Entertainment / Gosip
Minggu, 01 Maret 2026 | 18:30 WIB
Pernyataan Kontroversial Menag Nasaruddin Umar (Instagram/@kemenag_ri)

Suara.com - Menteri Agama Nasaruddin Umar membuat penyataan kontroversial tentang zakat. Menurut Menag Nasaruddin, meninggalkan zakat dapat membawa kemajuan umat.

Ia juga menyebut sedekah lebih populer dari zakat di zaman Nabi Muhammad SAW dan para sahabat.

Pernyataan Menag Nasaruddin ini bukanlah yang pertama kali jadi kontroversi hingga berujung minta maaf.

Simak deretan pernyataan kontroversial Menag Nasaruddin dalam ulasan berikut ini.

1. Pernyataan tentang Guru

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. (Suara.com/ Dea)

Jelang setahun jabatannya sebagai Menteri Agama, Nasaruddin Umar dikritik karena menyakiti hati guru.

Dalam potongan video yang beredar luas, Menag Nasaruddin menyatakan bahwa guru tidak seharusnya mencari uang.

"Kalau mau cari uang, jangan jadi guru. Jadi pedaganglah," ujarnya pada September 2025.

Ketika meminta maaf, Menag Nasaruddin menegaskan tidak berniat merendahkan profesi guru.

Baca Juga: Ibu Ini Cerita Pengalaman ke IGD Cuma Pakai Tank Top dan Celana Dalam: Harus Ngakak atau Terharu?

"Justru sebaliknya, saya ingin menegaskan bahwa guru adalah profesi yang sangat mulia seperti yang saya sampaikan," terangnya.

2. Penyataan tentang Kekerasan Seksual

Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Antara)

Menag Nasaruddin Umar kembali membuat pernyataan kontroversial hanya sebulan setelah meminta maaf soal kata-katanya yang melukai hati guru,

Kala itu, Menag Nasaruddin mengomentari kasus kekerasan seksual di pondok pesantren yang sedang marak.

Namun menurutnya, kasus kekerasan seksual di pondok pesantren terlalu dibesar-besarkan.

"Jangan sampai hanya karena segelintir oknum, nama besar pesantren yang telah berjasa bagi bangsa ini tercoreng," tuturnya kala itu.

Kritik atas pernyataan Nasaruddin banyak diutarakan, termasuk oleh Pandji Pragiwaksono.

"Sebanyak 36 persen (kasus kekerasan di lingkungan pendidikan) terjadi di lingkungan berbasis agama seperti pesantren," beber Pandji.

Dalam klarifikasinya, Menag Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa ia hanya tidak ingin orang-orang jadi alergi terhadap pesantren.

"Jangan sampai perjuangan para kiai dan santri yang sudah ratusan tahun membangun pesantren menjadi rusak karena hal itu," jelasnya.

3. Pernyataan tentang Zakat

Menag Nasaruddin Umar. (Dok. NU)

Terbaru, Menag Nasaruddin Umar berbicara tentang meninggalkan zakat yang tidak populer.

"Quran juga tidak mempopulerkan zakat. Pada zaman Nabi, zakat itu nggak populer. Pada masa sahabat juga nggak populer. Yang populer apa? Sedekah," bebernya.

Sekali lagi, Menag Nasaruddin meminta maaf atas pernyataannya yang menimbulkan kesalahpahaman.

Ia menegaskan bahwa zakat hukumnya wajib dan termasuk dalam rukun Islam.

"Maksud pernyataan saya adalah ajakan untuk reorientasi pengelolaan dana umat dari sekadar zakat sebagai kewajiban zakat menuju optimalisasi beragam instrumen," tandasnya.

Itu dia sederet pernyataan kontroversial Menag Nasaruddin yang selalu berakhir dengan permintaan maaf. Bagaimana pendapatmu?

Kontributor : Neressa Prahastiwi

Load More