- Muhammad Suryo, CEO Surya Group dan sponsor utama, mengalihkan tur Slank menjadi misi kemanusiaan untuk korban bencana Sumatra.
- Seluruh keuntungan konser di Denpasar pada 27 Desember 2025 didonasikan, bahkan Kaka Slank melelang barang untuk menambah donasi.
- Suryo juga memberdayakan UMKM lokal melalui "Slankerpreneur" dan memprioritaskan warga sekitar pabrik dalam perekrutan karyawan.
Suara.com - Di bawah sorot lampu panggung yang menyilaukan, ribuan Slankers bersorak, mengikuti ritme lagu yang menjadi lagu kebangsaan lintas generasi.
Namun, di balik kemegahan tur 10 kota bertajuk "Hey Slank (HS): Berani Kita Beda", ada satu sosok yang memilih tetap berada di balik layar.
Ia tidak memegang instrumen musik, namun dialah dirigen utama yang memastikan roda besar pertunjukan ini terus berputar sembari membawa misi kemanusiaan yang mendalam.
Ia adalah Muhammad Suryo, atau yang akrab disapa Haji Suryo.
Pria kelahiran Lampung, 27 Maret 1984 ini merupakan CEO Surya Group, induk perusahaan yang menaungi berbagai lini bisnis strategis, termasuk brand rokok HS yang menjadi sponsor utama tur Slank kali ini.
Sejak Oktober 2025, Suryo telah berhasil membawa Slank menyapa penggemarnya di Yogyakarta, Surabaya, Semarang, hingga Denpasar.
Bagi Suryo, konser bukan sekadar urusan bisnis atau hiburan semata.
Ketika bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda wilayah Sumatra, ia segera mengubah arah kompas kegiatannya.
Panggung musik yang semula untuk bersenang-senang, disulap menjadi mimbar kepedulian.
Baca Juga: Promotor HS Pastikan, Seluruh Keuntungan Konser Slank akan Disumbangkan untuk Aceh dan Sumatra
Pada konser di Semarang, 14 Desember 2025, bantuan disalurkan bagi mahasiswa asal Sumatra yang terdampak.
Puncaknya terjadi di Denpasar pada 27 Desember 2025. Suryo mengumumkan sebuah langkah berani: seluruh keuntungan konser di Bali didonasikan untuk korban bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Langkah ini memicu gelombang kebaikan lainnya. Kaka, vokalis Slank, bahkan tergerak untuk melelang Vespa kesayangannya.
Seluruh hasil lelang tersebut diserahkan kepada Suryo untuk disalurkan langsung kepada para korban.
"Saya pastikan tidak satu rupiah pun melenceng. Seluruh keuntungan konser Bali dan hasil lelang Vespa Kaka akan sampai ke tangan saudara-saudara kita di Sumatra. Ini bukan soal pencitraan, ini adalah panggilan moral," ucap lulusan Fakultas Pertanian UPN Yogyakarta tersebut.
Suryo memiliki visi bahwa ekosistem Slank yang besar, dengan jutaan penggemar dan ratusan chapter, harus memiliki dampak ekonomi nyata.
Melalui wadah "Slankerpreneur", ia melibatkan UMKM lokal dalam setiap konser.
Mulai dari kuliner hingga merchandise, semua diberi ruang agar denyut ekonomi Slankers ikut bertumbuh seiring dengan berjalannya tur.
Prinsip pemberdayaan ini juga ia terapkan di pabrik rokok HS miliknya di Yogyakarta dan Magelang.
Berbeda dengan perusahaan besar yang mencari tenaga kerja berpengalaman, Suryo justru membuka pintu bagi mereka yang belum memiliki pengalaman kerja.
"Saya lebih mencari orang yang punya kemauan belajar daripada ijazah mentereng. Warga sekitar pabrik adalah prioritas kami," imbuhnya.
Dari hanya 30 karyawan di tahun 2023, kini perusahaannya telah menyerap 3.000 tenaga kerja, dengan target ekspansi hingga 10.000 karyawan pada 2026 mendatang.
Kesuksesan Suryo saat ini tidak datang dari langit. Ia bukan anak konglomerat; ia adalah putra seorang guru PNS asal Bengkulu yang merantau ke Yogyakarta pada 2002 dengan modal pas-pasan.
Ia pernah merasakan hidup di kamar kos berukuran 3x3 meter, sementara ayahnya harus menjual motor dan kebun demi membiayai kuliahnya.
Pahit getir masa lalu itulah yang membentuk mentalitas bajanya. Dimulai dari bisnis air isi ulang, ia merambah ke dunia rental mobil, konstruksi, properti, hingga kini memiliki maskapai penerbangan komersial, Fly Jaya.
Bagi Suryo, hidup adalah sebuah perjalanan yang penuh risiko namun harus terus dijalani dengan keberanian.
"Hidup ini seperti roller coaster. Melaju cepat, menegangkan, dan naik-turun adalah keniscayaan. Tapi kita harus berani terus bergerak mencari jalan," tuturnya.
Di tengah gemuruh musik Slank yang masih akan menyambangi enam kota lagi, termasuk Jakarta, Bandung, dan Lampung, sosok Muhammad Suryo menjadi pengingat bahwa di balik sebuah kesuksesan besar, selalu ada tangan-tangan sunyi yang bekerja demi kemanusiaan dan harapan orang banyak.
Berita Terkait
-
Promotor HS Pastikan, Seluruh Keuntungan Konser Slank akan Disumbangkan untuk Aceh dan Sumatra
-
Konser HUT ke-42 Slank Jadi Aksi Kemanusiaan: Keuntungan Didonasikan untuk Korban Bencana Sumatra
-
Bimbim Slank Doakan Korban Bencana Banjir Bandang Sumatera: Kalau Kita Lalai, Alam Membalas
-
Festival Kebangsaan Gema Kampus Sukses Digelar, Hadirkan Slank Hingga Once Mekel
-
Tiru Cara Bimbim Slank Tenangkan Penonton, Tika T2 Malah Dilempari Botol
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Anak Dituduh Batuk Akibat Asap Rokok, Virgoun ke PengacaraInara Rusli: Tabayyun Kaga Malah Nuduh
-
Alasan Pesulap Merah Poligami, Ada Kondisi Istri Pertama yang Tak Bisa Diungkap
-
Kerugian Lebih Besar dari Kasus Nikita Mirzani, Kok Melani Mecimapro Bebas?
-
Yakin Sudah Benar, Pesulap Merah Sebut Istri yang Tolak Poligami Bisa Ditegur Allah
-
Siapa Reynaldi Bermundo? Influencer Muda yang Baru Saja Meninggal, Kondisi Terakhirnya Disorot
-
Stranger Things: The First Shadow Bakal Dibuat Versi Film
-
Knetz Sindir Fans Asia Tenggara Kecoa, SEAblings Balas Pakai Bukti Duet Feby Putri dan LOCO
-
Tak Takut Film Action Gagal, Nico Rosto Siapkan Ramuan Khusus untuk Film Jangan Seperti Bapak
-
Bangun Ekosistem Olahraga, Rezky Aditya dan Dimas Seto Resmikan Monarch Padel di 5 Lokasi
-
Sinopsis Love O'Clock, Kisah Romantis Pertukaran Jiwa Shin Hae Sun dan Na In Woo