- Pandji menegaskan bahwa karyanya memiliki segmentasi pasar tertentu dan tidak harus bisa diterima atau disukai oleh semua kalangan masyarakat.
- Ia menyentil kondisi literasi komedi di Indonesia saat ini yang dianggapnya mengalami kemunduran, serupa dengan kondisi pada tahun 2011 dan 2015.
- Meski menuai polemik dan laporan dari organisasi sayap keagamaan terkait materi tambang, Pandji memilih memberikan analogi seni daripada meminta maaf.
Suara.com - Di tengah bergulirnya proses hukum terkait materi stand-up comedy "Mens Rea", Pandji Pragiwaksono kembali buka suara.
Melalui unggahan di media sosial pada Rabu, 21 Januari 2026, komika senior ini merespons polemik yang menjeratnya bukan dengan permintaan maaf, melainkan sebuah analogi tentang segmentasi seni.
Dalam unggahan tersebut, Pandji meluruskan persepsi publik mengenai stand-up comedy.
"Ada yang merasa stand-up comedy tuh enggak untuk semua kalangan. Salah. Seperti musik, stand-up comedy-nya justru untuk semua kalangan," tulis Pandji Pragiwaksono melalui fitur threads.
Namun, suami Gamila Arief ini menekankan bahwa setiap seniman memiliki pasarnya sendiri, sehingga wajar jika karyanya tidak bisa diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dia bahkan membandingkan dirinya dengan komika Raditya Dika serta grup musik Efek Rumah Kaca (ERK) dan Sheila on 7 (SO7).
"Tapi stand-up-nya Pandji yang enggak untuk semua. Stand-up-nya Radit yang enggak untuk semua. Sama seperti ERK juga enggak untuk semua... Karena tiap seniman punya segmen dan penikmat masing-masing," tegasnya.
Pada bagian caption, pendiri Comika ini menyentil kondisi sosial masyarakat saat ini yang dinilainya seolah mundur ke satu dekade silam.
"Indonesia lagi kayak zaman 2011 dan 2015. Masih harus jelasin yang gini-gini," keluhnya disertai emoji tertawa canggung.
Baca Juga: Namanya Disebut di Mens Rea Pandji Pragiwaksono, Raffi Ahmad: Udah Biasa Digituin
Angka tahun tersebut disinyalir merujuk pada dua fase krusial kariernya, yakni 2011 sebagai masa "babat alas" edukasi stand-up saat komunitas Standupindo lahir, dan 2015 (era tur Mesakke Bangsaku) di mana materi kritik sosial-politik mulai memantik sensitivitas publik yang ekstrem.
Pandji seolah menyiratkan kelelahannya menghadapi literasi komedi yang jalan di tempat.
Adapun respons ini muncul tak lama setelah Polda Metro Jaya mengonfirmasi sedang menjadwalkan pemanggilan terhadap Pandji.
Kasus ini bermula dari laporan Angkatan Muda NU dan Aliansi Muda Muhammadiyah yang menilai materi Pandji di Mens Rea soal izin tambang ormas keagamaan mengandung unsur fitnah. Padahal, hal tersebut memang fakta.
Di sisi lain, PBNU dan PP Muhammadiyah membantah pelapor bagian dari organisasi mereka.
Berita Terkait
-
Saat Tawa Dikepung Intelijen: Menguji UU Polri Lewat Ruang Publik Habermas
-
Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa
-
Setelah 'Mens Rea' Pandji, 'GOAT Pandemonium' Karya Ge Pamungkas Siap Guncang Netflix
-
Mukmin Juara 1 SUCI 12 Kompas TV Dicolek PKS, Ada Apa?
-
Pakar Hukum: Klaim Nadiem Tak Ada Mens Rea Runtuh sejak Hadir di Rapat Zoom Mei 2020
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama
-
Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi
-
Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil
-
Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi
-
Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan
-
Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?
-
Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi
-
PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan
-
11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!
-
Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun