Namun klarifikasi tersebut belum sepenuhnya meredam kritik dari warganet yang tetap menilai pernyataannya problematik.
Seorang warganet menyebut akar masalah bukan perdebatan media sosial, melainkan keberadaan kasus kekerasan seksual itu sendiri.
"Banyak yang berisik aja keadilannya nggak dapat, apalagi nggak berisik," tulis warganet tersebut.
Arie kemudian menjelaskan posisinya dengan mencontohkan kasus Sitok Srengenge yang status hukumnya dianggap abu-abu.
"Kalau kasus Sitok itu berjalan sesuai proses hukum lalu dijatuhi hukuman, statusnya jadi tidak abu-abu," ujar Arie.
Dia lantas membandingkan dengan kasus Saipul Jamil yang telah diputus bersalah sehingga respons publik menjadi lebih tegas.
"Cancel dia jadi lebih mudah," kata Arie Kriting dalam balasan kepada warganet.
Namun pernyataan Arie soal "tidak perlu berisik setiap tahun" justru kembali memicu kemarahan warganet lainnya.
"Malah makin ngaco, justru harus berisik tiap hari biar orang-orang makin tahu," tulis seorang pengguna X.
Baca Juga: Arie Kriting Sebut Rizky Febian dan Mahalini Pasangan Sempurna: Gak Akan Ada Konflik Royalti
Arie Kriting kembali menegaskan bahwa maksudnya bukan melarang suara publik, melainkan mengkritik absennya penegakan hukum.
"Tidak perlu karena seharusnya dia sudah dihukum," jelas Arie menanggapi kebingungan warganet.
Dia menyebut masyarakat seharusnya tidak perlu lelah mengulang isu lama jika hukum bekerja sebagaimana mestinya.
"Tidak perlu semua keributan ini kalau hukum berjalan seperti seharusnya," tulis Arie Kriting.
Perdebatan panjang ini membuat Arie Kriting menjadi sorotan, bahkan tak kalah ramai dibanding isu awal yang melatarbelakanginya.
Kontributor : Chusnul Chotimah
Berita Terkait
-
Viral Bareng Sal Priadi, Kasus Sitok Srengenge Ternyata Mangkrak
-
Sesali Foto Bareng Sitok Srengenge, Sal Priadi Tegaskan Sikap Lawan Kekerasan Seksual
-
Sal Priadi Tuai Amarah Publik Usai Foto Bareng Terduga Pelaku Kekerasan Seksual
-
High School Fest 2025 Sukses Digelar, Hadirkan Nuansa Nostalgia di Pinggir Pantai
-
Sal Priadi Singgung Etika Pencantuman Nama Artis di Line Up Acara Musik
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Mantan ART Ajukan 2 Syarat Damai, Erin Taulany Tetap Pilih Jalur Hukum
-
Air Mata Al Ghazali Bikin Ahmad Dhani Batal Ceraikan Mulan Jameela
-
Tahun Lalu, Ahmad Dhani Akui Nyaris Ceraikan Mulan Jameela
-
Raisa Debut Musikal, Perankan Srikandi di Pagelaran Sabang Merauke 2026
-
Bukan Cuma Hantu, Film Kamu Harus Mati Angkat Trauma dan Halusinasi yang Meneror
-
DMASIV Dikira Bubar usai Hapus Semua Postingan IG, Ternyata Siapkan Era Baru Go Internasional
-
Viral! Korban Perkosaan di Konawe Selatan Diminta Nikahi Pelaku Demi Citra Bupati
-
Isyana Sarasvati Tampil Ngedance di Album Eklektiko, Lagu BURN Jadi Andalan Baru
-
Bantah Hera eks ART, Erin Taulany Pastikan Anak-Anak Marah Fotonya Diposting
-
Kasus Pelanggaran Privasi Berpeluang Gugur, Erin Taulany Bikin Laporan Baru ke Hera eks ART