- Film Gowok Kamasutra Jawa pertama kali tayang di bioskop pada 5 Juni 2025
- Netflix bakal menghadirkan film ini pada 9 Oktober 2025
- Film ini angkat tradisi Jawa yang kini dianggap tabu
Suara.com - Sebuah karya sinema yang berani mengangkat tradisi kuno dan dianggap tabu dari tanah Jawa segera menyapa penonton global.
Film berjudul Gowok: Kamasutra Jawa dijadwalkan untuk tayang di platform streaming Netflix mulai 9 Oktober 2025.
Karya terbaru dari sutradara ternama Hanung Bramantyo ini sebelumnya telah berhasil mencuri perhatian saat penayangan terbatas di bioskop pada 5 Juni 2025 dan mendapatkan apresiasi di panggung internasional.
Bagi Anda yang belum sempat menyaksikannya di layar lebar atau ingin menonton ulang, film ini menjanjikan sebuah eksplorasi budaya yang unik sekaligus provokatif.
Sebelum menyelami kisahnya, mari kita kupas lebih dalam sinopsis serta deretan fakta menarik yang menyelimuti produksi film Gowok: Kamasutra Jawa.
Sinopsis: Saat Calon Suami Belajar Seni Bercinta dari 'Gowok'
Berlatar di Jawa pada periode krusial antara tahun 1955 hingga 1965, alur cerita film ini berpusat pada sebuah praktik budaya yang dikenal sebagai "gowok".
Istilah ini merujuk pada seorang wanita yang memiliki peran sebagai guru atau mentor bagi para calon pengantin pria.
Jauh sebelum seorang pria melangkah ke jenjang pernikahan, keluarganya akan menyewa jasa seorang gowok untuk memberikan pendidikan komprehensif mengenai seni bercinta dan seluk-beluk tubuh wanita.
Baca Juga: Bertabur Bintang, Netflix Siapkan Serial Baru Berjudul The Abandons
Tugas seorang gowok tidak hanya sebatas mengajarkan teknik untuk memuaskan pasangan, tetapi juga membangun pemahaman mendalam tentang bagaimana menghargai dan memahami istri mereka kelak.
Tujuannya mulia, yakni untuk memastikan keharmonisan dan kebahagiaan dalam kehidupan rumah tangga.
Film ini menyorot kisah Nyai Santi, seorang perempuan yang dihormati karena perannya sebagai gowok. Ia membimbing para pemuda untuk menjadi suami yang bijaksana dan penuh pengertian di ranjang.
Namun, seiring pergeseran zaman dan nilai-nilai sosial, tradisi ini mulai menghadapi tantangan dan pertentangan.
Fakta Menarik Film Gowok: Kamasutra Jawa
1. Mengangkat Tradisi yang Terlupakan
Meskipun film ini mengambil latar waktu era 1950-an hingga 1960-an, tradisi gowok sendiri dipercaya memiliki akar sejarah yang jauh lebih tua, bahkan disebut telah ada sejak era 1400-an.
Hanung Bramantyo dikenal sebagai sutradara yang gemar mengangkat narasi sejarah dan budaya. Melalui film ini, ia mencoba merekonstruksi dan memperkenalkan kembali sebuah kearifan lokal yang mungkin telah hilang ditelan zaman kepada generasi modern.
2. Mendapat Pengakuan di Festival Film Internasional
Sebelum dinikmati oleh penonton domestik, Gowok: Kamasutra Jawa telah lebih dulu melanglang buana dan mendapat kehormatan untuk ditayangkan di International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2025.
Terpilihnya sebuah film untuk diputar di festival sekelas IFFR merupakan sebuah bentuk pengakuan atas kualitas sinematik dan kekuatan cerita yang diusungnya, sekaligus menjadi bukti bahwa budaya Indonesia memiliki daya tarik universal.
3. Totalitas Transformasi Reza Rahadian
Aktor papan atas Reza Rahadian kembali menunjukkan kelasnya dengan memerankan karakter sentral pria bernama Denmas Kamanjaya.
Demi mendalami perannya, Reza mengubah total penampilannya agar sesuai dengan citra pria Jawa klasik di era 1960-an. Transformasi ini bukan hanya dari segi fisik, tetapi juga gestur dan cara bicara, yang menjadi salah satu daya tarik utama bagi para penggemar aktingnya.
4. Bertabur Bintang Lintas Generasi
Kekuatan film ini tidak hanya terletak pada Reza Rahadian. Jajaran pemainnya diisi oleh nama-nama besar di industri perfilman Indonesia. Selain Reza, film ini juga dibintangi oleh Raihaanun, Lola Amaria, Djenar Maesa Ayu, serta aktor senior Slamet Rahardjo.
Kehadiran aktor dan aktris berbakat dari lintas generasi ini menjanjikan performa akting yang solid dan berbobot.
Berita Terkait
-
Deal Prabowo-Trump! RI Tak Bisa Pajaki Google, Netflix Hingga Meta
-
9 Drama Korea Tayang Maret 2026, Banjir Bintang dari Park Min Young Sampai Jisoo BLACKPINK
-
Paramount Tegas Akuisisi Warner Bros., Tawaran Naik Jadi U$30 Per Lembar
-
Sinopsis This is I, Film Jepang Terbaru Haruki Mochizuki di Netflix
-
Sinopsis The Night Agent Season 3, Gabriel Basso Kembali dengan Misi yang Lebih Menegangkan
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
Pilihan
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
Terkini
-
Kupas Tuntas Status LPDP Dwi Sasetyaningtyas: Benarkah Negara Membiayai Studinya Hingga ke Oxford?
-
Lebih dari Sekadar Drama Keluarga, Film Titip Bunda di Surga-Mu Ajarkan Arti 'Pulang' Sesungguhnya
-
Viral Warga Datang Tarawih Lebih Awal Sejak Pukul 3 Sore, Ada Amplop Berisi Uang yang Jadi Rebutan
-
Viral Ada Grup Puasa Setengah Hari Bikin Istigfar, Lebih Kaget Lihat Jumlah Anggotanya
-
Dirawat di RS, Keluarga Diding Boneng Bersyukur Seluruh Biaya Ditanggung BPJS
-
Bangga Anak Jadi WNA, Dwi Sasetyaningtyas Sempat Ngeluh Susahnya Tinggal di Luar Negeri
-
Mamah Dedeh Sentil Maraknya Fenomena Poligami dan Nikah Siri: Hanya Cari Kenikmatan Dunia
-
Piche Kota Jadi Tersangka Kasus Pemerkosaan, Ayahnya Ternyata Anggota DPRD dengan Harta Rp2 Miliar
-
Viral Penampilan Wajah Rossa Dibilang Mirip Roy Kiyoshi, Oplas?
-
Kembali Dituding Pindah Agama, Bunga Zainal Beri Respons Menohok