- Seorang alumnus beasiswa LPDP menuai kritik setelah videonya yang meremehkan status WNI viral pada Februari 2026.
- Penerima beasiswa S2 Belanda ini merupakan lulusan Teknik Kimia ITB dan menuntaskan kewajiban pengabdiannya.
- Meskipun administrasi pengabdian terpenuhi, publik menyoroti krisis loyalitas penerima dana negara tersebut.
Suara.com - Gelombang kritik terhadap Dwi Sasetyaningtyas belum sepenuhnya surut. Setelah potongan videonya yang menyebut "cukup aku saja yang WNI, anak-anakku jangan" viral di media sosial, publik kini mulai membedah rekam jejak pendidikan perempuan yang dikenal sebagai pegiat gaya hidup berkelanjutan tersebut.
Statusnya sebagai alumnus beasiswa negara, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), menjadi sumbu utama kekecewaan warganet.
Polemik ini bermula saat perempuan 35 tahun tersebut mengunggah momen saat menerima paspor Inggris untuk anak keduanya pada pertengahan Februari 2026.
Kalimatnya yang dianggap merendahkan identitas kewarganegaraan Indonesia memicu perdebatan panas mengenai etika dan tanggung jawab moral seorang penerima beasiswa negara.
Latar Pendidikan Mentereng: Dari Ganesha ke Negeri Kincir Angin
Berdasarkan data yang dihimpun, ibu dua anak ini memiliki latar belakang pendidikan yang cukup impresif.
Dwi merupakan lulusan Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2008.
Selepas meraih gelar sarjana, dia melanjutkan studi magister (S2) ke Delft University of Technology (TU Delft), Belanda, mengambil jurusan Sustainable Energy Technology.
Pendidikan S2 di Belanda inilah yang dibiayai sepenuhnya oleh negara melalui skema beasiswa LPDP pada 2015.
Baca Juga: Viral Kontroversi Dwi Sasetyaningtyas, Berapa Uang Saku LPDP Luar Negeri?
Di sinilah titik krusial yang dipersoalkan publik, bagaimana seorang intelektual yang disekolahkan dengan uang pajak rakyat bisa mengeluarkan pernyataan yang terkesan "ingin lepas" dari Indonesia.
"Aku tahu dunia terlihat enggak adil, tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu," ucapnya dalam unggahan yang kini telah dihapus tersebut.
Klarifikasi Status Pengabdian
Menanggapi tudingan "kacang lupa kulit", pendiri platform Sustaination ini memberikan klarifikasi tertulis pada Kamis, 20 Februari 2026. Dia menegaskan bahwa dirinya tidak melanggar kontrak hukum dengan negara.
"Secara administratif, saya telah menuntaskan kewajiban pengabdian saya kepada Indonesia selama enam tahun, terhitung sejak 2017 hingga 2023, setelah menyelesaikan studi S2 saya," ungkapnya dalam pernyataan resmi di akun media sosial pribadinya.
Dia menambahkan bahwa kepindahannya ke Inggris saat ini adalah untuk mendampingi suami yang sedang menempuh studi S3 di University of Oxford, sembari dirinya sendiri juga mengejar gelar doktoral (DPhil) di kampus yang sama.
Berita Terkait
-
Bangga Anak Jadi WNA, Dwi Sasetyaningtyas Sempat Ngeluh Susahnya Tinggal di Luar Negeri
-
Mertua Eks Pejabat Kementerian, Dwi Sasetya LPDP Terciduk Pamer Fasilitas Negara
-
Dwi Sasetyaningtyas Ditegur LPDP Usai Bangga Anak Jadi WNA, Suami Terancam Sanksi
-
Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
-
Tyas Penerima LPDP Banggakan Paspor WNA Dikuliti, Mertuanya Eks Pejabat Pernah Diperiksa KPK
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Viral Toko Es Krim Pakai Daun Pisang Akibat Harga Plastik Melonjak, Hasilnya Lebih Estetik
-
Maxime Bouttier dan Raihaanun Bintangi Series Tante Sonya: Kisah Cinta Beda Usia
-
Profil Teuku Ryan, Aktor Senior yang Diduga Jadi Ayah Kandung Ressa Rizky Anak Denada
-
Daftar Pemain The King's Warden, Film Korea Terlaris Tayang di Bioskop Indonesia Hari Ini
-
Royalti Anjlok ke Rp25 Juta, Rhoma Irama Sentil Kinerja LMKN
-
Lucinta Luna Balik Jadi Perempuan saat ke Korea, Tampil Maskulin Cuma Prank?
-
Tak Sekadar Cari Uang, Ini Alasan Mulia Pak Tarno Tetap Ngamen Sulap Meski Terkena Stroke
-
Terpidana Doni Salmanan Diduga Keluyuran di Mal, Istri Klarifikasi Isu Harta Tak Disita
-
Buntut Kekecewaan Zaskia Adya Mecca, Pengadilan Militer Klarifikasi Tunda Persidangan
-
Sinopsis Drakor As You Stood By di Netflix: Perlawanan Korban KDRT, Isu Lokal Masyarakat Indonesia