Suara.com - KapanLagi Buka Bareng (KLBB) Festival 2026 resmi menutup rangkaian acaranya setelah dua hari penuh menghadirkan musik, nostalgia, dan kebersamaan di Stadion Madya GBK, Jakarta, pada 28 Februari - 1 Maret 2026. Festival Ramadan persembahan KapanLagi Youniverse (KLY) ini sukses menyatukan lebih dari 45.000 pengunjung lintas generasi dalam satu pengalaman ngabuburit yang hangat dan berkesan.
Sejak sore hari, area festival dipenuhi pengunjung yang datang bersama teman, pasangan, hingga keluarga. Suasana Ramadan terasa hidup melalui perpaduan konser musik, sesi tausiah menjelang berbuka puasa, serta berbagai aktivitas interaktif yang tersebar di seluruh area acara.
Hari Pertama: Rintik Hujan dan Energi yang Tetap Menyala
Hari pertama KLBB Festival 2026 sempat diawali turunnya hujan. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para pengunjung yang tetap bertahan dan menikmati rangkaian pertunjukan. Rintik hujan justru menciptakan suasana yang semakin intim dan memperkuat rasa kebersamaan di antara penonton.
Penampilan Christie, IDGITAF, dan Barasuara menghadirkan energi pembuka yang hangat untuk suasana ngabuburit. Menjelang waktu berbuka, tausiah dari Ustaz Jojo Ali Yusuf menghadirkan momen reflektif yang menenangkan, menciptakan keseimbangan antara kemeriahan konser dan nuansa spiritual Ramadan.
Selepas berbuka puasa, panggung kembali memanas lewat penampilan Lomba Sihir, Fiersa Besari, For Revenge, hingga Hindia yang menjaga atmosfer tetap hidup hingga malam hari.
Hari Kedua: Hujan Pembuka, Nostalgia Penutup
Memasuki hari kedua, hujan kembali turun di awal acara. Meski demikian, antusiasme pengunjung tetap tinggi. Penonton memadati area festival dengan jas hujan, tetap setia menantikan musisi favorit mereka.
Hari kedua dibuka dengan penampilan Rumah Sakit yang membawa nuansa nostalgia bagi para penonton, dilanjutkan dengan gebrakan Wali yang membuat suasana ngabuburit semakin meriah dan penuh energi.
Baca Juga: 5 Manfaat Mendengarkan Musik saat Olahraga, Ternyata Bukan Sekadar Gaya
Menjelang waktu berbuka, suasana kembali dibuat khusyuk melalui tausiah dari Ustazah Syifa, yang mengajak pengunjung merenungi makna Ramadan di tengah kebersamaan. Momen ini semakin mempertegas karakter KLBB Festival sebagai ruang yang tetap menjaga esensi spiritual bulan suci.
Selepas berbuka, atmosfer festival kembali menggelora. Penampilan Sheila On 7 menjadi salah satu momen paling dinanti, menghadirkan nostalgia yang membuat ribuan penonton larut dalam sing along lintas generasi. Raisa, Tulus, serta Feel Koplo featuring Pasming Based turut melengkapi panggung dengan warna musik yang beragam hingga penghujung acara.
Interaksi intens, nyanyian serempak, dan suasana yang tetap tertib hingga akhir acara menunjukkan antusiasme tinggi pengunjung sepanjang dua hari penyelenggaraan.
Booth KapanLagi: Titik Kumpul dan Aksi “Tumbuh Lestari”
Selain panggung utama, Booth KapanLagi menjadi salah satu titik kumpul favorit selama festival berlangsung. Bertepatan dengan ulang tahun KapanLagi yang ke-23, berbagai aktivitas interaktif dihadirkan untuk melibatkan pengunjung secara langsung.
Melalui kampanye “Tumbuh Lestari,” pengunjung diajak mengikuti program Pilah Sampah Bareng Minagi sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Partisipasi aktif audiens menunjukkan bahwa perayaan dan kesadaran lingkungan dapat berjalan berdampingan.
Berita Terkait
-
Lebih dari Sekadar Isu Lingkungan, Sandy Canester Ajak Pendengar Berefleksi Lewat Single Pohon
-
10 Karakter Orang yang Suka Musik Jazz dan Fakta Menarik di Baliknya
-
Lepas Bayang-Bayang Viralitas 'EGP', Sundanis Buktikan Eksistensi Lewat Single 'Bad Mood'
-
7Dunia Hadirkan Kisah Joker Berhati Malaikat yang Viral di YouTube
-
Abella Warnai Musik Anak Indonesia Lewat Single Debut Tick Tock
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Fairuz A Rafiq Disorot Usai Kakaknya Ditangkap KPK, Sonny Septian Singgung Hubungan Kakak Adik
-
Ahmad Dhani Bandingkan Ariel NOAH dengan Musisi Senior soal Izin Lagu di Kongres Komposer
-
Lesti Kejora Ajak Rizky Billar Nonton Liverpool, Kompensasi Perut Ngilu Setelah Lahiran Anak ke-3
-
Mertua Sakit Hati Putrinya Dipoligami, Pesulap Merah Ngotot Tak Salah: Harus Terima!
-
Mantan Istri Ungkap Karakter Uma di Nussa Diduga Terinspirasi dari Selingkuhan Aditya Triantoro
-
Umrah di Tengah Perang Iran vs AS - Israel, Meisya Siregar Singgung Soal Kabar Rudal yang Seliweran
-
Tuan Guru Bajang Soal Syiah: Mereka Tetap Bagian Umat Islam, Jangan Mau Diadu Domba
-
Iftar Friends of Palestine: 300 Figur Publik Himpun Donasi Rp130 Juta untuk Gaza
-
Fix! Ahmad Dhani Konfirmasi Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju Digelar Bulan Depan
-
Pengakuan Lawas Mimi Peri Viral, Incar 'Anak Kampung' Demi Hindari HIV AIDS