- Band Blackened Death Metal ekstrem asal Austria, Belphegor, tampil di hari kedua Rock In Solo 2025
- Permintaan foto di depan pohon pisang dapat diinterpretasikan sebagai upaya Belphegor untuk merangkul mitos dan takhayul mistis lokal Indonesia
- Aksi ini menunjukkan bahwa bagi Belphegor, tema kegelapan yang mereka usung tidak hanya terbatas pada panggung
Suara.com - Apa yang ada dibenak kita ketika mendengar pohon pisang? Buahnya bisa dimakan, daun dan pelepahnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan.
Tapi di Indonesia banyak mitos yang berkembang mengenai pohon pisang, termasuk hal-hal terkait mistis dan kasat mata.
Kepercayaan inilah yang memantik Belphegor, kuartet Blackened Death Metal ekstrem dari Austria untuk meminta foto di depan pohon pisang ketika tiba di Solo.
Band ini memang dijadwalkan menggempur penikmat musik ekstrem di hajatan besar Rock In Solo Festival hari kedua, Minggu besok, 23 November 2025.
Dalam foto yang dibagikan akun Instagram Rock In Solo Festival, para personel Belphegor berpose garang di depan pohon pisang. Konon, mereka yang meminta untuk berfoto di sana setibanya di Solo.
"Sang pembawa api diabolik telah menginjakkan kaki di tanah Jawa. @belphegor_official telah bersiap membawa kalian dalam ritus kegelapan yang sesungguhnya. Sampai bertemu di Rock In Solo Festival 2025," bunyi caption unggahan tersebut.
Foto yang sekilas terlihat absurd ini sebenarnya sarat pesan bila dilihat dari kacamata musik ekstrem dan budaya lokal.
Ada upaya band untuk merangkul budaya lokal dan kepercayaan takhayul Indonesia, sejalan dengan ruh genre yang mereka usung, yaitu tema-tema gelap seperti kematian, setan, dan okultisme.
Di Eropa, citra ini diwujudkan melalui corpse paint, ritual panggung, dan simbol-simbol anti-religion. Mereka mencari dan merayakan kegelapan di mana pun ia berada.
Baca Juga: Soundrenaline 2025 Gebrak Medan: 4 Lokasi Jadi Saksi Festival Musik Multi-Genre di Jantung Sumatera!
Lirik-lirik Belphegor sering berbicara tentang ritual dan pemujaan.
Foto di pohon pisang dapat diinterpretasikan sebagai adegan off-stage ritual. Ini menegaskan bahwa bagi Belphegor, kegelapan dan tema kematian tidak terbatas pada panggung atau studio mereka di Austria.
Pada akhirnya, mereka berhasil mengubah pohon pisang biasa menjadi semacam altar sementara yang sesuai dengan citra mereka, menyiratkan bahwa kekuatan gelap hadir di mana saja.
Anyway, Anda sudah siap dihipnotis aura kegelapan Belphegor di Rock In Solo 2025?
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
Pilihan
Terkini
-
Raket vs iPhone, Beda Kelas Hadiah Salshabilla Adriani dan Ibrahim Risyad Jadi Sorotan
-
Sinopsis Love Between Lines, Dracin Terbaru Tayang Januari 2026 di iQIYI
-
Meninggal di Tempat Pijat, Ayah Venna Melinda Ternyata Punya Riwayat Sakit Jantung
-
5 Kronologi Kasus Richard Lee vs Doktif, Saling Lapor Berujung Tersangka
-
Sukses di Box Office, The Housemaid Resmi Garap Sekuel Berjudul The Housemaids Secret
-
Mosul Malam Ini di Trans TV: Potret Brutal dan Otentik Perjuangan Tim SWAT Irak Melawan ISIS
-
Tubuh Mendadak Kaku, Kronologi Lengkap Meninggalnya Ayah Venna Melinda di Tempat Pijat
-
Sempat Merasa Tertekan, Wavi Zihan dan Angga Yunanda Curhat Sulitnya Main Film Horor Komedi
-
The Ambush (Al Kameen): Ketegangan Brutal di Lembah Yaman, Malam Ini di Trans TV
-
Sinopsis Number One: Saat Masakan Ibu Jadi Hitung Mundur Kematian