- Pandji Pragiwaksono menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri atas lebih dari lima laporan terkait materi Stand Up Netflix 'Mens Rea'.
- Ia mengakui beberapa laporan terkait fisik Gibran dan dugaan penistaan agama yang melibatkan organisasi besar seperti NU dan Muhammadiyah.
- Pandji membahas bahaya hukumisasi keyakinan pribadi serta menolak penggunaan kiasan negara seperti 'Konoha' demi kebebasan berpendapat.
Suara.com - Sorotan terhadap isi materi Pandji Pragiwaksono, 'Mens Rea' belum usai. Kemarin, ia menjalani pemeriksaan atas laporan di Bareskrim Polri.
Nyatanya, laporan yang masuk ke Pandji Pragiwaksono bukan hanya satu. Namun ada lebih dari lima kasus terkait materi Stand Up yang kini hadir di Netflix.
Hal tersebut diungkapkan Pandji Pragiwaksono saat menjadi tamu di kanal YouTube Denny Sumargo.
"Sepuluh katanya," kata Pandji Pragiwaksono di kanal YouTube Denny Sumargo pada Senin, 2 Februari 2026.
Pandji Pragiwaksono sempat mengingat laporan apa saja yang dialamatkan kepadanya.
"Gua lupa apa aja. Tapi ada yang karena katanya menyinggung fisik Wapres Gibran. Terus ada sejumlah yang penistaan agama," ungkap bintang film Partikelir ini.
Denny Sumargo lantas mencoba mempertegas, salah satu laporan tersebut berkaitan dengan urusan ibadah atau gerakan salat yang ada di dalam materinya.
Ia juga menanyakan keterlibatan organisasi-organisasi besar yang dikabarkan merasa tersinggung dengan banyolan Pandji.
"Itu salat tuh, urusannya ama salat. Dari organisasi..." pancing Denny Sumargo.
Baca Juga: Sinopsis The Fifth Wheel, Film Komedi Netflix yang Dibintangi Kim Kardashian
Tanpa ragu, Pandji membenarkan laporan itu memang membawa-bawa nama organisasi besar di Indonesia.
Sang komika menjelaskan bahwa ada pihak-pihak yang mengaku sebagai perwakilan dari lembaga tersebut.
"Betul, NU, yang mengaku mewakili NU dan Muhammadiyah. Gua lupa siapa aja," sambung Pandji.
Pandji Pragiwaksono mengakui kaget dengan adanya laporan polisi. Sebab menurutnya, pertunjukan tersebut memang awalnya diperuntukkan mereka yang membayar untuk menyaksikan sebuah komedi.
"Kaget sih sejujurnya. Terus gua ini kan cuma bercandaan, ini kan komedi jelaslah orang mau ngomong, 'Ah, nggak bisa ngeles komedi lu.' Lah orang bayar untuk nonton kok, itu jelas pertunjukan komedi," tegas Pandji.
Namun pembahasan mereka soal Mens Rea bukan hanya soal laporan.
Setidaknya, ada tiga hal yang menarik perhatian. Apa saja? Ini dia ulasannya.
1. Debat Alasan 'Menurut Keyakinan Saya' yang Dinilai Tak Bisa Lolos Hukum
Denny Sumargo mengulas ucapan Pandji Pragiwaksono mengenai 'menurut keyakinan saya' hal itu sebagai penggandeng untuk isu-isu sensitif.
Seperti halnya yang hadir di isi materi Pandji Pragiwaksono. "Mana mungkin Verrell Bramasta jadi anggota DPR", ucapnya dalam acara Mens Rea.
Pandji Pragiwaksono kemudian melanjutkan, "menurut keyakinan saya mah, dia nggak ngerti Undang-undang, anggaran. Sekarang mungkin ngerti, tapi waktu itu?"
Denny Sumargo lantas mencoba frasa tersebut apakah lolos dari laporan polisi saat orang yang dijadikan bahan pembicaraan tidak berkenan.
"Gue cek Chat-GPT, wah kalau 'menurut keyakinan saya' apakah bisa terhindar dari delik pidana? Nggak bisa. Nah coba lu jelasin ama gua apa maknanya tuh?" tanya Denny Sumargo.
Pandji berpendapat, setiap orang memiliki hak atas keyakinannya masing-masing dan hal itu seharusnya menjadi ranah pribadi yang tidak bisa diintervensi hukum.
Ia menganggap, mempermasalahkan keyakinan seseorang akan menjadi perdebatan yang tidak pernah selesai.
"Apa iya kita mau mempermasalahkan itu? Kan keyakinan orang masing-masing. Kalau gua meyakini Allah SWT adalah Tuhan gua dan gua meyakini itu adalah satu-satunya Tuhan, apakah gua harus mempermasalahkan keyakinan orang lain yang berbeda? Iya itu kan ranah pribadi masing-masing," jelas Pandji.
Pandji Pragiwakson khawatir jika tren melaporkan keyakinan pribadi ini terus berlanjut di masa depan.
Ia melihat ada ancaman serius bagi kebebasan berekspresi jika setiap pendapat yang didasari keyakinan pribadi harus berujung di pengadilan.
"Nah ini yang menurut gue bahaya. Masa keyakinan dibawa ke kasus hukum? Itu yang bahaya. Kalau apa-apa terjadi sama gua karena keyakinan gua, suramlah Indonesia di masa depan, keyakinan setiap orang kemudian dikasusin," keluh sang komika.
2. Pandji Pragiwaksono Enggan Gunakan Kiasan 'Konoha' atau 'Wakanda'
Selain soal paham 'menurut keyakinan saya', Pandji Pragiwaksono juga membahas soal kata ganti yang kerap dibahas untuk sebuah negara.
"Kalau lu perhatiin, gue nggak gitu nyaman dengan yang 'wah kalau di negara Konoha...' atau 'kalau di negeri Wakanda nih...' gitu. Kalau mau nyebut Indonesia nyebut Indonesia aja," ujar Pandji Pragiwaksono.
Baginya, penggunaan nama samaran tersebut justru menjadi bukti nyata bahwa ada yang tidak beres dengan kebebasan berpendapat di Indonesia saat ini.
Ia merasa penggunaan istilah tersebut menunjukkan ketakutan masyarakat untuk berbicara jujur.
"(Kata ganti) Itu juga menggambarkan bahwa Indonesia kita ada yang salah kan? Kalau lu nggak bisa ngomong secara terbuka Indonesia, sehingga lu harus ganti dengan Konoha dan ganti dengan Wakanda, ada yang salah dong dengan kebebasan berpendapat," tuturnya.
Pandji Pragiwaksono juga memilih tetap menggunakan nama asli tokoh maupun negara dalam setiap materinya.
Meskipun ia tahu risikonya akan sangat besar. Sang komika mengaku sudah siap menghadapi dialog jika ada pihak yang merasa keberatan dengan apa yang ia sampaikan.
"Jadi gue ngomong apa adanya aja. Nama pun gua sebut semua di situ," jelasnya lagi.
3. Tak lagi berpikir materi ini 'aman' di masyarakat atau tidak
Pandji Pragiwaksono juga menegaskan, sejak tersandung kasus penghinaan kucing beberapa tahun lalu, ia sudah tidak lagi memusingkan apakah karyanya aman atau tidak.
"Gue udah berhenti mikirin apakah ini aman atau tidak, apakah ini menyinggung atau tidak, sejak kasus kucing," ucapnya.
Fokusnya saat ini adalah berkarya dengan niat yang jujur tanpa bermaksud buruk kepada siapa pun.
"Terpenting gua tau niatnya nggak buruk aja. Jadi gua ngomong apa pun yang gua mau," pungkas Pandji Pragiwaksono.
Berita Terkait
-
Pandji Pragiwaksono Klarifikasi Usai Sebut Nama Raffi Ahmad dalam Materi Pencucian Uang Mens Rea
-
Pandji Pragiwaksono Apresiasi Sikap Gibran Tanggapi Candaan Mens Rea: Bijak dan Paham Pop Culture
-
Pandji Pragiwaksono Ungkap Alasan Pilih Netflix untuk Tampilkan Mens Rea yang Berujung Pro Kontra
-
Pandji Pragiwakson Sudah Minta Maaf Kasus Toraja, Pasrah Bila Proses Hukum Tetap Berjalan
-
Sinopsis Film Netflix Even If This Love Disappears Tonight, Kala Pacarmu Hilang Ingatan Setiap Hari
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Rayakan Kekayaan Musik Timur, Gery Gany Gandeng Musisi Papan Atas dalam Live Session #TimurPride
-
Fergie Brittany Totalitas, Pakai Belatung Asli dan 10 Topeng untuk Film Ain
-
Tancap Gas Usai Wajib Militer, Jaehyun NCT Mendadak Umumkan Gelar Fancon di Jakarta Bulan Depan
-
Nasib Ammar Zoni setelah Vonis: Masihkah Harus Mendekam di Penjara High Risk Nusakambangan?
-
Suara Kiesha Alvaro Saat Bernyanyi Bikin Netizen Syok, Videonya Viral di Medsos
-
Gugat Cerai Suami, Clara Shinta Akui Anak-anaknya Sedih Tanyakan Ayahnya yang Tak Pulang
-
Maliq & D'Essentials X Rhoma Irama di OTW Pestapora: Lagu Kita Bikin Romantis Berubah Jadi Dangdut
-
Akun Instagram Hilang, Ahmad Dhani Lapor ke Mabes Polri: Ini Ulah Orang Penting
-
Disomasi Suami yang Selingkuh dan VCS, Clara Shinta Siap Lawan Balik: Saya Tidak Mau Diam!
-
Cuma Gara-Gara Gorden, Erin Taulany Diduga Aniaya dan Hina ART-nya dengan Sebutan Gembel