Entertainment / Gosip
Selasa, 07 April 2026 | 13:04 WIB
Wahyu Surya [Instagram]
Baca 10 detik
  • Atlet angkat berat Bali, Wahyu Surya, gagal mengikuti kejuaraan dunia di Lithuania pada April 2026 akibat kendala administrasi.
  • PABERSI membantah adanya pungli dan menjelaskan bahwa dana ratusan juta tersebut merupakan titipan untuk biaya tes doping.
  • Pengurus Besar PABERSI memutuskan tidak memberikan rekomendasi kepada empat atlet Indonesia, termasuk Wahyu Surya untuk bertanding.

Suara.com - Kabar kurang menyenangkan datang dari dunia olahraga tanah air, khususnya bagi atlet angkat berat (powerlifting) berprestasi asal Bali, Wahyu Surya.

Wahyu Surya mencurahkan isi hatinya ke media sosial setelah dipastikan gagal berangkat mengikuti kejuaraan dunia bergengsi di Lithuania.

Kegagalan ini memicu kekecewaan mendalam bagi sang atlet. Mengingat dirinya sudah melakukan persiapan dan latihan demi mengharumkan nama bangsa.

"Kalah sebelum berperang. gagal tanding di kejuaraan lithuania. tidak mendapatkan surat rekomendasi," tulisnya mengawali kabar sedih tersebut di Instagram pada Minggu, 4 April 2026.

Persoalan ini menjadi heboh karena Wahyu menyebutkan adanya syarat dana jaminan. Jumlahnya pun sangat fantastis bagi seorang atlet mandiri.

"Pengurus PABERSI Bali meminta dana jaminan $20.000 atau 339juta. uang sebanyak itu dari mana?" keluh Wahyu dalam pernyataannya.

Menanggapi kegaduhan tersebut, I Ketut Widhi Sandiasa selaku Sekretaris Umum PABERSI Buleleng akhirnya memberikan klarifikasi mengenai kronologi yang sebenarnya terjadi.

Pihak pengurus menjelaskan, mereka sebenarnya sudah mencoba menindaklanjuti permohonan rekomendasi Wahyu Surya agar bisa dikirimkan ke tingkat Pengurus Besar (PB).

Namun, ternyata ada keputusan dari pusat bahwa terdapat empat atlet Indonesia yang memang tidak diberikan rekomendasi untuk bertanding dalam kejuaraan tersebut.

Baca Juga: Hesti Purwadinata Semprot Pria yang Atur Cara Melahirkan Calon Istri

"Dari Pak Marwito sebagai ketua umum dapat informasi dari Sekum Pengprov memang dari PB tidak memberikan rekomendasi," jelas Ketut Widhi.

Mengenai uang ratusan juta rupiah yang dipermasalahkan, pihak federasi membantah adanya pungutan liar, melainkan uang itu merupakan dana titipan untuk tes doping.

"Kalau masalah itu sebenarnya itu hanya hanya titipan ya. Diminta titip dananya di Pemprov ya itu digunakan untuk jika seandainya nanti setelah pertandingan itu kan ada tes doping," kata Ketut Wdhi.

"Artinya tidak ada dana yang artinya diminta untuk membayar sendiri ya. Gak ada pungli, nggak ada," tegas Ketut Widhi meluruskan isu yang beredar.

Wahyu Surya sendiri kini memilih berlapang dada dan meminta maaf atas kegaduhan yang sempat terjadi di akun media sosial pribadinya.

"Ini bukan mengenai hal uang atau jaminan, tapi federasi mempunyai alasan mereka sendiri. Saya akan latihan lebih keras lagi, saya akan buktikan lebih keras di 2027," pungkas Wahyu.

Load More