- Konflik Timur Tengah berisiko picu inflasi impor hingga ke pedagang kecil.
- Pengamat peringatkan kenaikan harga bahan baku akibat tersendatnya pasokan minyak dunia.
- Masyarakat diimbau hemat dan prioritaskan kebutuhan pokok hadapi dampak ekonomi global.
Suara.com - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah akibat konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran diperkirakan akan memberikan dampak domino hingga ke lapisan masyarakat bawah di Indonesia. Pengamat Ekonomi dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Y. Sri Susilo, memperingatkan bahwa kenaikan harga minyak dunia dapat memicu inflasi yang merembet hingga ke pedagang kecil.
"Jika bicara skala mikro, pedagang gorengan kemungkinan akan menghadapi kenaikan harga gandum atau minyak goreng di masa mendatang," ujar Sri saat dihubungi, Rabu (4/3/2026).
Sri memaparkan bahwa gangguan pada jalur distribusi minyak di Selat Hormuz menyebabkan pasokan minyak mentah dunia tersendat. Sebagai negara importir neto (*net importer*), Indonesia sangat rentan terhadap lonjakan harga bahan baku BBM, yang berujung pada meningkatnya beban subsidi pemerintah serta biaya transportasi domestik.
"Biaya produksi naik karena ongkos transportasi meningkat. Hal ini mencakup harga sembako dan bahan baku lainnya. Inilah efek domino yang disebut sebagai inflasi impor (*imported inflation*)," tuturnya.
Dampak ini tidak hanya terbatas pada sektor bahan bakar. Komoditas pangan impor seperti gandum, kedelai, dan jagung juga berpotensi terdampak karena membengkaknya biaya produksi di negara asal akibat krisis energi global. Hal tersebut otomatis akan memengaruhi harga produk turunan di pasar lokal.
"Kenaikan harga gandum akan berimbas pada harga mi dan roti. Sementara kenaikan harga jagung serta kedelai akan memicu lonjakan harga tahu, tempe, hingga pakan ternak yang berdampak pada harga daging ayam dan telur," jelas Sri. "Perang ini menaikkan harga minyak dan BBM di seluruh dunia, tidak hanya di Indonesia."
Kenaikan harga ini diprediksi mulai dirasakan secara luas oleh masyarakat dalam satu hingga tiga bulan ke depan jika konflik terus berkepanjangan. Momentum Ramadan dan Lebaran saat ini dipandang sebagai fase "pemanasan", di mana harga beberapa komoditas serta BBM nonsubsidi sudah mulai merangkak naik.
Menyikapi potensi tekanan ekonomi tersebut, masyarakat diimbau untuk lebih rasional dalam mengatur keuangan keluarga dengan menerapkan skala prioritas. "Kebutuhan pokok harus menjadi prioritas utama, sementara kebutuhan sekunder dan tersier sebaiknya ditunda terlebih dahulu," saran Sri.
Baca Juga: Hassan Wirajuda ke Prabowo: Jadi Mediator Iran-AS Butuh Restu Kedua Pihak
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana
-
Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
-
Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU
-
TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!
-
Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat
-
Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer
-
Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal
-
Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi
-
Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu
-
Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati