-
Cerita film ini dikembangkan dari pengalaman pribadi penulis skenario yang diganggu makhluk halus saat masa kehamilan.
- Selain teror mistis Satu Suro, film ini menonjolkan kedalaman emosi, hubungan kakak-adik, dan kerapuhan seorang perempuan.
- Para pemain menghadapi tantangan fisik berat dan gangguan kesehatan selama syuting di lokasi keramat daerah Kebumen.
Suara.com - MVP Pictures kembali mempersembahkan karya horor terbaru bertajuk Sengkolo: Petaka Satu Suro. Film yang disutradarai oleh Deni Saputra ini dijadwalkan tayang mulai 22 Januari 2026.
Dengan sentuhan cerita yang mendalam, film ini diharapkan mampu memberikan warna baru di tengah gempuran film horor Indonesia.
Dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Selasa, 13 Januari 2026, Raam Punjabi selaku produser menyampaikan optimismenya. Dia menegaskan bahwa film ini dirancang untuk menjadi pembeda di pasar horor yang kian padat.
"Ini membuat hati kami lebih yakin, lebih mantap untuk memberikan horor-horor yang memang sangat banyak di pasar, dan mudah-mudahan ini jadi satu horor yang lain daripada yang lain," ungkap Raam Punjabi.
Raam menambahkan, peran produser baginya lebih dari sekadar pemodal, melainkan fasilitator bagi talenta-talenta kreatif.
"Saya sebetulnya minta kru saya ganti nama bukan produser, tapi sebagai fasilitator. Karena nasib saya, saya cuma fasilitasi rekan-rekan yang punya bakat, punya modal kerja dan saya jadi fasilitatornya untuk menyatukan mereka," tambahnya.
Sengkolo: Horor Berbalut Drama dan Mitos Jawa
Film ini mengangkat tema "Sengkolo" yang dalam kepercayaan Jawa berarti kesialan atau malapetaka. Namun, penulis skenario Maruska Bath mengungkapkan bahwa ide awal cerita ini lahir dari pengalaman pribadinya.
"Sebenarnya aku bikin cerita ini udah lama, udah hampir dua tahunan. Dan itu karena waktu aku hamil anak aku, aku sering diganggu kuntilanak," tutur Maruska.
Baca Juga: Aulia Sarah Jadi Bidan Ketiban Sial, Film Sengkolo Petaka Satu Suro Kuras Emosi
"Jadi waktu aku hamil aku suka diganggu kuntilanak sampai anakku lahir itu kuntilanak masih ngintil terus. So aku berpikir kayaknya kok menarik ya bikin cerita tentang orang hamil gitu," tambah dia.
Sang penulia kemudian mengembangkan ide tersebut menjadi kisah yang sarat akan drama keluarga.
"Akhirnya jadilah si Sengkolo ini cerita tentang ibu hamil ini, tapi kita juga pengon cerita ini ada dramanya, ada hubungan antar kakak-adik yang kuat dan gimana pengorbanan di antara kakak dan adik ini. Karena kita pengen punya cerita horor tapi yang dramanya juga kuat," jelasnya.
Sutradara Deni Saputra menambahkan bahwa riset mendalam dilakukan untuk memastikan akurasi cerita, termasuk latar waktu yang merujuk pada tahun 2009.
"Kita bener-bener riset sama tim penyutradaraan itu bukan hanya sebatas ngasal 'oh tahun segini aja', enggak bisa. Kita harus sesuaikan Satu Suronya ini tanggal berapa nih, hari apa nih, memang bener-bener pas di tanggal itu," beber Deni.
Tantangan Fisik dan Emosional Para Pemain
Aulia Sarah, yang memerankan tokoh utama Rahayu, mengaku menghadapi tantangan berat dalam menyeimbangkan emosi dan fisik. Karakter Rahayu digambarkan sebagai bidan yang menyimpan kerapuhan meski terlihat kuat.
"Karakter Rahayu ini membawakan emosi yang berlayer. Dari dia yang kehilangan, terus juga putus asa, terus terlalu cinta akan sesuatu dan dia terlalu takut untuk kehilangan juga. Yang ironis adalah dia membantu banyak orang tapi dia lupa membantu dirinya sendiri," kata Aulia.
Secara fisik, Aulia harus melakoni adegan kesurupan yang menguras energi.
"Kenapa aku bilang kayak menguras banyak banget, ketika dia kesurupan itu, itu nggak cuma soal pergerakan badan. Aku harus ingat di situ ada Rahayu yang rapuh, yang punya luka yang banyak. Jadi harus menggabungkan, aku harus ingat terus dengan si Rahayunya, jadi enggak boleh lupa gitu," lanjutnya.
