Entertainment / Gosip
Senin, 26 Januari 2026 | 18:00 WIB
Ressa Rizky Rossano (kedua dari kiri) menggelar jumpa pers terkait kasus penelantaran anak yang dia tuduhkan terhadap Denada, yang juga dia kliam sebagai ibu kandungnya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Sabtu (24/1/2026). [Tiara Rosana/Suara.com]
Baca 10 detik
  • Ibu angkat menyebut Ressa diserahkan oleh nenek Denada di sebuah hotel di Surabaya pada tahun 2002 saat masih berusia 10 hari.
  • Pihak keluarga Denada disebut sempat menjanjikan bantuan biaya kebutuhan bayi, namun pengakuan ibu angkat menyatakan hal itu tidak pernah terwujud.
  • Karena pihak Denada tiga kali mangkir mediasi, kuasa hukum Ressa menantang pembuktian ilmiah melalui tes DNA untuk memastikan status biologis secara hukum.

Suara.com - Pihak Ressa Rizky Rossano akhirnya membeberkan detail kronologi penyerahan bayi yang terjadi 24 tahun silam, di tengah bergulirnya gugatan penelantaran anak terhadap penyanyi Denada.

Dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Sabtu, 24 Januari 2026, Ratih, selaku ibu angkat menceritakan momen pertemuan pertamanya dengan Ressa di Surabaya pada 2002 atau 24 tahun silam.

Ratih mengungkapkan bahwa Ressa diserahkan kepadanya saat masih berusia sepuluh hari. Proses penjemputan dilakukan di sebuah hotel dekat Bandara Surabaya.

Namun, dalam momen tersebut, sosok Denada justru tidak terlihat di lokasi. Jika klaim ini benar, ketika itu Denada berarti berusia 23 tahun.

"Tahun 2002. Umur 10 hari. Waktu itu masih di Bandara Surabaya sebelum ada (Denada). Jadi dijemput sama bapaknya Ressa dan emak yang biasa masak di rumah. Dijemput di Bandara Surabaya, dibawa ke hotel dulu, kami ambil di hotel," jelas Ratih kepada awak media.

Menurut pengakuan Ratih, bayi tersebut diserahkan langsung oleh pihak keluarga Denada, tepatnya nenek kandung sang penyanyi.

Denada (Instagram/denadaindonesia)

Saat itu, keluarga Denada sempat memberikan janji manis mengenai biaya kebutuhan sang bayi yang ternyata tidak pernah terealisasi.

"Tapi tanpa Denada. Neneknya Denada yang memberikan. Neneknya, buyutnya Ressa ini. Katanya dulu 'Enggak usah khawatir soal susu, pasti datang truk-trukan', ini itu, tapi enggak ada semua," bebernya.

Selama puluhan tahun merawat Ressa, Ratih mengaku selalu berusaha menutupi fakta ini agar Ressa tidak merasa dibuang. Dia bahkan kerap membantah omongan tetangga yang menyebut Ressa adalah anak Denada.

Baca Juga: Ressa Rizky Ngaku Iri Lihat Perjuangan Denada untuk Aisha: Aku Cuma Ingin Cium Kaki Ibu...

"Tapi saya tetap menutup-nutupi. Saya bilang 'Enggak, kamu lahir dari perut Mama'. Sampai sekarang saya enggak pernah ngomong kalau ini anaknya orang lain. Tapi dia cari kebenaran itu sendiri," tambah Ratih.

Siap Buktikan Lewat Tes DNA

Di sisi lain, proses hukum di Pengadilan Negeri Banyuwangi berjalan alot lantaran pihak Denada dikabarkan sudah tiga kali mangkir dari agenda mediasi.

Menyikapi hal ini, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, menegaskan kesiapannya untuk melangkah ke pembuktian ilmiah jika jalur kekeluargaan terus menemui jalan buntu.

Ronald menyatakan bahwa pihaknya tidak ragu untuk melakukan tes DNA guna membuktikan status biologis Ressa secara hukum.

"Kalau dia nanti mau mengajak soal pengakuan secara de jure, ya kemajuan teknologi kan sudah ada, fasilitas tes DNA sudah ada. Jangan sampai menarik ke sana, lebih baik pengakuan secara tegas saja," tegas Ronald.

Load More