-
Uya Kuya dinonaktifkan dari jabatannya sebagai anggota DPR RI.
-
Akibatnya, ia tidak lagi menerima gaji maupun tunjangan apa pun.
-
Nasib politik Uya Kuya kini ditentukan oleh Mahkamah Kehormatan Dewan.
Suara.com - Uya Kuya telah dinonaktifkan dari jabatannya sebagai anggota DPR.
Keputusan itu hadir sehari setelah rumahnya dijarah pada 30 Oktober 2025.
Dua bulan setelah putusan tersebut, Uya Kuya memberikan keterangan kalau sampai saat ini, ia masih dinonaktifkan jabatan sebagai anggota DPR.
"Dari dinonaktifkan sampai sekarang saya tidak terima gaji dan tunjangan, tidak terima apa-apa. Ini demi Allah enggak," kata Uya Kuya dalam program FYP Trans 7 pada Kamis, 30 Oktober 2025.
Untuk memperjelas, Uya Kuya menegaskan penghentian fasilitas tersebut adalah konsekuensi otomatis dari status penonaktifannya.
"Memang tidak terima. Gaji stop, tunjangan juga enggak," sambungnya.
Kondisi ini dibenarkan oleh Raffi Ahmad, ia sempat berkomunikasi dengan Uya Kuya soal masalah tersebut.
"Saya sempet telepon, ketemu Kang Uya, ngobrol ya, di satu tempat lah ngobrol setelah kejadian, 'Kang, gimana?' 'Stop Fi, memang gaji stop, gaji pokok stop, semuanya stop, tunjangan stop.'," kata Raffi Ahmad.
Raffi Ahmad lantas menanyakan kelanjutan hidup Uya Kuya. Di mana kini mantan personel Tofu tersebut tak lagi menerima gaji.
Baca Juga: Soal Usulan Anggota DPR RI Non-Aktif Dipecat, Koordinator MPP Buka Suara
"Terus gimana?' (kata Uya) 'Ya udah gua pakai tabungan yang ada aja,' katanya. 'Kang, terus gimana? Turut prihatin ya, tapi enggak apa-apa, gue sih ikhlas-ikhlas aja'," beber Raffi Ahmad.
Sementara itu, nasib Uya Kuya di kancah politik kini berada di tangan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).
Sidang pun telah digelar kemarin untuk menentukan statusnya beserta beberapa anggota dewan lain yang juga dinonaktifkan.
Menurut Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, sidang perdana memang belum melibatkan para anggota dewan nonaktif.
Ini karena masih berfokus pada kelengkapan administrasi perkara.
"Memang anggota DPR nonaktif itu tidak diundang dalam sidang awal ini," jelas Sufmi Dasco Ahmad, seperti dikutip dari Antara.
Berita Terkait
-
Pengunduran Diri Ditolak, MKD Putuskan Keponakan Prabowo Rahayu Saraswati Tetap Jadi Anggota DPR
-
MKD Akhirnya 'Spill' Hasil Rapat Awal, Putuskan Sahroni hingga Nafa Urbach Lanjut Proses Sidang
-
Ogah Sembunyi, Uya Kuya Punya Alasan Langsung Nongol di Publik usai Rumahnya Dijarah
-
Ungkap Kronologi Detail, Uya Kuya Selamatkan Mertua Beberapa Menit Sebelum Rumahnya Dijarah
-
Uya Kuya Ternyata Sudah Punya Firasat Beberapa Jam Sebelum Rumahnya Dijarah
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Erick Thohir Ketok Palu: Pemilihan Ketum PSSI Resmi Mundur ke Juli 2027, Ini Alasannya
-
Basarnas: Cuaca Buruk Jadi Tantangan Evakuasi Korban KMP Mutiara Sentosa II
-
Hujan Deras Tak Surutkan Militansi Suporter Garuda, Pakansari Membara Jelang Indonesia vs Vietnam
-
Bahlil Rem Ekspor Batu Bara, Ekonomi Daerah Terancam Tak Lagi Membara
-
Sosok Pemotor Masuk Tol Pekanbaru-Dumai Terungkap, Ini Penjelasan Polisi
-
Lima Korban KMP Mutiara Sentosa II Teridentifikasi, DVI Pastikan Bukan Tewas Terbakar
-
23 Ide Hadiah Lomba 17 Agustus untuk Bapak-Bapak, Murah dan Pasti Kepakai
-
Hujan Deras Guyur Pakansari, Pertanda Timnas Indonesia Hujani Vietnam dengan Banyak Gol?
-
Dedi Kusnandar: Persib Bandung Siap Hadapi Persija di Semifinal Piala Presiden 2026
-
Fenomena Kerja "Serabutan" di Era Modern: Cari Fleksibilitas atau Terpaksa?