Entertainment / Music
Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:42 WIB
Slank dalam peluncuran album 'Republik Fufufafa' di Gang Potlot, Jakarta Selatan pada Jumat, 5 Juni 2026 [Suara.com/Rena Pangesti]
Baca 10 detik
  • Bimbim menegaskan Slank tidak pernah berubah sejak dulu dan tetap kritis.
  • Ridho keberatan jika Slank disebut baru kembali ke "setelan pabrik" atau kritis lagi setelah merilis proyek Republik Fufufafa, karena menganggap publik kurang mengamati perjalanan mereka.
  • Ridho membuktikan bahwa Slank tetap konsisten merilis lagu kritik di era Jokowi, seperti pada album Pala Lu Peyang (2017) dan album Vaksin (2021).

Suara.com - Lagu Republik Fufufafa rilisan Slank pada November 2025 dianggap sebagai momen kembalinya band veteran tersebut untuk bersuara soal carut marut yang terjadi di Indonesia.

Di era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), publik membaca Slank agak 'melempem'. Sudah bukan rahasia umum, Slank dan presiden ketika itu memang memiliki kedekatan spesial.

Tapi anggapan tersebut dinilai salah oleh pentolan Slank, Bimbim. Menurutnya, Slank tak pernah berubah dari dulu.

"Sebenarnya Slank nggak ke mana-mana kok, mereka aja yang berubah," kata Bimbim Slank ditemui di Gang Potlot, Jakarta Selatan pada Jumat, 5 Juni 2026.

Personel lain, Ridho, bahkan agak keberatan jika Slank dianggap kembali ke setelan pabrik karena mulai mengkritik pemerintah lagi lewat karya yang mereka buat.

"Kalau kata gue, kalian jangan nulis 'setelan pabrik', berati kalian nggak ngerti Slank," kata Ridho memulai penjelasan.

Ridho mengatakan, Slank pernah mengeluarkan album Pala Lu Peyang pada 2017. Isinya menurut Ridho juga berisi soal kritik ke pemerintah.

"Di 2017, itu kan periode pertama (Jokowi)," kata Ridho.

Slank dalam peluncuran album 'Republik Fufufafa' di Gang Potlot, Jakarta Selatan pada Jumat, 5 Juni 2026 [Suara.com/Rena Pangesti]

Ridho juga membuktikan karya Slank lain yang kritis ke pemerintah lewat album Vaksin di 2021.

Baca Juga: Targetkan Pendapatan Rp8 Triliun, Jakarta Fair 2026 Bakal Diramaikan Slank hingga J-Rock

"Jadi kalau sekarang baru kalian ngomong, berarti kalian nggak ngerti. Nggak ngamatin Slank dari 2014," kata gitaris slank ini.

Dari sejumlah penjelasan ini, Ridho meminta agar orang-orang tak lagi bicara soal Slank akhirnya kembali ke setelan pabrik setelah merilis lagu maupun album Republik Fufufafa.

"Jadi, better jangan tulis itu, bakalan menjadi aneh," ujar Ridho Slank.

Load More