Suara.com - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat menegur MDTV melalui akun Instagram @kpipusat pada Rabu, 26 November 2025.
Teguran tertulis untuk MDTV rupanya terkait program siaran Ipar Adalah Maut The Series.
Secara khusus, episode Ipar Adalah Maut The Series yang kena teguran ialah tayangan pada 3, 4, dan 6 November 2025.
"Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat memberikan sanksi administratif berupa teguran tertulis kepada program siaran Ipar Adalah Mau The Series," tulis akun @kpipusat.
Teguran tersebut berkaitan dengan klasifikasi 13+ atau penonton usia 13 tahun ke atas, padahal menampilkan adegan yang tidak senonoh.
"Diketahui program siaran tersebut menampilkan beberapa muatan adegan yang mengesankan penggambaran seksualitas," tegas akun @kpipusat.
Ipar Adalah Mau The Series yang diklasifikasikan 13+ dan tayang pukul 19.30 WIB dinilai melanggar pasal 14 ayat 1 Pedoman Perilaku Penyiaran.
"Lembaga penyiaran wajib memberikan perlindungan dan pemberdayaan kepada anak dengan menyiarkan program siaran pada waktu yang tepat sesuai dengan penggolongan program siaran," merupakan isi pasal tersebut.
Baca Juga: Top 5 Serial Netflix Hari Ini: Drama Korea Mendominasi, Serial Indonesia Bertengger di Tiga Besar
Melalui teguran tertulisnya, KPI Pusat menegaskan MDTV selaku lembaga penyiaran wajib mematuhi aturan sebagai bentuk tanggung jawab sosial.
Program-program siaran MDTV juga wajib mencerminkan nilai-nilai modal dan budaya bangsa.
"Upaya ini juga sejalan dengan perlindungan terhadap anak dan remaja dari paparan konten yang dapat mendorong perilaku berisiko," pungkas akun @kpipusat.
Sebelumnya keberadaan KPI Pusat pun dipertanyakan warganet setelah menonton episode-episode perdana Ipar Adalah Maut The Series yang tayang mulai 3 November 2025.
Pasalnya adegan ciuman Aris dan Rani yang menjalin hubungan terlarang ditampilkan secara terang-terangan.
Sikap KPI Pusat kala itu dibandingkan dengan penyensoran sejumlah animasi yang tayang di televisi hanya karena mengenakan bikini.
Berita Terkait
-
Lawan Ketimpangan! Ini 5 Mandat Politik Kongres VI KPI Demi Keadilan Ekonomi Perempuan
-
Anak Urus Anak: KPI Bongkar Fakta Pahit di Balik Maraknya Pernikahan Dini di Indonesia
-
Sinopsis Istri Paruh Waktu: Ketika Fira Malu Utamakan Karier Ketimbang Suami
-
iNews TV Dijatuhi Sanksi oleh KPI, Buntut Pernyataan Abu Janda di 'Rakyat Bersuara'
-
Bukan Sinetron Biasa, Dunia Tanpa Tuhan Angkat Komedi Gelap dan Ironi Iman di Pinggiran Jakarta
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Momen Kocak Saat Akad Viral, Wali Malah Bilang Nikahkan Anak Kambing Saya
-
Detik-Detik Terakhir Yai Mim sebelum Meninggal di Polrestabes Malang: Pamit Tidur, Lalu Berpulang
-
Sinopsis The King's Warden, Film Terlaris ke-2 di Box Office Korea
-
Denny Sumargo Konfirmasi Yai Mim Meninggal Dunia, Sebut Berpulang Saat Ditahan
-
Anwar BAB Sempat Merasa Janggal Sebelum Boiyen Menikah dengan Rully Anggi Akbar
-
Shindy Samuel Minta Maaf ke Rendy usai Ditalak, Akui Tak Bisa Penuhi Nafkah Batin
-
Review Ready or Not 2: Ketegangan Tanpa Henti tapi Tetap Bikin Tertawa
-
Review Golden Job: Misi Terakhir yang Berujung Pengkhiantan, Malam Ini di Trans TV
-
Buntut Tamara Bleszynski Tak Dampingi Teuku Rassya di Pelaminan, Mantan Suaminya Dihujat
-
Tak Dilibatkan Urus Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju, Ahmad Dhani Akui Cuma Diminta Sumbangan