- Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Baleg DPR RI dan LMKN fokus pada transparansi tata kelola royalti musik yang dikritik keras.
- Melly Goeslaw mendesak LMKN mewajibkan pembukaan data perhitungan royalti serta implementasi sistem digital yang transparan.
- Baleg DPR RI menuntut perbaikan konkret LMKN melalui audit independen dan pembaruan infrastruktur digital demi akuntabilitas.
Ia meminta LMKN segera menyiapkan sistem digital yang transparan, sebuah dashboard atau platform yang bisa diakses real-time oleh para musisi, sehingga tidak ada lagi celah kecurigaan antara lembaga pengumpul dan pemilik hak.
Baleg Pertanyakan Kinerja LMKN
Aspirasi yang dibawa Melly Goeslaw mendapat sambutan serius dari para anggota Baleg DPR RI.
Dalam sesi tanya jawab, sejumlah anggota dewan secara tajam mempertanyakan kinerja LMKN selama ini.
Mereka menilai, keluhan yang disampaikan para musisi adalah bukti adanya ketidakberesan dalam manajemen internal lembaga tersebut.
Baleg menuntut LMKN untuk tidak hanya berlindung di balik regulasi lama, melainkan segera menyusun rencana perbaikan yang konkret.
Dua poin utama yang ditekankan oleh Baleg adalah pelaksanaan audit independen terhadap keuangan LMKN dan pembaruan infrastruktur digital secara menyeluruh.
"Kepercayaan pencipta lagu harus dipulihkan. Itu hanya bisa terjadi jika tata kelolanya bersih, akuntabel, dan berbasis data yang valid," ujar salah satu anggota Baleg dalam rapat tersebut.
Menuju Reformasi Tata Kelola Musik Indonesia
Baca Juga: Vidi Aldiano Menang Gugatan atas Tuntutan Rp24,5 Miliar oleh Keenan Nasution
RDPU ini ditutup dengan sebuah kesimpulan penting yang membawa angin segar bagi industri musik Indonesia.
Kritik tajam dan masukan konstruktif yang disampaikan Melly Goeslaw tidak akan menguap begitu saja.
Baleg DPR RI menegaskan bahwa seluruh aspirasi ini akan menjadi bahan bakar utama dalam penyusunan rekomendasi legislatif.
Langkah ini diharapkan menjadi titik awal reformasi menyeluruh manajemen royalti di Indonesia, memastikan setiap sen yang dihasilkan dari karya seni sampai ke tangan penciptanya dengan adil dan transparan.
Perjuangan Melly dan rekan-rekan musisi di Senayan hari ini menjadi sinyal kuat bahwa era ketertutupan dalam pengelolaan royalti harus segera diakhiri.
Berita Terkait
-
Vidi Aldiano Menang Gugatan atas Tuntutan Rp24,5 Miliar oleh Keenan Nasution
-
Strategi Baru LMKN Atasi Kisruh Royalti Musik, Ajak Musisi Jadi Mata-Mata
-
Transparansi Royalti Musik di Indonesia Bukan Mustahil, Ini Salah Satu Solusinya
-
Once Ungkap Sejarah Kelam Royalti Musik di Indonesia, dari Amarah Musisi Dunia dan Bencana Kelaparan
-
Piyu Padi: Minta Izin Nyanyikan Lagu Ada di UU Hak Cipta Baru, Bukan Gimik
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan