-
MKD memutuskan Adies Kadir tidak terbukti melanggar kode etik DPR.
-
Status keanggotaan dan jabatan Adies Kadir di DPR dipulihkan sepenuhnya.
-
Adies Kadir diminta lebih berhati-hati saat menyampaikan informasi kepada publik.
Suara.com - Nasib politisi Adies Kadir yang sempat dinonaktifkan dari keanggotaan DPR RI akhirnya menemui titik terang.
Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) memutuskan bahwa Adies Kadir tidak terbukti melanggar kode etik.
Putusan ini dibacakan dalam sidang yang digelar di Gedung DPR, Jakarta, pada Rabu (5/11/2025), mengakhiri spekulasi yang beredar selama masa penonaktifannya.
Wakil Ketua MKD, Imran Amin, yang memimpin sidang, secara lugas menyatakan bahwa Adies Kadir bersih dari tuduhan pelanggaran etik yang dialamatkan kepadanya.
"Menyatakan teradu satu, Adies Kadir, tidak terbukti melanggar kode etik," tegas Imran Amin saat membacakan putusan.
Dengan putusan ini, MKD pun memulihkan sepenuhnya status keanggotaan politisi dari Fraksi Partai Golkar tersebut, baik sebagai anggota maupun sebagai Wakil Ketua DPR RI.
"Menyatakan teradu satu, Adies Kadir, diaktifkan sebagai anggota DPR RI terhitung sejak putusan ini dibacakan," lanjutnya.
Kasus ini bermula dari pernyataan Adies Kadir terkait gaji dan tunjangan anggota DPR yang dinilai tidak tepat.
Meski ia telah memberikan ralat, pernyataannya telanjur menjadi polemik di tengah masyarakat.
Baca Juga: Ini Pertimbangan MKD Cuma Beri Hukuman Ahmad Sahroni Penonaktifan Sebagai Anggota DPR 6 Bulan
Dalam pertimbangannya, MKD berpendapat bahwa Adies Kadir tidak memiliki niat buruk dalam pernyataannya.
Klarifikasi yang telah dilakukannya pun dianggap sebagai langkah yang sudah sangat tepat.
"Mahkamah berpendapat bahwa tidak memiliki niat untuk menghina atau melecehkan siapapun," kata Imran.
Kendati demikian, MKD tetap memberikan peringatan kepada Adies Kadir agar lebih waspada di kemudian hari. Menurut MKD, ia harus lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi kepada publik.
"Meminta teradu satu, Adies Kadir, untuk berhati-hati dalam menyampaikan informasi, serta menjaga perilaku untuk ke depannya," bunyi salah satu poin putusan.
MKD secara spesifik menyoroti pentingnya persiapan data yang akurat. Terutama saat menghadapi wawancara spontan atau doorstop yang membahas isu-isu teknis.
Berita Terkait
-
Ahmad Sahroni Dihukum 6 Bulan Nonaktif dari DPR, Pernyataannya Dianggap Tak Bijak
-
Terbukti Langgar Etik, MKD DPR Nonaktifkan Nafa Urbach, Eko Patrio, dan Ahmad Sahroni Tanpa Gaji
-
Cegah Penyalahgunaan, MKD Pangkas Titik Anggaran Reses Anggota DPR Menjadi 22
-
Nafa Urbach Tetap Dihukum MKD, Dianggap Kurang Peka Jadi Wakil Rakyat
-
Drama di MKD DPR Berakhir: Uya Kuya Lolos dari Sanksi Kode Etik
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Callista Arum Ketakutan Lakoni Adegan Ekstrem di Film Tumbal Proyek
-
Demo di Indramayu Memanas, Kantor Bupati Lucky Hakim Dilempari Puluhan Ular
-
Dikomplain Andre Taulany, Erin Beberkan Kendala Hapus Nama Taulany di Akun Medsos
-
Meninggal di Amerika, Ini Penyebab Komposer Legendaris James F. Sundah Tutup Usia
-
Ashari Ditangkap Kasus Cabuli Santriwati, Pengacara Klaim Ada Oknum 'Kiai Pati' Coba Redam Kasus
-
Baim Wong Ungkap Tantangan Satukan Aktor Besar di Film Semua Akan Baik-Baik Saja
-
Lama Mengabdi di Pesantren, Ayah Korban Syok Anaknya Jadi Korban Pencabulan Kiai Ashari Pati
-
Kiai Ashari Suruh Korban Telan Sperma, Ini Tujuannya
-
Skandal Pencabulan di Ponpes Pati: Ashari Disebut Sakti, Warga Takut Bantu, Ayah Korban Diintimidasi
-
Alibi Ashari Cabuli Santriwati: Sebut Korban Penuh Dengki dan Harus Diobati dengan Tidur Bareng