Entertainment / Gosip
Selasa, 20 Januari 2026 | 10:35 WIB
Tengku Zanzabella (Instagram)

Suara.com - Aurelie Moeremans telah merilis memoar perdananya dengan judul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth pada bulan Oktober 2025 lalu.

Di dalam bukunya itu, aktris kelahiran Brussel, Belgia tersebut menceritakan pengalaman pahitnya saat masih remaja.

Aurelie Moeremans secara berani mengungkap masa remajanya yang pahit karena menjadi korban grooming mantan kekasihnya yang kala itu sudah berusia 29 tahun.

“Buku ini adalah kisah nyata tentang aku. Tentang bagaimana aku digrooming waktu umur 15 tahun oleh seseorang yang usianya hampir dua kali umurku. Tentang manipulasi, kontrol, dan proses pelan-pelan belajar menyelamatkan diri sendiri,” tulis Aurelie Moeremans.

Kini buku karya istri Dokter Tyler Bigenho itu pun viral dan telah diakses oleh ribuan orang secara daring alias online.

Bersamaan dengan viralnya memoar Broken Strings, selebgram Tengku Zanzabella mendadak menyorot pola asuh orang tua Aurelie.

Dalam pernyataannya, Tengku Zanzabella menilai bahwa fokus pembahasan seharusnya tidak berhenti pada sosok yang disebut dalam buku, melainkan juga latar belakang keluarga yang membentuk kondisi psikologis Aurelie sebelum bertemu sosok yang disamarkan sebagai “Bobby”.

“Si Aurel (Aurelie) bilang jangan mengejar ciri orang-orang didalam (buku) Broken Strings. Gue sepakat! Tapi gue saranin lu untuk ngebahas perasaan hancur lu semasa masih bersama orang tua lu sampai lu ketemu Si Bobby. Gue penasaran sama pola asuh mereka,” ungkap Zanzabella.

Menurut Zanzabella, ada keterlibatan orang tua sejak awal cerita yang disampaikan Aurelie, sehingga pembahasan soal pola asuh menjadi relevan untuk memahami keseluruhan konteks.

Baca Juga: Terinspirasi Broken Strings, Jessica Iskandar Baru Berani Ungkap Dilecehkan Teman Ayahnya

“Dari awal pun ada keterlibatan ortu disana, karena semua sudah ramai, mari kita bahas pola asuh,” tambahnya.

Pernikahan Palsu Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa hubungan masa lalu Aurelie tidak hanya melibatkan satu orang, sehingga konteks cerita seharusnya dilihat secara lebih luas.

“Ini juga nggak boleh membela satu pihak karena kita nggak tahu juga. Bisa saja Roby tidak seburuk itu dan Aurelie tidak sebaik itu,” tuturnya lagi.

Di akhir pernyataannya, Tengku Zanzabella tetap menegaskan sikap tegas terhadap isu child grooming. Ia mendukung langkah hukum sebagai jalan terbaik agar kebenaran dapat dibuktikan secara adil.

“Gue mendukung Aurelie ini untuk membawanya ke jalur hukum. Sehingga bisa dibuktikan dengan benar ya. Nggak opini mendahului putusan gitu loh,” tandasnya.

Kontributor : Anistya Yustika

Load More