Entertainment / Gosip
Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:49 WIB
Dokter Richard Lee membantah pernah menawarkan uang perdamaian dengan nilai miliaran Rupiah ke Doktif. [Suara.com/Adiyoga Priyambodo]
Baca 10 detik
  • Dokter Richard Lee diperiksa Polda Metro Jaya atas laporan pelanggaran perlindungan konsumen dari Dokter Detektif.
  • Richard Lee membantah telah menawarkan uang perdamaian, berbeda dengan klaim Doktif mengenai tawaran puluhan miliar.
  • Dokter Richard menegaskan produknya terdaftar dan menyatakan keselamatan konsumen merupakan prioritas utama mereka.

Suara.com - Dokter Richard Lee membuat beberapa pernyataan setelah dirinya menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya.

Kasusnya, terkait pelanggaran perlindungan hak konsumen yang dilaporkan Dokter Detektif alias Doktif.

Dalam pernyataannya, dr Richard mengatakan tidak pernah menawarkan uang perdamaian.

Meski tak menyebut nama, hal ini diduga mengarah kepada Dokter Detektif.

Sebab beberapa waktu lalu, Dotif mengatakan kalau dirinya pernah ditawarkan uang perdamaian puluhan miliar.

"Saya tidak pernah menawarkan atau meminta perdamaian dalam bentuk apapun," kata dr Richard Lee di Instagram pada Jumat, 20 Februari 2026.

Selain poin tersebut, dr Richard Lee juga menegaskan bahwa produk yang dijual, telah terdaftar dan diawasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Terakhir, Dokter Richard Lee juga mengatakan bahwa keselamatan konsumen menjadi prioritasnya.

Baca Juga: Dipulangkan Meski Berstatus Tersangka, Richard Lee Dikenakan Wajib Lapor

Perseteruan ini bermula saat Doktif menduga adanya praktik overclaim atau klaim berlebihan pada skincare yang dijual oleh sang dokter.

Pihak Doktif bahkan mendesak agar uang masyarakat senilai ratusan miliar rupiah segera dikembalikan karena merasa telah dirugikan secara materil.

Di sinilah kemudian Doktif mengatakan pernah mendapat penawaran uang damai.

"Seperti kalian tahu, uang yang ditawarkan ke Doktif bukan sudah di angka Rp5 miliar lagi, tetapi sudah mencapai puluhan miliar. Dan ini Doktif tolak mentah-mentah," imbuh Doktif kepada awak media.

Alih-alih menerima uang perdamaian, Doktif menawarkan opsi lain.

Perempuan bernama asli Samira itu meminta agar kerugian konsumen yang telah membeli produk-produk bermasalah dikembalikan. 

"Tetap seperti biasa, kembalikan ratusan miliar uang masyarakat, baru kita ngomongin soal damai. Seperti itu," kata Doktif.

Load More