- Meteran listrik pasangan lansia di Nias dicabut petugas karena dianggap mencurigakan akibat pemakaian token yang terlalu hemat.
- Pasangan tersebut hanya menggunakan tiga lampu dan satu rice cooker, sehingga saldo listrik mereka bertahan sangat lama.
- Lansia tersebut terpaksa menggunakan dana BLT untuk membayar denda Rp600.000 agar listrik rumah mereka dapat menyala kembali.
Suara.com - Media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh sebuah video yang memicu rasa iba sekaligus amarah warganet.
Sebuah narasi memilukan datang dari wilayah Kabupaten Nias, Sumatra Utara, di mana sepasang lansia harus merelakan meteran listrik rumah mereka dicabut oleh petugas.
Alasannya pun terbilang tidak biasa. Mereka dianggap terlalu hemat dalam mengisi token listrik.
Kejadian ini mendadak viral dan salah satunya diunggah ulang oleh akun Instagram @rumpi_gosip. Video tersebut memperlihatkan kondisi rumah pasangan kakek dan nenek yang tampak sederhana, namun harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan akses energi karena pola konsumsi yang minim.
Pasangan lansia yang diketahui tinggal di Desa Orahua, Kabupaten Nias, ini hidup dengan gaya hidup yang sangat bersahaja. Berdasarkan informasi yang beredar, mereka hanya menggunakan perangkat elektronik dalam jumlah yang sangat terbatas.
Di dalam rumah tersebut, hanya terdapat tiga buah lampu kecil untuk penerangan di malam hari dan satu unit rice cooker untuk memasak nasi. Karena penggunaan yang sangat minim inilah, saldo token listrik yang mereka beli bertahan dalam waktu yang sangat lama.
Namun, penghematan luar biasa ini justru memicu kecurigaan dari petugas. Pemakaian listrik yang dianggap "tidak wajar" karena terlalu sedikit tersebut membuat petugas melakukan tindakan tegas dengan mencabut meteran listrik dari dinding rumah mereka.
Denda Rp600 Ribu dan Mirisnya Penggunaan Dana BLT
Tak berhenti pada pencabutan meteran, masalah yang dihadapi pasangan lansia ini semakin berat saat mereka diminta membayar sejumlah uang agar aliran listrik kembali normal.
Baca Juga: Kakek Nenek di Nias Diancam Petugas PLN Gara-Gara Hemat Listrik, Begini Akhirnya
Narasi dalam video menyebutkan bahwa mereka diharuskan membayar sekitar Rp600.000 sebagai biaya administrasi atau denda.
Angka tersebut tentu bukan jumlah yang kecil bagi pasangan lansia di pedesaan. Mirisnya, demi bisa kembali mendapatkan penerangan, pasangan ini dikabarkan terpaksa menggunakan uang Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang baru saja mereka terima dari pemerintah.
"Pasangan lansia di Desa Orahua Nias begitu malang. Hanya karena hemat, token listrik awet, malah dicurigai aneh oleh petugas," bunyi keterangan video.
Reaksi Netizen
Berita ini langsung memancing reaksi keras dari publik. Banyak warganet yang menyayangkan sikap petugas yang dinilai kurang melakukan edukasi atau pengecekan mendalam sebelum mengambil tindakan drastis.
Beberapa komentar menyoroti bahwa seharusnya penghematan energi diapresiasi, bukan justru dicurigai sebagai tindak kecurangan.
Berita Terkait
-
Viral Gadis Kelas 2 SMA dari Luar Kota Datangi Rumah Pacar, Ternyata Sudah Beristri dan Anak
-
Baju Basah Demi Sekolah, Curhat Pilu Siswa Nias Seberangi Sungai Deras di Depan Wapres Gibran
-
Gibran Turun Gunung ke Nias, Minta Jembatan 'Penyelamat' Siswa Segera Dibangun
-
IACN Endus Bau Tak Sedap di Balik Pinjaman Bupati Nias Utara Rp75 Miliar ke Bank Sumut
-
Anggota DPRD Sumut Minta Nias Merdeka, Kecewa Banjir Sumatera Tak Jadi Bencana Nasional
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Peran Dul Jaelani dalam Hubungan El Rumi-Syifa Hadju Baru Terungkap, Sederhana tapi Manis Banget
-
Ada Ustaz Iseng Chat WA Syekh Ahmad Al Misry di Tengah Kasus Pelecehan, Dibalas Begini
-
Sebelum Viral Seperti Sekarang, Taksi Hijau Sudah Lama Ditolak di Surabaya
-
Teori Ilmiah Alumni ITB, Kaitan Mobil Mogok di Rel dan Kecelakaan KRL Bekasi
-
Usulan Pindah Gerbong Wanita, Menteri PPPA Arifah Fauzi Banjir Kritik: Nyawa Laki-Laki Lebih Murah?
-
Viral Lewat Lagu Die on This Hill, Sienna Spiro Gebrak Panggung The Icon Indonesia Malam Ini
-
Habib Jafar Sebut Korban Kecelakaan KRL Bekasi Mati Syahid
-
Ada Sisi Humanis Hantu Tanpa Kepala di Film The Bell Panggilan untuk Mati
-
Sinopsis Film Verity, Kolaborasi Panas Anne Hathaway dan Dakota Johnson
-
Sinopsis The Generals: Film Politik Korea Bakal Tayang di Netflix, Dibintangi Ji Chang Wook