- Mr Mercedes disajikan dalam tiga musim di Netflix Indonesia
- Mr Mercedes menawarkan ketegangan psikologis
- Mr Mercedes diadaptasi dari trilogi novel Stephen King
Suara.com - Mr Mercedes jadi salah satu tontonan bergenre crime thriller menarik di Netflix Indonesia saat ini.
Mr Mercedes merupakan serial yang mengadaptasi trilogi novel Stephen King dan telah berakhir setelah musim ketiga tayang pada 2019.
Sebuah pagi yang dingin dan berkabut di sebuah kota kecil Amerika. Ratusan orang yang putus asa dan kehilangan pekerjaan mengantre dengan harapan untuk mendapatkan kesempatan di sebuah bursa kerja.
Mereka berdiri dalam diam, memikirkan masa depan yang tidak pasti, ketika tiba-tiba sebuah sedan Mercedes-Benz abu-abu melaju kencang entah dari mana, menabrak kerumunan tanpa ampun.
Lampu depannya yang menyilaukan menjadi hal terakhir yang dilihat oleh banyak orang.
Tidak ada rem, tidak ada klakson, hanya suara benturan brutal yang memecah keheningan fajar, meninggalkan enam belas korban tewas dan lebih banyak lagi yang terluka parah. Pelakunya menghilang tanpa jejak, meninggalkan mobil curian dan sebuah misteri yang mengerikan.
Inilah adegan pembuka yang brutal dari Mr Mercedes. Serial ini tidak hanya menyajikan investigasi kriminal biasa, tetapi juga sebuah permainan kejar-kejaran kucing dan tikus yang intens dan mengganggu secara psikologis.
Beberapa tahun setelah tragedi tersebut, kasusnya menjadi dingin. Detektif yang bertanggung jawab atas investigasi, Bill Hodges (diperankan dengan brilian oleh Brendan Gleeson), kini telah pensiun.
Baca Juga: Acts of Violence Malam Ini di Trans TV: Sajikan Pertarungan Brutal, Tetapi Cerita Dianggap Dangkal
Hari-harinya dihabiskan dalam kebosanan, ditemani alkohol dan penyesalan atas kasus-kasus yang belum terpecahkan, terutama kasus pembantaian yang dijuluki "Mr. Mercedes".
Ia adalah seorang polisi tua yang lelah, merasa dunianya telah berakhir dan dihantui oleh wajah-wajah para korban yang gagal ia berikan keadilan.
Namun, ketenangan palsunya hancur berkeping-keping. Suatu hari, Hodges menerima sebuah surat elektronik dari seseorang yang mengaku sebagai sang pengemudi Mercedes.
Pesan itu bukan sekadar pengakuan, melainkan sebuah ejekan yang dirancang dengan cermat.
Sang pengirim mengetahui setiap detail kehidupan Hodges, kelemahannya, dan rasa bersalahnya yang mendalam. Dengan serangkaian pesan video dan tulisan yang kejam, si pengirim yang menamai dirinya "Mr. Mercedes" mulai menyiksa Hodges secara psikologis, mencoba mendorongnya ke jurang keputusasaan, bahkan bunuh diri.
Tentu saja, sang pengirim pesan adalah Brady Hartsfield (Harry Treadaway), seorang pemuda yang dari luar tampak normal. Siang hari, ia bekerja di sebuah toko elektronik dan terkadang menjadi penjual es krim yang ramah di lingkungan sekitar.
Namun, di balik senyumnya yang polos, Brady adalah seorang sosiopat jenius dengan pikiran yang bengkok dan bengkel teknologi di ruang bawah tanah ibunya yang menjadi pusat operasi kejahatannya.
Ia adalah perwujudan kejahatan modern, tersembunyi di depan mata, memanfaatkan teknologi untuk menyebarkan teror, dan menikmati penderitaan orang lain sebagai hiburan.
Surat dari Brady justru menyalakan kembali api yang telah lama padam dalam diri Hodges. Teror itu membangkitkan kembali insting detektifnya.
Mengetahui bahwa polisi tidak akan menganggap serius sebuah "surat iseng" kepada seorang pensiunan, Hodges memutuskan untuk memburu Mr Mercedes sendirian, di luar jalur hukum. Ia tidak menyadari bahwa dengan membalas pesan itu, ia telah masuk ke dalam permainan mematikan yang dirancang oleh Brady.
Permainan di mana setiap langkahnya dipantau dan setiap kelemahannya akan dieksploitasi tanpa ampun. Hodges tidak lagi hanya memburu seorang pembunuh, tetapi ia sedang berhadapan dengan monster cerdas yang sudah merencanakan serangan berikutnya, sesuatu yang jauh lebih besar dan lebih mematikan daripada peristiwa di bursa kerja.
Pertarungan pribadi antara detektif tua yang dihantui masa lalu dan seorang psikopat muda yang brilian pun dimulai. Mampukah Hodges menghentikannya sebelum terlambat?
Tag
Berita Terkait
-
Sinopsis Hoppers: Eksperimen Gila Pindahkan Tubuh Manusia ke Robot Berang-berang
-
Sinopsis Film Antara Mama, Cinta, dan Surga: Dilema Iman dan Restu Keluarga
-
Antara Mama, Cinta, dan Surga Angkat Realitas Pahit Ekspektasi Orangtua Batak
-
The Invincible Dragon: Duel Kung Fu vs MMA, Malam Ini di Trans TV
-
4 Film Kuasai Box Office Indonesia Pekan Ini, Era Horor Berakhir?
Terpopuler
- Terpopuler: Waktu yang Ideal untuk Ganti HP, Rekomendasi HP untuk Jangka Panjang
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
-
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan Timur, Pencarian Masuk ke Hutan Belantara
Terkini
-
Ancaman Hukuman Lebih dari 5 Tahun, Richard Lee Tak Ditahan usai Diperiksa
-
Banjir Cogan, 8 Aktor Ganteng Jadi Pacar Virtual Jisoo BLACKPINK di Boyfriend on Demand
-
Banyak Saingan Film Lebaran, Kristo Immanuel Yakin Pelangi di Mars Panen Penonton
-
Berusaha Jadi Green Flag di Series Terbaru, Rizky Nazar Malah Sempat Dicap Om-Om
-
Ramadan Perdana Jadi Istri Maxime, Luna Maya Justru Sahur Lesehan Bareng Warga Aceh
-
Dihina Wajahnya Disebut Hasil Permakan, Rachel Vennya Unggah Video Masa Lalu
-
Sapa Warga SCBD, Film Pelangi di Mars Hadirkan Balon Bentuk Robot 10 Meter
-
Viral Alumni LPDP Bangga Anak Bukan WNI, Melaney Ricardo Beri Pesan Menohok
-
Rizky Nazar dan Laura Moane Temani Ramadan Lewat A dan Z: InsyaAllah Cinta
-
Nasya Suapi Ibu Tiri Duluan Saat Ultah ke-17 Bikin Heboh, Okie Agustina Beri Klarifikasi