Akting Michelle Ziudith sebenarnya solid, begitu juga Fara Shakila. Masalahnya bukan pada kemampuan akting, melainkan pada pembangunan emosi yang terasa terburu-buru dan dangkal.
Ketika Gendis mulai menunjukkan perubahan perilaku akibat gangguan gaib Dewi Raras, saya lebih sering merasa "oh, begitu" daripada benar-benar cemas.
Padahal, konflik ibu yang harus menyelamatkan anaknya dari ancaman tak kasat mata seharusnya menjadi jantung cerita.
Beberapa adegan terasa seperti pengulangan, sehingga membuat saya bosan, sampai-sampai jumpscare pun gagal bikin kaget.
Taskya Namya dan Rio Dewanto Gagal Menyelamatkan
Saya harus jujur, setiap kali Taskya Namya muncul sebagai Tika, film ini terasa sedikit lebih hidup.
Performanya konsisten dan meyakinkan, bahkan ketika karakter yang dia perankan tidak ditulis dengan optimal.
Rasanya seperti menyaksikan aktor potensial yang terjebak dalam naskah yang tidak sepenuhnya tahu mau dibawa ke mana.
Rio Dewanto sebagai Anto juga cukup membantu menjelaskan mitos Alas Roban, meski penjelasan tersebut terasa setengah matang.
Baca Juga: Teror Jalur Pantura Dimulai, Alas Roban Suskes Hantui 176 Ribu Penonton di Hari Pertama
Mitos Dewi Raras yang diperankan Imelda Therinne, dan janji ritual lama seharusnya bisa digali lebih dalam agar dunia film terasa utuh dan meyakinkan.
Pada akhirnya, sosok gaib penguasa Alas Roban itu kurang menakutkan sebagai villain.
Horor Berisik yang Melelahkan Telinga
Salah satu hal yang paling mengganggu pengalaman menonton saya adalah desain suara.
Entah kenapa, film horor Indonesia masih sering mengandalkan suara keras sebagai senjata utama.
Di Alas Roban, volume yang berlebihan justru membuat saya tidak nyaman, bukan takut.
Penggunaan lagu tema dengan lirik terasa tidak perlu dan malah mengurangi suasana mencekam.
Saya membayangkan film ini akan jauh lebih efektif jika menggunakan musik instrumental yang tenang, pelan, dan konsisten membangun ketegangan.
Cerita Terlalu Panjang untuk Horor Generik
Dengan durasi sekitar 110 menit, film ini terasa bertele-tele dengan hanya mengandalkan segudang jumpscare murahan.
Alurnya sangat mudah ditebak, perjalanan tergesa, kendaraan mogok, gangguan gaib, kerasukan, masuk ke alam lain, lalu ritual pengorbanan.
Saya merasa sudah menonton versi-versi serupa berkali-kali dalam film horor lokal lainnya.
Beberapa adegan horor terasa mubazir dan hanya berfungsi sebagai jumpscare yang berisik.
Akibatnya, ketegangan justru mandek, dan saya sempat merasa lelah mengikuti ceritanya dan walk out sebelum film benar-benar berakhir.
Potensi Besar yang Belum Menemukan Arah
Alas Roban bukan film yang sepenuhnya gagal, tetapi jelas belum mencapai potensi maksimalnya.
Bagi saya pribadi, Hadrah Daeng Ratu seperti setengah hati menggarap film ini, tidak seperti film-film sebelumnya, contohnya Pemandi Jenazah.
Lokasi kuat, jajaran pemain berbakat, dan premis yang menjanjikan sayangnya tidak diolah dengan fokus yang jelas.
Film ini seperti ingin menjadi drama keluarga sekaligus horor mistis, namun akhirnya terjebak di tengah-tengah.
Saya berharap ke depannya, kisah-kisah horor dengan latar legendaris seperti Alas Roban bisa digarap dengan visi yang lebih tegas dan berani.
Kontributor : Chusnul Chotimah
Berita Terkait
-
Review 28 Years Later: The Bone Temple, Lebih Brutal Namun Manusiawi
-
Escape Plan 2 Malam Ini: Penjara Teknologi Canggih Tempat Tahanan Dipaksa Bertarung seperti Binatang
-
Sinopsis Sahabat Anak, Film Kak Seto yang Terancam Diboikot Usai Kasus Aurelie Moeremans
-
Power Rangers: Menelusuri Kembali Awal Mula Lima Remaja Pilihan Zordon, Malam Ini di Trans TV
-
5 Hal Menarik yang Bikin Film Run Wajib Masuk Daftar Tontonan
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Konflik dengan Sarwendah Makin Panas, Ruben Onsu Murka Dengar Kata 'Najis' dan 'Cong'
-
Diterpa Isu Cerai Sejak 2025, Anthony Xie Akhirnya Buka Suara soal Ruma Tangga dengan Audi Marissa
-
Shenina Cinnamon dan Sahabat Bersaing Temui Idola K-Pop, Fokus Night Shift for Cuties di Netflix
-
Demi Jalan-Jalan Lepas Penat, Ibu di Bantul Tega Lakban Mulut dan Kaki Balitanya di Kontrakan
-
Sinopsis Sebelum Dijemput Nenek: Film Teror Arwah yang Siap Geser Posisi Agak Laen 2 di Netflix
-
Jelang Rilis Film Baru Warkop DKI, Indro Persembahkan Lagu Dan Aku Rindu untuk Mendiang Sahabat
-
Shark Bait: Liburan Musim Panas Berujung Maut, Malam Ini di Trans TV
-
Siberia: Keanu Reeves Terjebak Intrik Berlian dan Cinta Membara, Malam Ini di Trans TV
-
The Doll 2: Teror Sabrina Kembali Gentayangan, Malam Ini di ANTV
-
Buktikan Bukan Pelaku Kriminal Pakai SKCK, Clara Shinta Bongkar Halusinasi Mantan Suami