Entertainment / Gosip
Kamis, 19 Februari 2026 | 13:42 WIB
Ivan Gunawan (Instagram/ivan_gunawan)
Baca 10 detik
  • Ivan Gunawan telah menyiapkan kain kafan, ambulans, hingga keranda sebagai bentuk kesadaran akan akhir kehidupan.
  • Igun mengelola Rumah Tahfiz untuk 130 santri dengan menjamin seluruh biaya hidup dan pendidikan mereka.
  • Perubahan sudut pandang Igun merupakan hasil belajar dari ulama untuk menyeimbangkan rezeki dunia dengan bekal akhirat.

Suara.com - Presenter sekaligus desainer kondang Ivan Gunawan blak-blakan mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan berbagai persiapan matang menyambut kematian.

Langkah ini diambil Igun sebagai bentuk kesadaran akan "hasil akhir" kehidupan. Tidak hanya soal mental dan spiritual, pria 44 tahun ini bahkan sudah menyiapkan perlengkapan pemulasaraan jenazah secara pribadi.

"Punya, kain kafan ada. Kain kafan ada. Yang mandiin standby. Semua ready. Gitu," kata Ivan Gunawan saat ditemui di rumah tahfiz miliknya di kawasan Sawangan, Depok, Jawa Barat pada Rabu, 18 Februari 2026.

Tak berhenti di situ, Igun, sapaannya, juga berencana melengkapi fasilitas di masjid dan rumah tahfiznya dengan peralatan yang bisa digunakan oleh masyarakat luas saat menghadapi duka cita.

"Bahkan di masjid ini juga insya Allah saya mau beli keranda, mau beli ambulans, mau dipersiapkan. Jadi ini bener-bener bisa menjadi tempat yang berguna untuk masyarakat sekitar," tambahnya.

Perubahan sudut pandang Igun mengenai kehidupan dan kematian diakuinya merupakan buah dari pembelajaran bersama para ulama. Dia merasa perlu menyeimbangkan antara rezeki duniawi yang dirinya terima dengan persiapan bekal di akhirat.

"Ya kan diajarin sama para ulama untuk bertobat, untuk minta maaf sama Allah, untuk menyadari kesalahan-kesalahan yang terdahulu. Kalau manusia itu kan yang dilihat itu hasil akhirnya nanti. Jadi bagaimana caranya kita berlomba-lomba mencari dan mempersiapkan hasil akhir yang lebih baik lagi," jelas sang desainer.

Sebagai bagian dari upayanya mengejar kebaikan, Igun kini memfokuskan diri mengelola Rumah Tahfiz yang menampung 130 santri.

Di tempat ini, dia memosisikan diri sebagai orang tua asuh yang menjamin seluruh kebutuhan hidup dan pendidikan para santri agar mereka bisa fokus menuntut ilmu tanpa beban finansial.

Baca Juga: Simpan Kontak Tristan Molina Pakai Nama 'Suami', Olla Ramlan Disentil Ivan Gunawan

"Ada 130 anak yang mondok di sini, alhamdulillah. Sekali beranak 130 orang yang harus dikasih makan setiap hari, yang harus dibesarkan, ditinggikan ilmunya. Tugas mereka hanyalah belajar, belajar, dan belajar. Enggak perlu mikirin hidup, nggak perlu mikirin makan," tegasnya.

Untuk menunjang masa depan para santri, Igun bekerja sama dengan Ustaz Fatih guna menyediakan jalur pendidikan ke jenjang universitas.

Meski memiliki komitmen tinggi dalam bidang sosial-keagamaan, Igun enggan mematok target muluk terkait pembangunan masjid di lokasi lain. Dia memilih menyerahkan segala sesuatunya pada rezeki yang diberikan Tuhan.

"Ibadah enggak bisa ditargetin teman-teman. Doain aja rezekinya selalu ada, kerjaannya ada, Allah terus percaya jadi bisa bangun-bangun di tempat lain," ungkapnya.

Menanggapi kabar mengenai masjidnya di luar negeri yang disebut-sebut menjadi tempat banyak orang masuk Islam, Igun memilih untuk tetap rendah hati dan fokus pada pengembangan diri sendiri.

"Ya alhamdulillah kalau di negara lain juga mencintai Islam, menyayangi Islam dan ikut berpartisipasi, alhamdulillah. Tapi jangan ngurusin orang, jadi urus diri sendiri aja," imbuh Ivan Gunawan.

Ivan Gunawan menegaskan bahwa setiap santri yang menimba ilmu di tempatnya harus memiliki kemampuan dan komitmen kuat, terutama dalam target menamatkan hafalan Al-Qur'an, guna melahirkan generasi yang luar biasa di masa depan.

Load More