- Koalisi Perempuan Indonesia merumuskan lima mandat politik strategis dalam Kongres Nasional VI di Jakarta pada 9 April 2026.
- Mandat tersebut mencakup penguatan hak ekonomi, perlindungan sosial, keadilan iklim, serta peningkatan keterwakilan perempuan dalam ranah politik nasional.
- KPI mendesak pemerintah melibatkan pelaku UMKM perempuan lokal dalam program strategis guna meningkatkan kemandirian dan keadilan ekonomi nasional.
Suara.com - Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) merumuskan lima mandat politik strategis dalam Kongres Nasional VI yang digelar di Jakarta, Kamis (9/4/2026). Fokus perjuangan tersebut mencakup penguatan hak ekonomi hingga keterlibatan perempuan dalam kebijakan transisi energi dan keadilan iklim.
Sekretaris Jenderal KPI, Mike Verawati, memaparkan lima isu utama yang menjadi prioritas organisasi ke depan dalam upaya mewujudkan keadilan transformatif dan ekologis.
“Satu, akses hak ekonomi perempuan dan sistem perlindungan sosial yang adaptif dan inklusif. Dua, membangun strategi transformatif dalam pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender. Tiga, memperkuat keterwakilan perempuan dalam ranah politik maupun publik. Empat, menagih demokrasi yang berkeadilan gender di tengah krisis sosial dan politik. Lima, memperkuat aksi dan suara perempuan untuk keadilan iklim dan transisi energi yang adaptif dan inklusif,” ujar Mike dalam pernyataan tertulis yang dibacakan oleh perwakilan wilayah Sulawesi, Emrin.
Selain menetapkan isu strategis, KPI juga menyoroti hambatan yang dihadapi perempuan di sektor ekonomi. Anggota Steering Committee KPI, Ema Husain, menekankan pentingnya perluasan akses ekonomi bagi perempuan akar rumput agar dapat mandiri secara finansial.
“Bagaimana memperluas akses hak ekonomi perempuan… KPI itu di tingkat nasional sampai ke tingkat Balai mendorong bagaimana kebijakan-kebijakan ekonomi… memberikan terhadap ekonomi lokal maupun perempuan,” ujar Ema.
Namun, KPI menilai implementasi kebijakan ekonomi pemerintah saat ini masih minim keterlibatan pelaku usaha perempuan di tingkat lokal. Ema memberikan contoh pada pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai lebih banyak melibatkan korporasi besar dibandingkan UMKM perempuan setempat.
“Perempuan-perempuan yang UMKM di tingkat lokal ternyata tidak dilibatkan penuh… karena yang melakukan itu adalah mereka-mereka yang punya kateringnya, punya juga pabrik rotinya,” jelas Ema.
Menurut KPI, kondisi ini menunjukkan bahwa posisi tawar perempuan dalam sistem ekonomi nasional masih lemah. Lemahnya pelibatan perempuan dalam program-program strategis pemerintah dinilai sebagai hambatan dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.
Melalui forum ini, KPI mendesak pemerintah untuk lebih inklusif dalam menyusun dan menjalankan setiap program kebijakan, guna memastikan hak-hak perempuan terpenuhi secara adil dan berkelanjutan.
Baca Juga: Dampak Perang AS-Iran, Harga Plastik Meroket
Reporter: Dinda Pramesti K
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
Kemenag Pastikan Layanan Legalisasi Buku Nikah Tetap Buka Meski ASN WFH Setiap Jumat
-
Benjamin Netanyahu Siap-siap Sidang Korupsi Lagi
-
Bulog: Stok Beras Nasional 4,6 Juta Ton Tersebar Merata, Ketahanan Pangan Aman Hadapi El Nino
-
Polisi Sebut WFH ASN Bikin Jalanan Jakarta Lebih Lengang Hari Ini
-
Geledah Rumah PNS dan Pihak Swasta, KPK Amankan Bukti Kasus Pemerasan dan Gratifikasi di Madiun
-
Ogah Santai Saat WFH Jumat, Pramono Anung Pantau Pengerukan Kanal Banjir Barat
-
Ngaku Bisa Atur Kasus Korupsi, 4 Petugas KPK Gadungan Ditangkap
-
WFH Jumat Perdana, Sebagian Kursi ASN Jakarta di Balai Kota Tak Terisi
-
Indonesia Lebih Dulu, Kenapa Donald Trump Pilih Pakistan Jadi Mediator Damai?
-
Iran Endus Rencana Licik AS: Curiga Sabotase Perundingan dan Jadikan Israel Tameng