Jupri memandang segala sesuatu di negeri ini tidak bisa lepas dari politik.
"Karena segala sesuatu di dalam kehidupan kita dan politik saling berhubungan dengan politik," ujarnya.
Hal inilah yang mendasarinya untuk mengkritisi transparansi anggaran dalam setiap kebijakan pemerintah, termasuk dalam ranah keagamaan.
Kritik terhadap Sidang Isbat ini muncul karena kegiatan tersebut dilakukan berulang kali dalam anggaran setahun. sama diketahui, seremoni ini setidaknya digelar 3 kali.
"Tiga kali lah. Satu kali nanti Syawal kemudian nanti Zulhijah. Idul Adha," tambahnya.
Bagi sebagian pihak, frekuensi dan biaya koordinasi fisik yang besar untuk agenda yang hasilnya sudah dapat diprediksi secara astronomis dianggap kurang bijaksana.
Jupri secara eksplisit menyebut tindakan tersebut sebagai sesuatu yang sia-sia.
"Mubazir. Menurut saya hanya menggunakan dana APBN yang sia-sia." pendapatnya.
Keberanian Jupri untuk angkat bicara bukan tanpa alasan. Ia melihat adanya ketimpangan antara gaya hidup birokrasi dengan realitas kemiskinan di lapangan.
Baca Juga: Juknis Pembelajaran Selama Ramadan dari Kemenag: Madrasah Tak Wajib Khatam Al Quran
"Indonesia orang miskin nomor dua coy termiskin nomor dua," ungkapnya.
Selain itu, ia juga menyoroti bagaimana pajak dari rakyat, termasuk potongan marketplace yang mencapai 20%, seharusnya dikelola dengan sangat hati-hati.
Kekecewaannya semakin memuncak ketika melihat berbagai lini anggaran keagamaan justru terseret pusaran korupsi mulai dari haji hingga Alquran.
Dari sisi teknis, argumen efisiensi Sidang Isbat didukung oleh kemajuan teknologi astronomi.
Para ahli saat ini sudah mampu menghitung posisi hilal dengan sangat akurat menggunakan bahasa pemrograman seperti Python atau Octave yang memberikan hasil konsisten tanpa biaya miliaran rupiah.
Namun, ketika rakyat memberikan kritik atau saran teknologi semacam ini, sering kali pemerintah justru meminta solusi kembali kepada rakyat.
Berita Terkait
-
Menjaga Lisan, Hati, dan Sikap: Kunci Ramadan Menurut Ustaz Ihya Ulumudin
-
30 Ide Menu Buka Puasa untuk Diet Sehat Selama Bulan Ramadan 2026
-
19 Ide Menu Buka Puasa Enak dan Bergizi untuk Anak Kos, Gak Sampai 20 Menit Bikinnya!
-
Kedewasaan Berpuasa: Menahan Diri Bukan Mengontrol Orang Lain
-
Viral Pertanyaan Puasa Ikut Pemerintah Lebaran Ikut Muhammadiyah, Ini Kata Ustaz Rifky Jafar Thalib
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Viral! Korban Perkosaan di Konawe Selatan Diminta Nikahi Pelaku Demi Citra Bupati
-
Isyana Sarasvati Tampil Ngedance di Album Eklektiko, Lagu BURN Jadi Andalan Baru
-
Bantah Hera eks ART, Erin Taulany Pastikan Anak-Anak Marah Fotonya Diposting
-
Kasus Pelanggaran Privasi Berpeluang Gugur, Erin Taulany Bikin Laporan Baru ke Hera eks ART
-
Cerita Korban Kecelakaan Bekasi Timur Didatangi Petugas KAI di Rumah
-
Sahabat Sejatiku: Lagu Penyemangat di Tengah Kondisi Pasar Modal yang Tertekan
-
Apes, Jefan Nathanio Ketiban Plafon Kamar Hotel saat Syuting Dukun Magang
-
Kabar Terbaru Lutfiana Ulfa, Perempuan yang Dinikahi Syekh Puji di Usia 12 Tahun
-
Sinopsis 5 Film Netflix Paling Banyak Ditonton per Hari Ini
-
Sinopsis Fear the Night: Pesta Lajang Diganggu Teror Mematikan, di Bioskop Trans TV Malam Ini