- Isu penerima beasiswa LPDP enggan kembali ke Indonesia mencuat, memicu Tasya Kamila memberikan laporan pertanggungjawaban publik.
- Tasya Kamila meraih S2 Administrasi Publik dari Columbia University (2016–2018) dan telah memenuhi masa bakti lima tahun di Indonesia.
- Kontribusinya meliputi mendirikan yayasan lingkungan, edukasi publik, motivasi pemuda, dan tetap berkarya kreatif pasca-studi.
Pasca lulus pada 2018, Tasya Kamila langsung kembali ke Tanah Air dan menetap di Indonesia selama masa baktinya.
2. Menjadi Jembatan Kebijakan
Tasya Kamila aktif sebagai Duta Lingkungan Hidup dan terlibat dalam berbagai program edukasi masyarakat bersama kementerian.
3. Gerakan Akar Rumput
Tasya Kamila mendirikan yayasan Green Movement Indonesia. Tujuannya untuk mengedukasi masyarakat soal pilah sampah dan pengomposan dengan lebih dari 500 relawan.
4. Pemberdayaan Pemuda
Tasya Kamila Menjadi pembicara di lebih dari 100 acara di 50 universitas untuk memotivasi anak muda mengejar pendidikan tinggi.
5. Tenaga Pendidik Online
Tasya Kamila sempat mendedikasikan ilmunya sebagai pengajar geografi, lingkungan, dan bahasa Inggris untuk tingkat SMA di platform pendidikan.
Baca Juga: Kontroversi LPDP Berlanjut, Cindy Fatikasari Ungkap Pindah ke Kanada Tanpa Dana Negara
6. Melestarikan Budaya
Tetap berkarya di industri kreatif dengan merilis lagu anak berkualitas yang mendapatkan penghargaan AMI Awards 2024.
7. Edukasi Parenting
Menggunakan platform media sosialnya untuk membagikan informasi tumbuh kembang anak demi mendukung Generasi Emas Indonesia.
Mengenai aturan kontribusi, Tasya menjelaskan bahwa pihak penyedia beasiswa memang tidak memberikan batasan kaku soal bentuk pengabdian.
"LPDP tidak menuliskan secara eksplisit apa bentuk 'kontribusi untuk Indonesia' selama Masa Bakti," jelas ibu dua anak tersebut.
Berita Terkait
-
Direktur LPDP Ungkap 600 Awardee Diselidiki Usai Kasus Viral Dwi Sasetyaningtyas
-
Kontribusi sebagai Alumni LPDP Dipertanyakan, Tasya Kamila Singgung Statusnya sebagai IRT
-
Siapa Fikri Yanda? Getol Bela Dwi Sasetyaningtyas di Polemik Hina Status WNI
-
7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
-
Langgar Aturan 2N+1 LPDP, Berapa Denda yang Harus Dibayar Suami Dwi Sasetyaningtyas?
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Sinopsis Ain, Film Horor Indonesia yang Siap Tayang di Rusia
-
Sinopsis Film Thailand The Red Line, Aksi Balas Dendam Korban Scam Lawan Geng Call Center
-
Sinopsis Gentayangan: Baim Wong Bangkrut dan Diteror di Hotel Tua, Malam Ini di ANTV
-
Kisah Pilu Bayi 4 Bulan Meninggal usai Dibiarkan 2 Jam Menangis
-
Pamer Saldo Nyaris Rp1 M Diduga Editan AI, Cewek Ini Diburu Ditjen Pajak
-
Doni Salmanan Tetap Kaya usai Bebas dari Penjara, Ini Buktinya
-
Viral Kasus Bayi Diduga Sengaja Ditukar dan Diserahkan ke Orang Lain, RS Hasan Sadikin Minta Maaf
-
Bukan Cuma Kampanye, Ji Chang Wook Punya Alasan Mendalam Ikut Proyek Amal di Indonesia
-
Profil Fahmi Adam, Ketua DPRD Termuda di Indonesia Dikritik karena Public Speaking Jelek
-
Etenia Croft Siapkan Karya Terbaru, Terinspirasi Momen Berharga di Eropa