-
Ali mengumumkan tur Australia pada Februari 2026 sekaligus memastikan akan merilis materi baru setelah menyelesaikan proses rekaman.
-
Mereka membagikan pengalaman manggung di dalam dan luar negeri, menyebut perbedaan utama terletak pada geografis dan cuaca, sementara antusiasme penonton relatif sama.
-
Ali menilai perpaduan musik Timur Tengah dalam karya mereka sebagai hasil akulturasi budaya yang wajar, sembari terus berkembang dengan fanbase internasional yang mulai terbentuk.
Namun, pengalaman di luar panggunglah yang menjadi nilai tambah bagi mereka.
"Justru kadang experience-nya lebih banyak di luar panggung yang kami temui sepanjang perjalanan," lanjutnya.
Mengenai fanbase internasional, Daru mengakui sudah mulai terbentuk kantong-kantong pendengar di beberapa wilayah, khususnya Eropa.
"Mungkin kecil-kecil kali ya. Udah mulai ada sih yang ngajak foto gitu-gitu. Tapi kayak di Eropa, di beberapa region udah mulai ada," tutur dia.
Musik Timur Tengah yang Organik
Di tengah gempuran musik pop dan rock, Ali hadir dengan genre yang unik, yakni soul/funk era 70-an dengan lirik Bahasa Arab.
Ketika ditanya mengenai fenomena eksplorasi musik di Indonesia yang kian luas,seperti munculnya musik Latin lokal, Daru melihatnya sebagai proses akulturasi budaya yang wajar.
"Mungkin kita dengan Arab juga sudah berkolaborasi di bidang ekonomi, dan itu hal yang sangat organik dan natural terjadi. Mungkin di musik karena enggak muncul di permukaan jadi subtle aja terasanya," jelas Daru.
Dia menekankan bahwa percampuran budaya (mixing) ini terjadi setiap hari di berbagai lini kehidupan, sehingga wajar jika hal tersebut tumpah ke dalam karya musik.
Baca Juga: Momen Manis Konser Ungu di Jogja: Beri Hadiah Bulan Madu untuk Fans dari Pasuruan
Menutup wawancara, ketika disinggung soal rumor partisipasi mereka di festival besar tahun depan, personel Ali memilih untuk tetap misterius.
"Belum bisa kita share juga kalau itu ya. Mungkin ada... Minta doanya saja," pungkas Daru diiringi tawa Absar yang mengamini.
Profil Band Ali: "Habibi Funk" dari Jakarta
Bagi yang belum familiar, Ali bukanlah band sembarangan. Grup ini terbentuk di Jakarta dan mencuri perhatian skena musik independen lewat konsep visual dan audio yang sangat distingtif.
Mengusung tagline musik Middle Eastern Beats dipadu South East Asian Twists, mereka menghadirkan nuansa disco, funk, soul, dan afrobeat tahun 70-an yang sinematik.
Ali sering disebut sebagai supergrup karena diisi oleh musisi-musisi yang sudah punya nama besar di jalurnya masing-masing.
Arswandaru Cahyo (Vokal & Bass) sebelumnya dikenal lewat band psychedelic rock, Mooner.
Sementara John Paul Patton "Coki" (Vokal & Drum), adalah sosok enerjik yang juga punggawa band rock Kelompok Penerbang Roket (KPR).
Lalu Absar Lebeh (Vokal & Gitar), merupakan gitaris handal dari The S.I.G.I.T dan Mooner, yang bergabung menggantikan posisi Kevin Septanto (Elephant Kind).
Perjalanan Karier & Prestasi
Nama Ali melejit lewat debut single mereka; Dance, Habibi, yang viral di kalangan penikmat musik sidestream.
Lagu ini menonjolkan lirik berbahasa Arab yang jarang ditemui di band Indonesia non-religi.
Pada tahun 2023, mereka merilis album penuh bertajuk "Malaka". Album ini mendapat sambutan hangat karena kualitas produksi yang matang dan eksplorasi bunyi yang kaya.
Pencapaian terbesar mereka sejauh ini adalah keberhasilan menembus pasar internasional. Pada Juli 2024, Ali tampil di Fuji Rock Festival, salah satu festival musik terbesar dan paling bergengsi di Asia yang digelar di Jepang.
Penampilan mereka di sana mengukuhkan posisi Ali sebagai salah satu ekspor musik terbaik Indonesia saat ini.
Dengan rencana tur Australia di Februari 2026 dan materi baru yang sedang dipersiapkan, Ali tampaknya siap untuk terus melebarkan sayapnya lebih jauh lagi.
Berita Terkait
-
Dance Habibi Tutup Aksi Memukau Ali di Joyland Sessions 2025
-
Soundrenaline Sana-Sini Bandung: Ketika Jalan Braga Menjadi Panggung Kreatif Raksasa
-
Doa dan Dukungan Posan Tobing atas Bencana Banjir Longsor di Tapanuli dan Sibolga
-
Now or Nothing: The Founder5 Kembali ke Panggung untuk Pertunjukan Terakhir
-
Wolf Alice Umumkan Tur Global, Siap Tampil di Jakarta Januari 2026
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
-
Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG
Terkini
-
Bahas Duit Rp200 Juta, Sarwendah Sindir Sosok 'Cong': Dulu Gak Bisa Bedain, Sekarang Udah Bisa
-
Perfeksionis Banget, Anjasmara Berkali-kali Ganti Formula Parfum Gara-Gara Ini
-
Doa Raffi Ahmad di Arafah, Minta Keluarga Dilindungi dan Diberi Keturunan Lagi
-
Diduga Sindir Pencopotan Kepala BGN, Cuitan Kunto Aji Ramai Dibahas: Jangan Senang Dulu
-
Bikin Jantung Deg-degan! Anak Kecil Nyemplung ke Kandang Gajah Saat Liburan
-
Kabar Duka, Peabo Bryson Penyanyi 'A Whole New World' Meninggal Dunia
-
Tak Ada Kaos Kaki, Kisah Haru Ayah Baluri Kaki Anak dengan Arang Bikin Mewek
-
Raffi Ahmad Mendadak Jalani Operasi Tengah Malam, Sakit Apa?
-
Mahasiswa Kepergok Ciuman Sesama Jenis di PNJ, Sang Ayah Datang Minta Maaf hingga Bersujud
-
Ibu Adhisty Zara Curahkan Perasaan Setelah Anaknya Menikah dengan Tsaqib