama Cinta versi sinetron juga memiliki ruang lebih luas untuk mengeksplorasi karakter pendukung lainnya karena durasi yang lebih panjang.
Seperti karakter yang diperankan oleh Isel Fricella dan Carlo Milk yang tidak ada di versi film sehingga menambah warna dalam konflik asmara dan keluarga.
Baik versi film maupun sinetron rupanya sama-sama diproduksi MNC Pictures, kualitas visual dan penggarapannya akan tetap terjaga.
Versi film aslinya ditulis Garin Nugroho, sementara versi sinetron ini dikembangkan oleh Aviv Elham untuk menyesuaikan dengan format televisi.
Selain tayang di layar kaca RCTI, sinetron 99 Nama Cinta juga bisa dinikmati melalui layanan streaming WeTV dan Vision+ sehingga dapat ditonton ulang kapan pun dan di mana pun.
Itu dia sinopsis sinetron 99 Nama Cinta dan penjelasan soal kemiripannya dengan film yang rilis pada 2019.
Jangan lewatkan nonton sinetron 99 Nama Cinta di RCTI setiap Senin sampai Jumat pukul 18.30 WIB ya!
Kontributor : Neressa Prahastiwi
Berita Terkait
-
Titip Bunda di Surga-Mu: Film yang Ajarkan Ikhlas, Kebersamaan dan Arti Pulang Sebenarnya
-
Lebih dari Sekadar Drama Keluarga, Film Titip Bunda di Surga-Mu Ajarkan Arti 'Pulang' Sesungguhnya
-
Buruan Serbu! Hari Terakhir Diskon 50 Persen Tiket Nonton di m.tix Spesial HUT BCA
-
Sony Pictures Siap Garap Film Animasi Venom, Tom Hardy Jadi Produser
-
Sinopsis Blades of the Guardians, Aksi Epik Jet Li dan Wu Jing di Tengah Gurun Mematikan
Terpopuler
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Drama Keluarga Halilintar Memanas! Atta Akhirnya Bicara soal Isu Aurel Diabaikan di Foto Keluarga
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Review Marty Supreme, Film dengan 9 Nominasi Oscar yang Siap Tayang di Bioskop Indonesia
-
Sony Pictures Siap Garap Film Animasi Venom, Tom Hardy Jadi Produser
-
Buruan Serbu! Hari Terakhir Diskon 50 Persen Tiket Nonton di m.tix Spesial HUT BCA
-
Kisah Inspiratif Lipay Xia, dari Titik Terendah hingga Sukses di Dunia Cosplay dan E-Sport
-
Viral Video WNI di Jepang Ronda Sahur, Warganet Indonesia Ikut Minta Maaf
-
Kontroversi LPDP Berlanjut, Cindy Fatikasari Ungkap Pindah ke Kanada Tanpa Dana Negara
-
Viral Lagi Tulisan Dwi Sasetyaningtyas Soal Ayah Kandung dan Mertua, Dendam Sushi Saat Hamil Memanas
-
Profil Tiyo Ardianto, Ketua BEM UGM yang Kritik Pemerintahan Prabowo-Gibran 'Rezim Bodoh'
-
Kupas Tuntas Status LPDP Dwi Sasetyaningtyas: Benarkah Negara Membiayai Studinya Hingga ke Oxford?
-
Lebih dari Sekadar Drama Keluarga, Film Titip Bunda di Surga-Mu Ajarkan Arti 'Pulang' Sesungguhnya