- Investor asing melakukan aksi jual bersih pada saham perbankan dan kapitalisasi besar hingga sesi pertama, Senin, 8 Mei 2026.
- Emiten TPIA mencatatkan nilai jual bersih tertinggi sebesar Rp 1,14 triliun, disusul BBCA dengan nilai Rp 1,10 triliun.
- Di sisi lain, investor asing melakukan pembelian bersih pada saham lapis kedua, dengan nilai tertinggi diraih oleh WIFI.
Suara.com - Investor asing kembali mencatatkan aksi jual bersih (net foreign sell) pada sejumlah saham berkapitalisasi besar pada perdagangan hingga sesi I, Senin, 8 Mei 2026.
Saham-saham perbankan menjadi bulan-bulanan para investor asing untuk melakukan aksi jual.
Berdasarkan data Stockbit, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi emiten yang paling banyak dilepas investor asing dengan nilai mencapai Rp 1,14 triliun.
Di posisi kedua, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga mengalami tekanan jual dari investor asing dengan nilai net foreign sell sebesar Rp 1,10 triliun.
Aksi jual asing kemudian berlanjut pada saham sektor perbankan dan komoditas. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat net foreign sell sebesar Rp 235,70 miliar, disusul PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 169,85 miliar, serta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp 110,79 miliar.
Di sisi lain, investor asing masih terlihat mengoleksi sejumlah saham lapis kedua. Saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) menjadi emiten yang paling banyak diburu asing dengan nilai net foreign buy mencapai Rp 21,36 miliar.
Posisi berikutnya ditempati PT Bumi Dewa Pertiwi Tbk (DEWA) dengan net foreign buy sebesar Rp 19,04 miliar. Sementara itu, PT Timah Tbk (TINS) mencatat pembelian bersih asing senilai R p15,29 miliar.
Investor asing juga membukukan akumulasi pada saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) sebesar Rp 14,23 miliar dan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) senilai Rp 12,53 miliar.
Berikut daftar saham dengan nilai net foreign sell dan net foreign buy terbesar berdasarkan data Stockbit:
Baca Juga: IHSG Terus Lanjutkan Pelemahan Pagi Ini ke Level 5.486
Net Foreign Sell
- TPIA: Rp 1,14 triliun
- BBCA: Rp 1,10 triliun
- BMRI: Rp 235,70 miliar
- ANTM: Rp 169,85 miliar
- BBRI: Rp 110,79 miliar
Net Foreign Buy
- WIFI: Rp 21,36 miliar
- DEWA: Rp 19,04 miliar
- TINS: Rp 15,29 miliar
- BDMN: Rp 14,23 miliar
- BUVA: Rp 12,53 miliar
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi