- Denada hingga kini masih merahasiakan wajah putrinya, Aisha Arum dari media sosial.
- Denada mengaku melindungi Aisha dari penyakit ain.
- Denada ingin menghindari potensi bahaya dari ain.
Suara.com - Denada kembali membeberkan lapisan alasan mengapa ia hingga kini masih konsisten menutupi wajah putrinya, Aisha Aura, di media sosial.
Selain faktor keamanan fisik karena hubungan jarak jauh, ternyata ada pertimbangan spiritual yang mendalam di balik keputusannya tersebut.
Perempuan 46 tahun itu mengaku ingin melindungi Aisha dari penyakit "ain", sebuah konsep dalam Islam yang merujuk pada dampak buruk dari pandangan mata yang penuh kekaguman atau kedengkian.
Hal ini diungkapkannya saat menjadi bintang tamu di sebuah program bincang-bincang santai di YouTube, yang dipandu Ivan Gunawan.
Menurutnya, sebagai seorang Muslim, ia memahami dan ingin menghindari potensi bahaya dari ain.
"Kalau kita orang Islam kan ngerti ya, namanya ada ain, jadi kita menghindari itu juga," kata Denada dalam video yang tayang Jumat, 31 Oktober 2025.
Penyakit ain diyakini bisa timbul dari pandangan orang lain yang dapat menyebabkan sakit atau kesialan pada orang yang dipandangnya.
Keputusan ini menjadi lapisan perlindungan tambahan bagi Aisha, yang saat ini tinggal dan bersekolah di Singapura.
Baca Juga: Air Mata Denada Pecah, Ungkap Titik Terendah Dampingi Aisha Lawan Leukemia
Denada sebelumnya telah menegaskan bahwa keamanan adalah prioritas utamanya, mengingat ia tidak bisa selalu mendampingi Aisha setiap saat.
"Lebih kepada alasan keamanan sih, karena pertama kan dia di sana. Kami LDR nih, aku hampir tidak pernah ada buat dia," imbuhnya.
Dengan menyatukan alasan keamanan fisik dan perlindungan spiritual dari ain, keputusan Denada untuk tidak mengekspos wajah Aisha menjadi sebuah langkah perlindungan yang komprehensif.
Langkah ini ia ambil demi memastikan sang buah hati dapat tumbuh dengan aman dan nyaman, jauh dari sorotan publik dan potensi dampak negatif yang tak terlihat.
Berita Terkait
-
Air Mata Denada Pecah, Ungkap Titik Terendah Dampingi Aisha Lawan Leukemia
-
Sentil Warganet, Denada: Kami Publik Figur Halal Dikritik, Bukan untuk Dihina!
-
Dicibir Terlalu Seksi, Denada Balas Telak: Saya Rapper Sejak SMP Ini Bukan Gaya Baru!
-
Bukan Bangkrut, Denada Buka Suara Soal Rumahnya yang Terbengkalai dan Mau Dijual
-
Jual Rumah Penuh Kenangan, Ternyata Denada Pernah Tetanggaan dengan Ahmad Dhani
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Ini Alasan Mengapa Drama Korea No Tail To Tell Menarik Ditonton
-
Deretan Film yang Tayang di Bioskop Februari 2026, Sajikan Horor Mencekam Hingga Drama Isu Sosial
-
Film Gundam Terbaru Gaet Lagu Legendaris Guns N Roses, 'Sweet Child O Mine'
-
Mirip Banget! Intip First Look Paul Mescal Cs di Film Biopik The Beatles
-
Dewi Gita Isi Soundtrack Film Lastri: Arwah Kembang Desa Lewat Lagu Jalir Janji
-
Onadio Leonardo Didiagnosis Sindrom Peter Pan, Mental Terjebak di Usia 20 Tahun
-
Iis Dahlia Geram Netizen Ikut Campur Masalah Denada: Orang Luar Jangan Sok Tahu!
-
Nama Jay-Z Terseret Kasus Jeffrey Epstein, Beyonc Diduga Kehilangan Jutaan Pengikut Instagram
-
Bongkar Bukti Penelantaran 24 Tahun, Tim Hukum Ressa Anak Denada: Akta Kelahiran Atas Nama Kakek
-
Adik Keisya Levronka Jatuh dari Lantai 6 Kampus Untar, Ibunda Tuntut Keadilan Usai 2 Tahun Bungkam