Suara.com - Nama Virdian Aurellio mencuri perhatian dalam acara dialog Bola Liar di Kompas TV yang tayang pada 5 Desember 2025.
Dia sebagai salah satu narasumber membahas bencana ekologis di Sumatra dan menuding adanya konflik kepentingan antara bisnis dan politik, yang melibatkan konsesi tambang dan hutan milik pejabat, termasuk menyentil lahan sawit.
Secara lantang, dia menegaskan tak lagi bisa percaya pada negara terutama dalam mengatasi masalah lingkungan.
"Saya pribadi sudah tidak percaya bahwa negara hari ini bisa mengatasi berbagai masalah lingkungan," ucapnya.
Bukan tanpa alasan, dia menjelaskan beberapa fakta tentang tambang hingga deforestasi.
"Saya rasa generasi muda, seperti saya dan teman-teman di sini, harusnya marah sama negara dan generasi tua. Karena mereka menikmati uang tambang, sawit, deforestasi. 2025 Indonesia tenggelam," katanya menggebu-gebu di acara tersebut.
"Kita yang tenggelam, meraka sudah nggak ada sudah mati. Jadi kami rasa layak marah hari ini, kami hidup masih lama, kebagian duitnya nggak, ikut tenggelam iya," sambungnya lagi.
Kemudian juga menyoroti tentang aksi pemerintah dalam hal ini beberapa pejabat tinggi saat bencana Sumatra ini terjadi.
Dia mengaku bingung dengan pejabat yang ikut-ikutan menggalang donasi, karena menurutnya mereka tidak seharusnya fomo.
Baca Juga: Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Gelontorkan Rp15 M untuk Korban Banjir Sumatra
Pejabat bisa menggunakan kekuasaannya untuk melakukan hal lain yang lebih besar seperti merampas uang dari perusahaan yang sudah membuat hutan gundul.
"Kalau negara butuh memang mau nambah duit, rampas balik itu berbagai korupsi lingkungan yang jumlahnya sampai triliunan, bukan malah bikin donasi internal," kritiknya.
Dia juga mengkritik tentang aksi beberapa pejabat yang datang ke lokasi bencana untuk pencitraan semata.
Harusnya mereka bisa berbuat lebih banyak misalnya dengan membuat kebijakan baru bukan hanya sekadar membantu di lapangan.
Berani selantang itu di hadapan publik, sebenarnya siapa sosok Virdian Aurellio?
Virdian Aurellio Hartono adalah seorang aktivis muda, penggiat komunikasi publik, dan Founder Meaningful Generation.
Berita Terkait
-
Ancaman Penyakit Intai Pengungsi Banjir Sumatra, DPR Minta Kemenkes Bertindak Cepat
-
Amarah Prabowo di Rapat Bencana: Bupati Umrah Saat Daerahnya Tenggelam
-
Umrah di Tengah Bencana, Bupati Aceh Selatan Terancam Sanksi
-
Eks Penyidik KPK: Korupsi dan Uang Pelicin di Sektor Lingkungan Picu Bencana di Sumatra
-
DPR Desak Pusat Ambil Alih Pendanaan Bencana Sumatra karena APBD Daerah Tak Mampu
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Kasus Hanania Group: Keanu AGL Penuhi Panggilan, Awkarin Mangkir Tanpa Kabar
-
Jelang Fan-Con di Jakarta, Kim Myungsoo Sapa Penggemar: Aku Sudah Menantikan Momen Ini
-
Betrand Peto Semprot Karyawan Sarwendah yang Sindir Ruben Onsu: Jangan Lari, Buka Kolom Komentar
-
Ditolak Hotel karena Takut Citra Angker, Film Dosa Bangun Set Sendiri hingga Sewa Dua Studio
-
Lewat Nobody Loves Kay, Aurora Ribero Ajak Anak Muda Hargai Setiap Mimpi
-
Reaksi Produser Film Dosa Saat Dilaporkan Ratu Sofya ke Polisi, Bantah Gimick Marketing
-
Betrand Peto Menangis Lihat Video Sarwendah, Bela Ruben Onsu: Ayahku Bukan Anjing, Bukan Bencong
-
Satu Studio Menangis: 3 Alasan Film "Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan" Sukses Sampaikan Pesan
-
DWP Buka Suara soal Promosi Whip Pink: Nama Acara Kami Dicatut
-
Namanya Terseret di Sidang Kasus Korupsi, Raffi Ahmad Gandeng Hotman Paris Jadi Pengacara