Sementara itu, Agla Artalidia yang berperan sebagai Marni, sahabat Rahayu, juga merasakan intensitas yang sama.
"Pas saat kita syuting scene itu, selesai take, cut gitu, kita berdua pelukan terus nangis diam gitu lama banget," kenang Agla.
Cindy Nirmala, yang memerankan Ratih, bahkan mengalami kejadian fisik yang tak biasa selama syuting.
"Selama syuting film Sengkolo ini tuh aku sakit dari hari pertama sampai hari terakhir syuting. Sakit enggak sembuh-sembuh. Film ini doang loh, aku enggak pernah selama aku syuting sakit dari awal syuting sampai akhir," ungkap Cindy.
Lokasi Syuting yang Menyimpan Aura Mistis
Pengambilan gambar dilakukan di Kebumen, Jawa Tengah, di lokasi yang menurut warga setempat memiliki sejarah kelam. Hadrah Daeng Ratu, selaku supervisi kreatif, menceritakan pengalaman tim produksi saat berada di lokasi tersebut.
"Warga lokal sana bilang, 'kok berani sih syuting di sana? Kita aja kalau malam jarang ada yang mau keluar rumah'. Terus sampai ada yang nanya ke kita ini kuncennya siapa? Kok kalian lancar-lancar aja syutingnya? Wah gitu dalam hatiku untung udah minggu kedua dia ngomongnya," cerita Hadrah.
Sutradara Deni Saputra menambahkan bahwa lokasi tersebut konon tidak terdeteksi oleh Belanda pada zaman VOC.
"Ada namanya Telogo Depok. Dan tempatnya sangat asri sekali, sangat tenang, saya betah di sana. Tapi ada beberapa set yang memang orang tidak mau untuk malam tuh keluar di sana. Memang tempatnya serem banget," terang Deni.
Pesan Moral: Kekuatan di Balik Kerapuhan
Di balik teror yang disajikan, Sengkolo: Petaka Satu Suro membawa pesan moral tentang kekuatan perempuan. Aulia Sarah berharap karakter Rahayu bisa menjadi refleksi bagi banyak perempuan di luar sana.
"Untuk Rahayu-Rahayu di luar sana aku ingin berpesan, sebenarnya kita tuh nggak harus terlihat kuat terus karena biasanya orang yang kuat juga belum tentu hidupnya baik-baik saja," pesan Aulia.
"Terus juga enggak salah juga untuk kita sekali-sekali meminta pertolongan. Orang meminta pertolongan bukan berarti dia lemah," lanjutnya.
Dengan deretan pemain lain seperti Dimas Aditya, Hardy Ardiwan, Encé Bagus, Naimma Aljufri, dan Mihdad Addausy, film ini siap menyapa penonton dengan cerita yang mencekam namun menyentuh hati.
Sengkolo: Petaka Satu Suro akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 22 Januari 2026.
Tag
Berita Terkait
-
4 Drama China yang Diadaptasi dari Novel Karangan Bai Lu Cheng Shuang
-
7 Karakter di Drama China Fated Hearts, Dibintangi Li Qin dan Chen Zheyuan
-
Banjir Job, Ini 4 Drama Hou Minghao yang Tayang Sepanjang 2025
-
4 Drama Korea Adaptasi Webtoon Populer yang Dibintangi Moon Sang Min
-
Drama China Our Secret: Dari Bangku Sekolah hingga Kehidupan Dewasa
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Tanpa Jump Scare Berisik, Achmad Romie Baraba Hadirkan Horor Atmosferik di Penunggu Rumah: Buto Ijo
-
Review Culinary Class Wars 2: Kurang Seru, Tapi Endingnya Tak Terduga!
-
4 Sumber Kekayaan Kenny Austin yang Dituding Mokondo oleh Satria Mulia
-
Review Broken Strings: Cara Aurelie Moeremans Menyembuhkan Luka Child Grooming
-
Klarifikasi Kak Seto Dituding Tak Bantu Aurelie Moeremans Lepas dari Cengkraman 'Bobby'
-
Totalitas Putri Intan Kasela di Film Kuyank, 5 Hari Berendam di Rawa Lumpur
-
Trailer Balas Budi Resmi Rilis, Michelle Ziudith Jadi Korban Bunglon Penipu Cinta
-
Sinopsis The Mummy: Kembalinya Putri yang Hilang Jadi Mimpi Buruk
-
Sosok Artis Arogan di Buku Aurelie Moeremans Dicurigai Sebagai Nikita Willy
-
Film Komedi Romantis "Macam Betool Aja" Siap Tayang 12 Februari: Tiga Sahabat Sabotase Pernikahan