- Tinggal Meninggal merupakan film yang ditulis dan disutradarai oleh Kristo Immanuel
- Tinggal Meninggal bersaing dengan film Joko Anwar dan Timo Tjahjanto
- Tinggal Meninggal mengusung genre komedi gelap
Suara.com - Peta persaingan industri film Indonesia semakin menarik dengan munculnya nama-nama baru yang tak terduga, termasuk Kristo Immanuel lewat film Tinggal Meninggal produksi Imajinari.
Tinggal Meninggal berhasil mencuri perhatian, bukan hanya karena premisnya yang unik, naskah film ini secara mengejutkan masuk dalam nominasi bergengsi kategori Penulis Skenario Asli Terbaik di ajang Festival Film Indonesia 2025 atau Piala Citra, menempatkannya sejajar dengan sutradara raksasa seperti Joko Anwar dan Timo Tjahjanto.
Naskah yang ditulis oleh Kristo Immanuel bersama istrinya, Jessica Tjiu, ini menjanjikan sebuah sajian komedi gelap yang segar sekaligus menyentil.
Diperkuat oleh jajaran aktor seperti Omara Esteghlal, Nirina Zubir, Mawar de Jongh, Muhadkly Acho, dan Ardit Erwandha, Tinggal Meninggal siap menjadi kuda hitam yang patut diperhitungkan.
Sinopsis Tinggal Meninggal
Film ini mengajak penonton untuk menyelami kehidupan Gema (diperankan Omara Esteghlal), seorang pegawai kantoran yang kesepian.
Gema sering kali tak terlihat di tengah hiruk pikuk dan dinamika kantor. Ya, ia seperti tak dianggap oleh rekan-rekan kantornya.
Tapi, sebuah tragedi mengubahnya menjadi pusat perhatian di kantor. Karena ayahnya meninggal, Gema mendapatkan hal yang tak pernah dia rasakan, yaitu perhatian rekan-rekan kantor. Simpatii dan kepedulian yang tulus kini jadi makanan sehari-hari gema.
Sayangnya, hal itu tak bertahan lama begitu masa duka telah selesai. Gema jalani rutinitas di kantor seperti semula. Gema kembali tak dianggap ada.
Baca Juga: Kristo Immanuel Bikin Parodi Soal TikTok Live yang Mendadak Hilang, Katanya Sukarela
Rindu akan pengakuan dan dihantui rasa kehilangan, Gema punya ide gila sekaligus absurd agar bisa terus mendapatkan kehangatan.
Gema memalsukan kematian, sebuah ruh konflik utama dari film Tinggal Meninggal. Hanya saja, sandiwara yang ia skenariokan berubah menjadii kacau balau saat rekan-rekan kerjanya mulai mengendus kejanggalan.
Konflik film ini mengeksplorasi cerita lewat adegan-adegan penuh humor satire yang cukup gelap. Film ini juga memiliki pesan emosional bahwa manusia secara fundamental butuh diakui keberadaannya.
Berita Terkait
-
Memahami Nasionalisme dalam Film Garuda di Dadaku
-
Banyak Saingan Film Lebaran, Kristo Immanuel Yakin Pelangi di Mars Panen Penonton
-
5 Film Baru Sambut Akhir Pekan, Ada The Housemaid hingga Modual Nekad
-
5 Film Indonesia Terbaru di Netflix yang Siap Temani Libur Nataru, Jumbo hingga Tinggal Meninggal
-
Garuda di Dadaku Kembali! Film Animasi dengan Sentuhan Fantasi dan Animator dari Hollywood
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan