- Film drama keluarga fiksi ilmiah berjudul Esok Tanpa Ibu tayang serentak pada 22 Januari 2026 di bioskop nasional.
- Produksi ini kolaborasi BASE Entertainment, Beacon Films, Refinery Media, dan disutradarai oleh Wi Ding Ho.
- Cerita film ini mengeksplorasi filosofi hubungan antara sosok Ibu, Kecerdasan Buatan (AI), dan Ibu Pertiwi.
Ringgo Agus Rahman, yang memerankan sosok Bapak, mengaku film ini menjadi "tamparan" keras baginya sebagai seorang ayah dan suami di kehidupan nyata.
Dia menyoroti fenomena budaya di mana banyak ayah yang menyerahkan sepenuhnya urusan domestik dan emosional keluarga kepada istri.
"Bapak-bapak, jangan terlalu mempercayakan semua sama istrinya. Paham sekali hal itu sulit. Hei, justru hal sulit yang kita tembus dan selesaikan itu adalah ujian bagi para suami dan bapak sesungguhnya," ucap Ringgo.
Aktor 43 tahun ini merefleksikan bagaimana komunikasi antara ayah dan anak laki-laki sering kali terjebak dalam kecanggungan.
Berbeda dengan ibu yang luwes bicara perasaan, ayah sering kali hanya melihat "permukaan".
"Gue berkaca, kan bentuk kehangatan tuh beda-beda ya. Kalau generasi ayah, asal kita baik-baik saja, makan bareng, itu sudah satu bentuk yang luar biasa. Bahasa cintanya tuh beda," tuturnya.
"Jadi di film ini tuh sebagai pengingat, bukan berarti selamanya gue akan baik-baik saja sama anak gue," katanya menyambung.
Tantangan Dian Sastro Menjadi AI: Intonasi Seragam dan Riset Resep
Memerankan dua karakter yakni Ibu Laras yang hangat dan "i-BU" (AI) yang logis, memberikan tantangan tersendiri bagi Dian Sastrowardoyo.
Baca Juga: Suami Orang Padang, Hanggini Merasa Tertantang Perankan Gadis Minang di Film Sadali
Artis 43 tahun ini membocorkan proses unik dalam menemukan suara dan intonasi AI yang pas.
"Aku harus berakting sebagai AI. Jadi waktu itu supaya bisa berintonasi seperti AI, aku jadi sering ngomong sama AI yang ada di HP aku supaya bisa hafal sama intonasinya dia," imbuh Dian.
Bintang film Ada Apa dengan Cinta? ini menemukan bahwa ciri khas suara AI adalah intonasinya yang seragam dan datar, meskipun kalimatnya panjang.
Dalam film ini, penonton akan melihat evolusi AI dari versi 1.0 yang kaku hingga versi canggih yang nyaris menyerupai manusia.
"Kebetulan saya pakai AI buat cari resep masakan. Kayak mau masak garang asem tanpa santan, lebih cepat tanya AI daripada nyari-nyari," katanya berkelakar, saat ditanya penggunaan AI di dunia nyata.
Sutradara Internasional dan Emosi Universal
Kehadiran Wi Ding Ho sebagai sutradara menambah warna tersendiri. Meski tidak berbahasa Indonesia, Wi Ding mengaku tidak kesulitan mengarahkan emosi para pemain.
Baginya, ekspresi wajah adalah bahasa universal yang tidak bisa berbohong.
"Satu hal yang membuat film ini emosional adalah ekspresi aktor. Ekspresi tidak bisa berbohong. Sebenarnya cukup mudah bagi saya, saya tidak khawatir tentang bahasanya, saya hanya melihat wajah mereka," ucap Wi Ding Ho dalam bahasa Inggris.
Ringgo pun mengamini hal tersebut. Dia menceritakan bagaimana Wi Ding sangat detail memperhatikan emosi, bahkan meminta take ulang jika rasa yang disampaikan belum tepat, meski dialognya sudah benar secara bahasa.
"Gue pikir, 'ah bisa gue tipu nih orang enggak tahu bahasa'. Tapi enggak, ada adegan yang kita berantem sama Ali nih, Wi Ding bener-bener merhatiin terus dia minta ulang, minta ulang, karena dia ngerasa enggak dapat, dan benar lagi," ucapnya.
Esok Tanpa Ibu mengisahkan perjalanan sebuah keluarga yang harus menghadapi kenyataan pahit saat sang Ibu (Dian Sastrowardoyo) mengalami koma mendadak.
Rama (Ali Fikry), anak remaja yang tertutup, dan ayahnya (Ringgo Agus Rahman) yang canggung, mencoba mengatasi duka dan kekosongan di rumah dengan menggunakan teknologi kecerdasan buatan bernama "i-BU".
Namun, kehadiran teknologi ini justru membawa mereka pada pertanyaan-pertanyaan sulit tentang arti kehilangan, peran manusia, dan masa depan bumi tempat mereka berpijak.
Tag
Berita Terkait
-
Suami Orang Padang, Hanggini Merasa Tertantang Perankan Gadis Minang di Film Sadali
-
Gina S. Noer Garap Film Aku Sebelum Aku: Eksplorasi Hubungan Ayah dan Anak
-
Promo Buy 1 Get 1 Tiket Film Esok Tanpa Ibu di m.tix, Simak Cara Belinya
-
Sinopsis The RIP, Reuni Matt Damon dan Ben Affleck yang Penuh Ketegangan
-
Escape Plan 2 Malam Ini: Penjara Teknologi Canggih Tempat Tahanan Dipaksa Bertarung seperti Binatang
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Fenomena Gaji Numpang Lewat: Gaya Hidup dan Tekanan Sosial yang Bikin Boros
-
Spesifikasi Kapal Induk Tua Italia ITS Giuseppe Garibaldi: Dipensiunkan Sejak 1971
-
Densus 88 Tangkap Teroris di Ciamis dan Lampung, Bongkar Propaganda Medsos
-
Marko Simic Ternyata Punya Peran Besar di Balik Kedatangan 2 Pemain Asing Persija
-
Satgas Percepat Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera, Anggaran Rp100,1 Triliun Disiapkan hingga 2028
-
Prabowo dan Obsesi MBG: Mengapa Kemajuan Negara Diukur dari Perut Rakyat?
-
FIFA Selidiki Insiden Kericuhan Pascalaga Final, Sejumlah Pemain Argentina Terancam Sanksi
-
Sudah Berusia 40 Tahun, Kapal Induk Italia Dinilai Tak Cocok Untuk Pertahanan RI
-
4 Hybrid Sunscreen Cegah Jerawat Meradang Akibat Paparan Sinar Matahari
-
Dasco Pastikan 'Mesin Legislasi' Tetap Panas saat Reses, Gaspol Bahas 4 RUU Ini