Entertainment / Gosip
Jum'at, 06 Maret 2026 | 13:35 WIB
Heboh isu Pemerintah Kabupaten Kutai Timur membeli ambulans dengan harga Rp9 miliar. [Ilustrasi mobil ambulans-Pixabay]
Baca 10 detik
  • Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, tersorot isu anggaran fantastis pengadaan satu unit ambulans senilai Rp9 miliar.
  • Klarifikasi Pemkab Kutim menyatakan dana Rp9 miliar tersebut dialokasikan untuk pengadaan 40 unit ambulans operasional.
  • Pemkab menegaskan harga Rp9 miliar mencakup seluruh kebutuhan teknis, karoseri, dan peralatan medis untuk 40 unit ambulans.

Suara.com - Pejabat daerah Indonesia kembali  menjadi sorotan dan kali ini perhatian tertuju pada Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman.

Ardiansyah Sulaiman dikabarkan membuat anggaran fantastis, pengadaan satu unit mobil ambulans hingga Rp9 miliar.

Informasi ini mencuat melalui unggahan akun Instagram @infocerewet pada tanggal 27 Februari 2026.

"Sektretariat Kutim kuras APBD 2024 beli ambulans Rp9 miliar, jalan tetap rusak, pasien butuh jalan mulus biar tidak mati konyol karena jalan," tulis akun tersebut dalam unggahannya.

Merespons kegaduhan yang telanjur viral, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) akhirnya memberikan klarifikasi. 

Pihak Pemkab Kutim menyatakan, berita yang beredar merupakan disinformasi..

Berdasarkan keterangan resmi, dana sebesar Rp9 miliar tersebut sejatinya diperuntukkan bagi pengadaan 40 unit ambulans operasional.

Apabila dilakukan penghitungan secara rata-rata, maka nilai per satu unit kendaraan medis tersebut hanya menyentuh angka Rp225 juta.

Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Timur (Kabag Umum Setkab Kutim), Uud Sudiharjo, menyampaikan, tuduhan mengenai harga selangit untuk satu kendaraan adalah penafsiran data oleh oknum tertentu.

Baca Juga: Bocah SD 'Roasting' Prabowo Subianto Pakai Istilah Politik Sensitif, Antek Asing Ikut Diucap

"Informasi yang menyebutkan bahwa anggaran Rp9 miliar diperuntukkan hanya untuk satu unit ambulance adalah tidak benar dan tidak sesuai fakta dokumen pelaksanaan kontrak," ujarnya dikutip dari Viral Kaltim pada Senin (2/3/2026).

Lebih lanjut, Pemkab Kutim merinci bahwa alokasi anggaran tersebut sudah mencakup seluruh kebutuhan teknis yang sangat mendetail bagi pelayanan kesehatan.

Hal ini mencakup transformasi kendaraan standar menjadi armada medis yang siap digunakan untuk melayani masyarakat di berbagai pelosok daerah.

Komponen biaya tersebut tidak hanya untuk fisik kendaraan semata, melainkan termasuk peralatan medis di dalamnya yang sesuai dengan prosedur.

"Nilai tersebut merupakan akumulasi beberapa unit ambulance beserta spesifikasi teknis, karoseri medis, dan kelengkapan sesuai standar pelayanan kesehatan," imbuh pihak Pemkab.

Load More