Entertainment / Gosip
Jum'at, 23 Januari 2026 | 17:11 WIB
Fico Fachriza ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat pada Jumat, 23 Januari 2026 [Suara.com/Tiara Rosana].
Baca 10 detik
  • Fico mengakui pernah hidup manipulatif dan terjebak pola "gali lubang tutup lubang" akibat masalah finansial serta judi online.
  • Skandal utang tersebut merusak citranya, menyebabkan banyak pembatalan kontrak (cancel), dan hilangnya kepercayaan dari rekan sesama artis.
  • Kini ia fokus membangun ulang kredibilitas lewat pekerjaan off-air dan berdamai dengan masa lalunya melalui karya film serta materi komedi.

Fico menyadari bahwa membangun kembali kepercayaan setelah merusaknya adalah hal yang sangat sulit. Banyak rekan yang menarik diri, namun dia menganggap hal itu sebagai konsekuensi wajar dari tindakannya di masa lalu.

"Yang namanya nge-build trust lagi, apalagi sebelumnya pernah broken (rusak) gitu, pasti lebih susah daripada nerusin sebenernya. Cuma, ya kan mau enggak mau harus dijalanin gitu aja sih," tuturnya pasrah.

Kini, Fico berusaha bangkit dari keterpurukan ekonomi dengan cara yang lebih lurus. Dia mengaku masih bisa bertahan hidup berkat tawaran pekerjaan off-air.

Target pasarnya kini bergeser ke acara-acara korporat atau perusahaan yang tidak terlalu peduli dengan gosip miring tentang kebiasaan utangnya di media sosial.

"Kantor-kantor gitu, perusahaan yang orang-orangnya enggak terlalu ngikutin sosial media... ya mereka sih ngundang-ngundang aja kan. Mereka enggak terlalu tahu personal hidup orang juga gimana," jelasnya.

Adapun Fico sudah berdamai dengan masa lalunya dengan cara menjadikannya materi komedi. Dia bahkan sempat membuat pertunjukan spesial bertajuk "KLATAK" (Klarifikasi Tapi Kocak) sebagai bentuk penyaluran keresahan atas masalah besar yang menimpanya.

Kini, dengan tayangnya film Setannya Cuan yang juga dibintangi oleh mendiang Babe Cabita dan Mongol Stres, Fico berharap bisa kembali menghibur masyarakat serta bisa benar-benar melepas karakter "Ujang" yang manipulatif dari kehidupan nyatanya dan fokus melunas "dosa-dosa" finansial masa lalunya.

Load More