- Bimbim menegaskan Slank tidak pernah berubah sejak dulu dan tetap kritis.
- Ridho keberatan jika Slank disebut baru kembali ke "setelan pabrik" atau kritis lagi setelah merilis proyek Republik Fufufafa, karena menganggap publik kurang mengamati perjalanan mereka.
- Ridho membuktikan bahwa Slank tetap konsisten merilis lagu kritik di era Jokowi, seperti pada album Pala Lu Peyang (2017) dan album Vaksin (2021).
Suara.com - Lagu Republik Fufufafa rilisan Slank pada November 2025 dianggap sebagai momen kembalinya band veteran tersebut untuk bersuara soal carut marut yang terjadi di Indonesia.
Di era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), publik membaca Slank agak 'melempem'. Sudah bukan rahasia umum, Slank dan presiden ketika itu memang memiliki kedekatan spesial.
Tapi anggapan tersebut dinilai salah oleh pentolan Slank, Bimbim. Menurutnya, Slank tak pernah berubah dari dulu.
"Sebenarnya Slank nggak ke mana-mana kok, mereka aja yang berubah," kata Bimbim Slank ditemui di Gang Potlot, Jakarta Selatan pada Jumat, 5 Juni 2026.
Personel lain, Ridho, bahkan agak keberatan jika Slank dianggap kembali ke setelan pabrik karena mulai mengkritik pemerintah lagi lewat karya yang mereka buat.
"Kalau kata gue, kalian jangan nulis 'setelan pabrik', berati kalian nggak ngerti Slank," kata Ridho memulai penjelasan.
Ridho mengatakan, Slank pernah mengeluarkan album Pala Lu Peyang pada 2017. Isinya menurut Ridho juga berisi soal kritik ke pemerintah.
"Di 2017, itu kan periode pertama (Jokowi)," kata Ridho.
Ridho juga membuktikan karya Slank lain yang kritis ke pemerintah lewat album Vaksin di 2021.
Baca Juga: Targetkan Pendapatan Rp8 Triliun, Jakarta Fair 2026 Bakal Diramaikan Slank hingga J-Rock
"Jadi kalau sekarang baru kalian ngomong, berarti kalian nggak ngerti. Nggak ngamatin Slank dari 2014," kata gitaris slank ini.
Dari sejumlah penjelasan ini, Ridho meminta agar orang-orang tak lagi bicara soal Slank akhirnya kembali ke setelan pabrik setelah merilis lagu maupun album Republik Fufufafa.
"Jadi, better jangan tulis itu, bakalan menjadi aneh," ujar Ridho Slank.
Berita Terkait
-
Kolaborasikan Musik dan UMKM, Konser HS Hey Slank di Bandung Diserbu 25ribu Slankers
-
Hey Slank Guncang Bandung, Angkat Spirit Berani Beda dan Dukung Industri Kreatif
-
Bongkar Biaya Jadi Pilot, Ridho Slank Sebut Terbangkan Pesawat Lebih Murah daripada Main Golf
-
Jawaban Slank Dibilang Kembali ke 'Setelan Pabrik' Usai Rilis Lagu Republik Fufufafa
-
Mengulas Empat Lagu Slank di Album Republik Fufufafa: Sentil IKN hingga Koruptor Rakus
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan