Entertainment / Film
Senin, 19 Januari 2026 | 21:15 WIB
Bukan sekadar sci-fi biasa, film Esok Tanpa Ibu jadi refleksi hubungan manusia dan alam. [Instagram]
Baca 10 detik
  • Film drama keluarga fiksi ilmiah berjudul Esok Tanpa Ibu tayang serentak pada 22 Januari 2026 di bioskop nasional.
  • Produksi ini kolaborasi BASE Entertainment, Beacon Films, Refinery Media, dan disutradarai oleh Wi Ding Ho.
  • Cerita film ini mengeksplorasi filosofi hubungan antara sosok Ibu, Kecerdasan Buatan (AI), dan Ibu Pertiwi.

Ringgo Agus Rahman, yang memerankan sosok Bapak, mengaku film ini menjadi "tamparan" keras baginya sebagai seorang ayah dan suami di kehidupan nyata. 

Dia menyoroti fenomena budaya di mana banyak ayah yang menyerahkan sepenuhnya urusan domestik dan emosional keluarga kepada istri.

"Bapak-bapak, jangan terlalu mempercayakan semua sama istrinya. Paham sekali hal itu sulit. Hei, justru hal sulit yang kita tembus dan selesaikan itu adalah ujian bagi para suami dan bapak sesungguhnya," ucap Ringgo.

Aktor 43 tahun ini merefleksikan bagaimana komunikasi antara ayah dan anak laki-laki sering kali terjebak dalam kecanggungan.

Berbeda dengan ibu yang luwes bicara perasaan, ayah sering kali hanya melihat "permukaan".

"Gue berkaca, kan bentuk kehangatan tuh beda-beda ya. Kalau generasi ayah, asal kita baik-baik saja, makan bareng, itu sudah satu bentuk yang luar biasa. Bahasa cintanya tuh beda," tuturnya.

"Jadi di film ini tuh sebagai pengingat, bukan berarti selamanya gue akan baik-baik saja sama anak gue," katanya menyambung.

Tantangan Dian Sastro Menjadi AI: Intonasi Seragam dan Riset Resep

Memerankan dua karakter yakni Ibu Laras yang hangat dan "i-BU" (AI) yang logis, memberikan tantangan tersendiri bagi Dian Sastrowardoyo.

Baca Juga: Suami Orang Padang, Hanggini Merasa Tertantang Perankan Gadis Minang di Film Sadali

Artis 43 tahun ini membocorkan proses unik dalam menemukan suara dan intonasi AI yang pas.

"Aku harus berakting sebagai AI. Jadi waktu itu supaya bisa berintonasi seperti AI, aku jadi sering ngomong sama AI yang ada di HP aku supaya bisa hafal sama intonasinya dia," imbuh Dian.

Bintang film Ada Apa dengan Cinta? ini menemukan bahwa ciri khas suara AI adalah intonasinya yang seragam dan datar, meskipun kalimatnya panjang. 

Dalam film ini, penonton akan melihat evolusi AI dari versi 1.0 yang kaku hingga versi canggih yang nyaris menyerupai manusia.

"Kebetulan saya pakai AI buat cari resep masakan. Kayak mau masak garang asem tanpa santan, lebih cepat tanya AI daripada nyari-nyari," katanya berkelakar, saat ditanya penggunaan AI di dunia nyata.

Sutradara Internasional dan Emosi Universal

Load More