-
Film “Legenda Kelam Malin Kundang” menghadirkan reinterpretasi gelap dan psikologis dari legenda klasik dengan fokus pada trauma keluarga, bukan sekadar dongeng kutukan.
-
Kekuatan utama film terletak pada ketegangan, scoring yang memukau, serta akting solid para pemain, terutama Rio Dewanto dan Vonny Anggraini.
-
Meski punya sedikit kekurangan pada pendalaman karakter ibu, film ini tetap tampil cerdas, intens, dan menarik bagi penggemar horor psikologis.
Atmosfer horor dan tidak nyaman dibangun dengan konsisten, meyakinkan kita bahwa ada sesuatu yang sangat salah di rumah Alif, bahkan saat tidak ada hantu yang muncul di layar.
Bukan karya Joko Anwar (sebagai penulis) namanya kalau tidak membuat penontonnya memutar otak. Selama menonton, kamu siap-siap aaja dibuat bengong. Plot twist datang bertubi-tubi tanpa ampun.
Kejutan tidak hanya datang dari pertanyaan "Siapa sebenarnya Ibu Alif?", tetapi juga melebar ke dinamika rumah tangga Alif dan Nadine yang ternyata menyimpan retakan, hingga masa lalu Alif yang kelam.
Narasi yang dibangun berhasil mendekonstruksi legenda Malin Kundang
Penonton akhirnya dipaksa paham, mengapa Alif menjadi sosok yang begitu dingin dan durhaka. Semua ada alasannya, dan alasannya sangat logis secara psikologis.
Pujian khusus layak disematkan pada jajaran pemain. Rio Dewanto tampil sangat meyakinkan sebagai Alif.
Dia tidak hanya berakting, tapi seolah mentransfer rasa lelah dan frustasinya kepada penonton.
Kita bisa merasakan betapa beratnya beban Alif yang harus menghadapi trauma di dalam rumahnya sendiri dan bahkan di tengah-tengah keluarganya.
Sementara itu, Vonny Anggraini sebagai Amak juga tampil gemilang. Ekspresinya yang mendalam sukses membuat penonton ragu dan menebak-nebak, apakah dia ibu yang tulus atau predator yang menyamar.
Baca Juga: Dapat 'Ilham dari Langit', Fedi Nuril Kembali Pakai Celak Mata di FFI 2025
Meski nyaris sempurna sebagai drama-misteri-thriller psikologis film ini memiliki sedikit kekurangan. Bagian cerita saat Vonny Anggraini mengeksplorasi perannya sebagai "Ibu" terasa agak kurang panjang bagi saya pribadi.
Durasi untuk membangun interaksi manipulatif antara Ibu dan Alif rasanya bisa sedikit diperlama untuk memberikan dampak emosional yang lebih meledak di babak akhir.
"Legenda Kelam Malin Kundang" adalah film yang cerdas. Setelah credit title bergulir, segala kebingungan di awal akan terjawab dengan jelas.
Film ini berhasil "memanusiakan" legenda, mengubah kutukan batu menjadi kutukan trauma yang lebih realistis dan mengerikan.
Bagi kamu pencari jumpscare murahan, mungkin film ini bukan cangkir teh kamu. Tapi bagi penggemar horor psikologis yang suka dibuat "melongo" dengan naskah yang solid, film ini wajib masuk watchlist.
Berita Terkait
-
Reaksi Prilly Latuconsina Dituduh Menangkan Omara Esteghlal di FFI 2025
-
Review Film Keadilan: Cerita Solid, Eksekusi Setengah Matang
-
Top 5 Serial Netflix Hari Ini: Drama Korea Mendominasi, Serial Indonesia Bertengger di Tiga Besar
-
Film Dukun Magang: Ketika Logika Mahasiswa Skeptis Terpaksa Berguru pada Ilmu Gaib
-
Sinopsis The Hunger Games: Sunrise on the Reaping, Ungkap Asal-usul Haymitch Abernathy
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
Terkini
-
Anime Legendaris 5 Centimeters Per Second Tayang Ulang Januari 2026, Ini Sinopsisnya!
-
Review Penunggu Rumah: Buto Ijo, Upaya Gandhi Fernando Angkat Mitologi yang Terlupakan.
-
Viral Pengakuan Netrzen Lihat dr Richard Lee Jalan Bareng Cewek Muda di Bali
-
Pakai Aplikasi Zangi, Ammar Zoni Ungkap Cara Hubungi Pacar dari Lapas
-
Inara Rusli Blak-blakan soal Nikah Siri dengan Insanul Fahmi: Semua yang Beredar Hoaks
-
Bocor di Medsos, Dokumen Ini Bongkar Kronologi Perceraian Ridwan Kamil dan Atalia Praratya
-
Sinopsis Film Send Help: Teror Bertahan Hidup di Pulau Terpencil Versi Sam Raimi
-
6 Film Rachel Amanda, Suka Duka Tawa Baru Tayang di Bioskop
-
NCTzen Merapat! Ini Daftar Harga Tiket Konser Solo Taeyong NCT di Jakarta
-
Siap-Siap! Korea 360 Mulai Kirim E-Ticket Gratis Konser HUG K-Pop Concert