- Dandhy Laksono merilis film dokumenter Menolak Punah pada 4 April 2026 di Jakarta terkait bahaya limbah plastik pakaian.
- Film tersebut menyoroti kandungan poliester pada pakaian yang berisiko menyebabkan penyakit kronis serta masalah kesehatan jangka panjang masyarakat.
- Dokumenter ini mendorong penggunaan kembali serat kapas lokal sebagai solusi ramah lingkungan untuk meminimalisir dampak mikroplastik bagi manusia.
Suara.com - Setelah sukses dengan film dokumenter Pulau Plastik (2021), Dandhy Laksono kembali menggarap proyek mengenai lingkungan. Kali ini, hadir lewat judul Menolak Punah.
Masih bicara soal imbas plastik seperti pada proyek film sebelumnya, kali ini Dandhy Laksono bersama tim mengupas imbas limbah tersebut yang masuk melalui pakaian.
Ya, bahan pakaian yang ternyata mengandung plastik dan polyester bisa berdampak buruk bagi kesehatan manusia.
Film Menolak Punah menyoroti bahaya bahan kimia tersebut yang bisa menyerap ke dalam tubuh dan mengakibatkan penyakit jangka panjang.
Mulai dari resiko pernapasan hingga menyebabkan kanker.
Ironisnya, bahan pakaian yang ramah lingkungan dan kesehatan seperti dari serat kapas, keberadaannya nyaris langka.
Film ini, pun ikut menyoroti bagaimana sulitnya kapas didapatkan di Indonesia. Karena itu, negara melakukan import bahan sandang tersebut.
Padahal jika menyorot pada lambang negara Indonesia, ada unsur padi dan kapas.
Di tengah import kapas yang dilakukan negara, masih ada anak-anak bangsa yang berjuang untuk menanam kapas.
Baca Juga: Diskusi Buku Dibubarkan, Guru Besar UII Sebut Aparat Anti Sains dan Mengancam Demokrasi
Mengingat, Indonesia memiliki tanah yang subur. Sehingga bukan perkara sulit, terutama di daerah Timur Indonesia untuk ditanami kapas.
Hanya saja, seberapa banyak orang yang mau menanam kapas?
Ney Dinan, salah satu sosok yang tampil dalam film dokumenter Menolak Punah menelusuri proses penanaman kapas hingga pencarian terhadap pewarnaan alami.
Ia juga menunjukkan perbedaan kapas dan benang berbahan polyester jika dibakar.
Saat kapas dibakar, benda tersebut lama kelamaan akan berubah menjadi abu dan hilang. Sehingga tidak akan menyebabkan limbah.
Sementara benang berbahan polyester serta plastik, akan sulit terurai dan tetap menjadi plastik.
Berita Terkait
-
Diskusi Buku Dibubarkan, Guru Besar UII Sebut Aparat Anti Sains dan Mengancam Demokrasi
-
Dibubarkan Sebelum Diskusi Dimulai, Buku Reset Indonesia Dianggap Ancaman?
-
Kenapa Dinamakan Dirty Vote II o3? Makna Otot, Otak, Ongkos di Karya Dandhy Laksono
-
Profil 4 Pemeran Film Dirty Vote II o3, Rekam Jejak Pendidikan Prestisius
-
Link Nonton Dirty Vote II o3 Karya Dandhy Laksono, Gratis Full Movie
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Bawa Pesan Persahabatan Abadi, Trio Cilik Sparkle Rilis Lagu 'Sampai Kita Besar Nanti'
-
Akhiri Vakum 10 Tahun, Marsha Aruan Kembali Main Sinetron Lewat Terlanjur Mencintaimu
-
Pesta Timuran Jaksel Suguhkan Kemeriahan Budaya Indonesia Timur dengan Lagu Viral dan Joget Maumere
-
Rayakan 40 Tahun Kahitna, Promotor Siapkan Konsep Konser Termegah
-
Menikmati Prambanan Jazz 2026, dari Musik hingga Berburu Spot Seru
-
Kim Myungsoo Tutup Fancon Jakarta dengan Pujian: Indonesia So Far Ranking Satu
-
Dari Kreator Konten ke Pebisnis, Begini Perjalanan Karier Acil Bintangnya Parfum
-
Intip Momen Sakral Pernikahan Tertutup Aamir Khan dan Gauri Spratt di Mumbai
-
Sukses Gandeng Saipul Jamil dan Aldi Taher, Neng Dessy Kini Fokus Cetak Talenta Baru
-
Bukan Lagu Cinta Biasa, Adnan Ndy Rilis 'Akhirku' untuk Melawan Kelamnya Narkoba