- Penulis Dayat Piliang mengkritik Permadi Arya (Abu Janda) akibat makian kasar saat debat publik iNews TV, Selasa (10/3/2026).
- Dayat mendesak penyelenggara diskusi dan stasiun TV mem-blacklist Abu Janda karena dianggap merusak demokrasi.
- Abu Janda diusir moderator setelah melontarkan makian kasar kepada Prof. Ikrar Nusa Bhakti di acara "Rakyat Bersuara".
Suara.com - Penulis Dayat Piliang melontarkan kritik tajam terhadap pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda, menyusul insiden makian kasar dalam debat publik, baru-baru ini.
Dayat mendesak agar penyelenggara diskusi maupun stasiun televisi segera memasukkan nama Abu Janda ke dalam daftar hitam atau blacklist.
Melalui akun X-nya pada Rabu, 11 Maret 2026, Dayat menyebut kehadiran Abu Janda dalam ruang diskusi bukan lagi sekadar memberikan warna, melainkan sudah merusak tatanan demokrasi.
Dia menilai perilaku tersebut jauh lebih berbahaya dibandingkan tokoh kontroversial lainnya yang selama ini dianggap sebagai pengganggu diskusi.
"Abu Janda sudah seharusnya di-blacklist dari semua panggung diskusi," tulis Dayat Piliang dalam unggahannya.
Dayat kemudian membandingkan Abu Janda dengan pengacara Firdaus Oiwobo dan Pitra Romadoni yang sering muncul di media dengan pernyataan-pernyataan kontroversialnya.
Menurutnya, ada perbedaan mendasar antara perilaku "menyebalkan" dengan perilaku yang destruktif terhadap esensi diskusi itu sendiri.
"Firdaus Oiwobo, Pitra, dan sejenisnya yang berperan sebagai badut diskusi memanglah menyebalkan, tapi Abu Janda ini bukan menyebalkan, tapi menjadikan diskusi rusak sepenuhnya dan menjadi penyakit bagi demokrasi kita," imbuh Dayat.
Pernyataan keras ini merupakan respons atas kejadian pada Selasa, 10 Maret 2026 malam, di mana Abu Janda diusir oleh moderator Aiman Witjaksono dari studio iNews TV.
Baca Juga: Tak Terima Prof Ikrar Dimaki di Acara iNews TV, Jhon Sitorus: Abu Janda Biadab!
Dalam acara bertajuk "Rakyat Bersuara" tersebut, pria yang kerap tampil dengan pakaian loreng itu kedapatan melontarkan makian kasar kepada pakar politik senior, Profesor Ikrar Nusa Bhakti.
Abu Janda juga berucap kasar dengan pengisi acara lainnya yaki ahli hukum Feri Amsari.
Kritik Dayat Piliang ini mencerminkan kegeraman publik terhadap rendahnya etika komunikasi di ruang siaran langsung.
Bagi Dayat, membiarkan sosok yang tidak bisa menjaga adab tetap tampil di panggung diskusi hanya akan memperburuk kualitas edukasi politik bagi masyarakat luas.
Hingga saat ini, tuntutan untuk mem-blacklist Abu Janda terus menguat di media sosial, terutama setelah potongan video kemarahannya kepada sang profesor viral dan menuai kecaman dari berbagai tokoh intelektual.
Berita Terkait
-
Tak Terima Prof Ikrar Dimaki di Acara iNews TV, Jhon Sitorus: Abu Janda Biadab!
-
Momen Abu Janda Diusir Aiman Witjaksono Usai Debat Sengit dengan Feri Amsari Soal Palestina
-
Detik-Detik Abu Janda Ngamuk saat Debat Soal Amerika, Maki Dubes RI Ikrar Nusa Bakti: Jagoan Gue!
-
Ngaku Dipandang Dunia, Abu Janda Sesumbar Bisa Antar Wanda Hamidah Tembus Blokade di Gaza
-
Apa Alasan Abu Janda Tuduh Felix Siauw Antek Barat dan Agen Israel?
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Viral Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Larang 2 WNA Penyelenggara Event Lari Masuk Indonesia Lagi
-
Harga Kebutuhan Naik, Gaji Tetap: Realitas Daya Beli yang Kian Menurun
-
Arsenal Siapkan Strategi Khusus Datangkan Julin Alvarez, Viktor Gyokeres Jadi Opsi Tukar?
-
Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
-
Ulasan Novel Kado Terbaik: Potret Haru Perjuangan Anak Jalanan
-
Qualcomm Siapkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 Versi Murah, Akhiri Era HP Flagship Mahal?
-
Prabowo Guyur Insentif Baru, Bea Masuk Impor MRO dan LPG Dipangkas Jadi 0%
-
Momen Febrie Adriansyah Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
The Da Vinci Code: Misteri, Simbol, dan Sejarah yang Memancing Rasa Penasaran
-
Heboh Kasus Pencabulan Anak SD Yatim Piatu di Sumut, Guru ASN Wajib Disanksi Berat jika Terbukti