Ikrar kemudian melanjutkan pendidikan doktoral di Griffith University, Australia, pada bidang sejarah politik Asia modern.
Gelar doktor tersebut dia raih pada 1992 setelah menempuh studi di School of Modern Asian Studies.
Karier akademiknya berkembang di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia hingga mencapai posisi Profesor Riset di bidang politik.
Selain menjadi peneliti dan akademisi, Ikrar juga pernah menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Tunisia periode 2017 hingga 2021.
Di sisi lain, Abu Janda yang memiliki nama asli Permadi Arya memiliki latar belakang pendidikan di bidang teknologi informasi dan bisnis.
Dia tercatat menyelesaikan pendidikan Diploma Ilmu Komputer di Informatics IT School, Singapura, pada April 1997.
Setelah itu, Abu Janda melanjutkan studi Sarjana Business and Finance di University of Wolverhampton, Inggris.
Program sarjana tersebut diselesaikan pada 1999 sebelum memulai karier profesional di sektor swasta.
Sebelum dikenal sebagai pegiat media sosial, Abu Janda pernah bekerja di beberapa sektor industri berbeda.
Baca Juga: Momen Abu Janda Diusir Aiman Witjaksono Usai Debat Sengit dengan Feri Amsari Soal Palestina
Pengalaman kerjanya meliputi perusahaan sekuritas, bank swasta, hingga industri tambang batu bara selama lebih dari satu dekade.
Dalam beberapa tahun terakhir, dia lebih dikenal sebagai aktivis media sosial yang aktif mengomentari isu politik dan sosial.
Meski pendidikan dan kariernya cukup mengesankan, Abu Janda sama sekali tidak memiliki latar belakang yang berkaitan dengan sejarah.
Publik pun mempertanyakan atas dasar apa dia berani mendebat dua tokoh yang lebih memahami tentang sejarah geopolitik ketimbang dirinya.
Kontributor : Chusnul Chotimah
Tag
Berita Terkait
-
Viral Lagi Foto Abu Janda Doa di Tembok Ratapan, Banjir Hujatan: Ngakunya Sangat Islam
-
Abu Janda Kicep Ditanya Referensi soal Palestina: Kalau Cuma Nyerocos, Anak SD Juga Bisa!
-
Viral Lagi Momen Abu Janda Dibikin Malu Ustaz Felix Siauw soal Bendera Rasulullah
-
Kronologi Abu Janda Diusir dari Acara iNews TV, Berawal Bahas Amerika Serikat
-
Dinilai Merusak Demokrasi, Dayat Piliang Desak Abu Janda Di-blacklist dari TV
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Hijau di Iklan, Abu-Abu dalam Aksi: Bahaya Fenomena Greenwashing
-
Ulasan Bloody Flower: Ketika Pembunuh Jadi Harapan Terakhir Banyak Orang
-
Daya Beli Lesu, Kelas Menengah Pilih Beli Beras Ketimbang Cicil Rumah
-
Cabai Rawit Tembus Rp54 Ribu, Cek Daftar Harga Pangan yang Naik Hari Ini
-
Pelaku Kekerasan Anak Justru Orang Terdekat, Plan Indonesia Ungkap Data Miris
-
5 Serum Flek Hitam yang Aman Digunakan Setiap Hari, Ampuh Cerahkan Kulit Mulai Rp20 Ribu
-
Suarakan Kesetaraan, Run for Equality 2026 Sukses Digelar di Senayan Park
-
Susul Kesuksesan The Grey, Netflix Garap Parasyte: Tamiya yang Tayang 2027
-
Dari Diskusi hingga Wall of Hope, LINTAS Dorong Masyarakat Peduli Masa Depan Transportasi Umum
-
6 Rekomendasi Parfum Aroma Susu yang Creamy dan Bikin Ketagihan