Entertainment / Film
Minggu, 11 Januari 2026 | 20:00 WIB
Konferensi pers film Bidadari Surga di kawasan MH. Thamrin, Jakarta Pusat pada Jumat, 9 Januari 2025. [Suara.com/Tiara Rosana]
Baca 10 detik
  • Film drama religi romantis "Bidadari Surga" akan tayang di bioskop Indonesia mulai 15 Januari 2026, setelah tertunda lima tahun.
  • Penundaan perilisan disebabkan drama pasca-produksi, termasuk pandemi dan hilangnya data film yang ditemukan kembali oleh sutradara.
  • Film menampilkan Rey Mbayang dan Dinda Hauw, di mana mereka menghadapi tantangan karakter berbeda dari diri aslinya saat syuting.

Suara.com - Penantian panjang selama lima tahun akhirnya terbayar lunas. Film drama romantis religi bertajuk Bidadari Surga siap menyapa penonton bioskop Indonesia mulai 15 Januari 2026. 

Kabar gembira ini diumumkan langsung dalam konferensi pers yang digelar di kawasan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, pada Jumat, 9 Januari 2026.

Film tersebut diisi oleh jajaran pemain utama, antara lain pasangan suami istri Rey Mbayang dan Dinda Hauw, legenda komedi Indro Warkop, serta pemeran pendukung seperti Ibnu Wardani, Tommy Babap, dan Nessa Aqila.

Sempat "Hilang" dan Tertunda 5 Tahun

Hal mengejutkan terungkap mengenai alasan mengapa film ini baru dirilis pada tahun 2026. Sang sutradara, Indra Gunawan, membeberkan bahwa proses pasca-produksi film ini mengalami drama yang cukup pelik, mulai dari pandemi Covid-19 hingga hilangnya data film.

"Sebenarnya ini sesuatu yang di luar kita inginkan. Ini sempat hilang sebenarnya film ini. Karena ada Covid, kita sempat stop banyak, terus sempat hilang file-nya di mana kita enggak tahu. Waduh bisa dilacak enggak nih filmnya di mana? Ternyata kita ketemu, kita edit ulang," kata Indra Gunawan di hadapan awak media.

Indra menambahkan bahwa perjalanan film ini sangat dramatis, baik saat syuting maupun pasca-produksi. 

"Mungkin karena sesuatu kejadian-kejadian yang kita enggak bisa perkirakan, ya mungkin ini jodoh jalannya (tayang sekarang)," tambahnya.

Konferensi pers film Bidadari Surga di kawasan MH. Thamrin, Jakarta Pusat pada Jumat, 9 Januari 2025. [Suara.com/Tiara Rosana]

Tantangan Chemistry Rey Mbayang dan Dinda Hauw

Baca Juga: 6 Film Rachel Amanda, Suka Duka Tawa Baru Tayang di Bioskop

Meski diperankan oleh pasangan suami istri di dunia nyata, Rey dan Dinda justru mengaku menghadapi tantangan berat. Pasalnya, syuting dilakukan sekitar empat hingga lima tahun lalu, tepat setelah Dinda melahirkan anak pertama mereka.

Dinda Hauw mengungkapkan bahwa kondisi emosionalnya saat itu sedang tidak stabil karena mengalami baby blues, namun dia harus memerankan karakter Nadia yang awalnya membenci Opan.

"Jujur bingung juga sih karena kayak pada saat itu tuh lagi ada baby blues-nya gitu. Kayak bawaannya tuh mau marah gitu kan. Tapi kok bisa dapat ya?" jelas aktris 29 tahun tersebut. 

"Cuma ya alhamdulillahnya tuh emang mungkin karena kita lumayan sering ditatar sama Mas Indra di tempat reading. Dan emang disuruh untuk keluar jadi Opan dan Nadia, jadi harus on character sih," tambah Dinda.

Sementara itu, Rey Mbayang harus keluar dari zona nyamannya. Dikenal sebagai sosok yang kalem dan santun, Rey dituntut menjadi YouTuber yang slengean dan hiperaktif.

