- Sutradara Achmad Romie Baraba mentransformasi Buto Ijo menjadi teror psikologis dalam film terbarunya, Penunggu Rumah: Buto Ijo.
- Film ini menyajikan horor investigatif, fokus pada konflik manusia dan konsekuensi janji diingkari, bukan sekadar monster visual.
- Penunggu Rumah: Buto Ijo dijadwalkan tayang di bioskop-bioskop pilihan mulai tanggal 15 Januari 2026 mendatang.
Suara.com - Sosok Buto Ijo selama ini dikenal sebagai raksasa hijau dalam dongeng pengantar tidur yang menakutkan bagi anak-anak.
Namun, di tangan sutradara Achmad Romie Baraba, mitologi kolektif masyarakat Indonesia ini bertransformasi menjadi teror psikologis yang nyata dan menekan melalui film terbarunya, Penunggu Rumah: Buto Ijo.
Bagi Romie, ketertarikannya menggarap film ini berakar dari kedekatan sosok Buto Ijo dengan konsep rumah dan keluarga.
Ia memandang Buto Ijo bukan sekadar monster visual, melainkan simbol ancaman yang perlahan merayap masuk ke dalam ruang paling privat manusia: tempat tinggal mereka sendiri.
"Sosok Buto Ijo adalah simbol yang sangat dekat dengan ingatan kita. Ia mewakili rasa aman yang perlahan berubah menjadi ancaman," kata Romie.
Sejak pertama kali menerima naskah dari Gandhi Fernando, Romie sudah memiliki visi yang jelas.
Ia ingin menyuguhkan horor yang tidak hanya mengandalkan penampakan mengejutkan, tetapi juga kedalaman emosional.
Penunggu Rumah: Buto Ijo hadir dengan pendekatan horor investigatif, di mana kengerian tumbuh dari situasi, konflik antarmanusia, dan atmosfer lokasi yang mencekam.
Bersama Gandhi Fernando, Romie mengolah esensi cerita rakyat ini ke dalam konteks modern.
Baca Juga: Aulia Sarah Jadi Bidan Ketiban Sial, Film Sengkolo Petaka Satu Suro Kuras Emosi
Fokusnya bukan lagi sekadar raksasa yang mengejar mangsa, melainkan tentang janji yang diingkari, ketamakan, dan konsekuensi pahit dari pilihan hidup manusia.
"Sumber horornya tidak hanya datang dari makhluknya, tetapi juga dari dampak pilihan-pilihan yang diambil oleh karakter di dalamnya," imbuh sang sutradara.
Berbeda dengan film horor pada umumnya yang kerap mengandalkan suara bising untuk mengejutkan penonton, Romie memilih jalur yang lebih menantang.
Ia menjaga ritme film agar tetap tenang namun memberikan tekanan yang konsisten, sebuah pendekatan yang ia sebut bukan sekadar slow burn, melainkan teror yang membayangi.
Hal ini juga menuntut akting yang luar biasa dari Gandhi Fernando yang memerankan karakter Ali.
Gandhi ditantang untuk menampilkan ketakutan yang tertahan dan internal, memberikan kesan bahwa ancaman tersebut nyata meski tidak selalu terlihat.
Proses produksi yang melibatkan Creator Media, Maxstream Studios, Seru Juga Film Studio, dan Vibe ini disebut berjalan sangat kolaboratif.
Diskusi intens antara sutradara, produser, dan pemain memastikan setiap adegan memiliki dampak maksimal bagi penonton.
Romie berharap, setelah keluar dari bioskop, penonton tidak hanya merasa terhibur, tetapi juga membawa pulang rasa tidak nyaman yang membekas.
Film ini mengajak kita mempertanyakan kembali makna rumah, janji, dan hal-hal kecil yang sering dianggap sepele namun berpotensi membawa petaka besar.
Siapkan nyali Anda, Penunggu Rumah: Buto Ijo dijadwalkan meneror bioskop-bioskop pilihan mulai 15 Januari 2026.
Sebuah pengalaman horor berbeda yang menjanjikan ketegangan hingga napas terakhir.
Berita Terkait
-
Aulia Sarah Jadi Bidan Ketiban Sial, Film Sengkolo Petaka Satu Suro Kuras Emosi
-
Review Penunggu Rumah: Buto Ijo, Upaya Gandhi Fernando Angkat Mitologi yang Terlupakan
-
Sinopsis Film Sebelum Dijemput Nenek, Cerita Mitos Berbalut Komedi
-
Setelah 8 Tahun, Sekuel Film Kafir: Gerbang Sukma Siap Tayang 29 Januari 2026
-
Cuma Dua Hari! Promo Beli 1 Gratis 1 Tiket Nonton Film Dusun Mayit di m.tix Mulai Hari Ini
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Trauma Masa Lalu, Fariz RM Pilih Hidup Tanpa Ponsel Usai Bebas Penjara
-
180 Derajat dengan Tasya Farasya, Sikap Tasyi Athasyia Jadi Target 'Halo Kakak Spill Skincare'
-
Vilmei Nangis Akun TikTok 68 Juta Followers Diblokir Permanen, Kerugian Capai Miliaran?
-
Clara Shinta Sindir Tasya Farasya Bongkar Setingan Konten Spill Skincare: Itu Kode Etik
-
Lebih dari Sekadar Isu Lingkungan, Sandy Canester Ajak Pendengar Berefleksi Lewat Single Pohon
-
Viral Guru Muslim Mengajar di Sekolah Katolik, Sikap Siswanya Saat Ramadan Jadi Sorotan
-
Babak Baru Fariz RM Usai Bebas Penjara: Cuma Main Musik, Manajemen Diurus Keluarga
-
Bukan Sekadar Kuliner, RM Padang Payakumbuah Rilis Video Klip Bareng Davina Karamoy dan Laleilmanino
-
Fakta Baru, Raihan dan Mahasiswi UIN Suska yang Dibacok Sebenarnya Pacaran?
-
5 Film dan Series Tayang di Prime Video Maret 2026, Siren's Kiss Sampai Young Sherlock