Entertainment / Gosip
Selasa, 10 Maret 2026 | 12:59 WIB
ilustrasi meja biliar di rumah dinas dprd Sumatera Selatan.
Baca 10 detik
  • DPRD Sumatera Selatan menganggarkan dana Rp486,9 juta untuk pembelian dua meja biliar rumah dinas pimpinan dewan.
  • Anggaran fantastis ini diketahui publik melalui data SIRUP LKPP dan diunggah pada Senin, 9 Maret 2026.
  • Pengadaan fasilitas mewah ini memicu kritik dari masyarakat dan selebritas mengenai prioritas penggunaan uang rakyat.

Suara.com - Rencana pengadaan fasilitas mewah oleh para pejabat publik, kembali menuai kontroversi di jagat maya.

Baru-baru ini, muncul kabar DPRD Provinsi Sumatera Selata telah menganggarkan dana fantastis, Rp486,9 juta, hanya untuk membeli dua meja biliar.

Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP, anggaran tersebut dialokasikan untuk kebutuhan fasilitas di rumah dinas pimpinan dewan setempat.

Meja biliar untuk Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie, dipatok seharga Rp151 juta. Sementara untuk Wakil Ketua III, Ilyas Panji Alam, mencapai Rp335,9 juta.

Kabar ini kemudian hadir di Instagram @/tante.rempong.official pada Senin, 9 Maret 2026.

Unggahan tersebut, memancing reaksi dari berbagai kalangan. Termasuk selebritas Kalina Oktarani yang merasa sangat miris melihat prioritas anggaran tersebut.

"Baru beberapa hari lalu ada rakyat meninggal cuma karena dua buah labu pak. Ini beli dua meja billiard, kok.. ah lieur," kata mantan istri Deddy Corbuzier ini. 

Tak hanya Kalina Oktarani, warganet lain bahkan membeberkan harga meja billiard yang dijual ayahnya.

"Pak, ayah saya pengrajin meja billiard yang mana size 9 feet hanya seharga Rp17 juta. Pesen di ayah saya aja pak, biar ekonomi berputar sambil membantu rakyat kecil. Meja billiard 400jt'an apakah berlapiskan emas berlian pak?" kata warganet.

Baca Juga: Gempa M 4,3 Guncang Iran di Tengah Perang, Muncul Spekulasi Uji Coba Nuklir di Media Sosial

Masyarakat lain juga merasa keberatan karena uang pajak yang mereka bayarkan justru digunakan untuk fasilitas hiburan para anggota dewan. 

"Yang wajar-wajar aja jadi manusia," tulis warganet lainnya.

Load More