"Untuk mau bikin gerak-gerak yang kayak gitu-gitu aja tuh aduh Ya Allah aku geli banget. Geli asli. Geli sendiri. Cuma itu kata Mas Indra, 'Ya lo bayangin aja lo di sini YouTuber, terus bisa-bisanya lo kepikiran buat mancing orang mau bayar buka hijab. Berarti segitunya pikiran lo, seliar itu'," kenang Rey menirukan arahan sutradara.

Indro Warkop: Antara Komedi dan Pesan "Tengkorak"

Kehadiran Indro Warkop memberikan warna tersendiri. Memerankan sosok Kiai yang bijak dan serius, Indro membuktikan kapasitasnya sebagai aktor watak, bukan sekadar komedian. 

Meski demikian, dia menegaskan bahwa Bidadari Surga adalah film religi yang dibalut komedi ringan.

Mengenai perannya yang serius, Indro memiliki pandangan teguh bahwa komedian sejatinya adalah aktor. 

"Film komedi akan menjadi lucu ketika ceritanya lucu dan orang yang memainkan bisa akting. Jadi ketika film komedi, seseorang komedian ada di film, berarti dia aktor. Bukan komedian," tegasnya.

Konferensi pers film Bidadari Surga di kawasan MH. Thamrin, Jakarta Pusat pada Jumat, 9 Januari 2025. [Suara.com/Tiara Rosana]

Kehangatan di Lokasi Syuting: Dari Nasi Kebuli hingga Transaksi Rumah

Suasana kekeluargaan sangat terasa selama proses produksi. Para pemain pendukung seperti Ibnu Wardani dan Tommy Babap berbagi cerita seru di balik layar. 

Ibnu, yang melakoni debut film perdananya di sini, bahkan memiliki kenangan unik terkait transaksi properti dengan Rey Mbayang.

"Saking dekatnya, akhirnya fun fact-nya kita sampai transaksi rumah ya. Ibnu beli rumah dari rumah yang ditawarin ke aku. Akhirnya aku (bilang) 'Ke siapa ya temen di rumah? Oh Ibnu, Ibnu aja.' Akhirnya udah jadi rumah impiannya dia alhamdulillah," cerita Rey sambil tertawa.

Selain itu, momen kebersamaan juga tercipta lewat kuliner. Ibunda Ibnu Wardani diketahui sering memasak untuk para pemain, termasuk Nasi Kebuli yang menjadi favorit Indro Warkop. 

Saking akrabnya, Indro bahkan sempat membuat konten TikTok bersama para pemain muda.

"Bayangin dong sampai Om Indro aja tuh saking pengin ngebaur, terus pengin ngikut sama kita-kita tuh sampai ikutan TikTok-an bareng lho sama aku waktu itu. Kayak happy banget," kenang Dinda Hauw.

Menutup konferensi pers, para pemain berharap film ini dapat menjadi tontonan yang menghibur sekaligus menuntun. 

Rey Mbayang menekankan bahwa Bidadari Surga adalah film yang ringan dan cocok dinikmati bersama keluarga untuk mengawali tahun 2026.

"Ini tuh film ringan, enggak perlu diberat-beratin. Happy bawaannya, enggak perlu terlalu banyak ekspektasi juga. Nonton mengalir itu. Semoga film ini tuh bisa menjadi tempat untuk kita berbahagia sama keluarga," tutup Rey.

Sebagai informasi, Bidadari Surga mengisahkan tentang Taufan alias Opan (Rey Mbayang), seorang YouTuber kaya raya yang kerap membuat konten kontroversial dan petakilan demi popularitas. 

Hidup bebasnya mulai terusik ketika ia jatuh hati pada Nadia Suciningrum (Dinda Hauw), putri seorang kiai kharismatik, Kiai H. Sahid (Indro Warkop).

Perbedaan gaya hidup yang mencolok menjadi konflik utama. Taufan harus berjuang mendapatkan restu Pak Kiai yang selektif, sekaligus membuktikan bahwa dirinya layak menjadi imam bagi Nadia.

Film ini tidak hanya menyajikan romansa, tetapi juga transformasi karakter yang penuh pesan moral.

Load More