- Padi lahir dari relasi kepanitiaan konser Slank di Surabaya, dengan modal awal 50 lagu yang telah disiapkan Piyu.
- Modal puluhan lagu tersebut mempercepat proses aransemen dan rekaman demo hingga Padi berhasil menembus industri musik.
- Padi berkomitmen untuk terus bermusik hingga tua layaknya The Rolling Stones, demi menyalurkan energi kreatif dan menjaga produktivitas.
Suara.com - Gitaris sekaligus pentolan band Padi, Satriyo Yudi Wahono alias Piyu, membagikan kisah awal mula terbentuknya band rock asal Surabaya tersebut.
Terbentuk di pengujung era 90-an, Padi rupanya lahir dari sebuah kepanitiaan konser musik. Saat itu, Piyu yang sudah menetap di Jakarta diajak pulang kampung oleh teman-teman kuliahnya di Surabaya untuk membuat acara musik.
"Yuk pulang aja deh ke Surabaya, kita bikin event. Kita bikin panggung, bikin konser Slank di Surabaya. Salah satu anggota panitianya adalah Ari, gitaris Padi. Dari situ akhirnya kenal," kata Piyu menceritakan sejarah terbentuknya band saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat pada Senin, 6 April 2026.
Setelah mengenal Ari, Piyu kemudian dikenalkan dengan Rindra sang pemain bass. Formasi ini makin solid setelah Fadly (vokalis) dan Yoyo (drummer) ikut bergabung.
Menariknya, Piyu tidak datang dengan tangan kosong. Dia membawa modal sekitar 50 lagu yang sudah diciptakannya selama merantau di ibukota. Kumpulan lagu ini akhirnya dijadikan fondasi awal bagi Padi untuk membuat demo rekaman.
"Dari 50 lagu kita bikin, paling cuma jadi tiga, empat, lima, enggak semuanya jadi. Tapi dengan 50 lagu, at least enggak perlu dari awal-awal banget kan bikinnya. Udah ada lagu begini, kita tinggal aransemen, baru udah rekaman. Lebih cepet kan," jelas pencipta lagu "Sobat" tersebut.
Keyakinan Piyu terhadap potensi bandnya saat itu sangat tinggi. Dia mengaku tidak pernah merasa minder karena melihat setiap personel memiliki kemampuan musikalitas yang mumpuni.
"Saya pernah bilang ke Rindra, 'Dra, kita ini tinggal nunggu waktu aja sih. Kita enggak tahu kapan, tapi kita pasti nanti akan rekaman.' Saya yakin band ini bakal keren," kenangnya.
Kini, setelah lebih dari dua dekade berkarya dan mengecap kesuksesan finansial, bapak beranak tiga tersebut memastikan Padi tidak akan berhenti bermusik.
Baca Juga: Siap Guncang Malaysia! Dewa 19 Boyong 3 Vokalis, Tyo Nugros, hingga Padi Reborn Sekaligus
Alih-alih memikirkan masa pensiun, dia justru berambisi membawa bandnya terus beraksi di atas panggung hingga usia senja, layaknya grup legendaris asal Inggris, The Rolling Stones.
"Kayaknya kita pengin walaupun udah kakek-kakek tapi masih pengin kayak The Rolling Stones gitu kan. Walaupun kita masih tetap nge-band," tegas Piyu.
Menurutnya, orientasi bermusik Padi saat ini sudah bergeser. Tujuannya bukan lagi demi mengejar materi, melainkan murni sebagai ruang untuk menyalurkan energi dan kreativitas.
Terlebih, tabungan para personel dinilai sudah lebih dari cukup untuk menopang kehidupan mereka.
"Bukan materinya yang kita kejar. Buat energi kita bisa terlampiaskan, kita bisa meluapkan ide-ide kita. Kalau materi mungkin kita rasa kita udah cukup punya tabungan," tambahnya.
Sebagai penutup, Piyu berseloroh bahwa tetap produktif bermusik di usia tua juga menjadi cara ampuh untuk menghindari kepikunan.
"Memang harus dijaga supaya kita menghindari short-term loss memory. Saya cuma lupa kalau kadang ketemu cewek, habis itu ketemu besoknya lupa," pungkasnya berkelakar.
Berita Terkait
-
Bulog Dukung Gerakan Tanam Padi Serentak di Kawasan Cetak Sawah Merauke
-
Potensi Luas Panen Padi Juni-Agustus 2026 Naik Jadi 2,88 Juta Hektare
-
Semarak Perayaan HUT ke-499 Kota Jakarta di Bundaran HI
-
Petani Jember Dapat Senjata Baru Lawan Penyakit Padi, Produksi Diklaim Meningkat
-
PGN-BRIN Kembangkan Minapadi Salin, Bidik Hasil Padi 7 Ton per Hektare
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Bawa Pesan Persahabatan Abadi, Trio Cilik Sparkle Rilis Lagu 'Sampai Kita Besar Nanti'
-
Akhiri Vakum 10 Tahun, Marsha Aruan Kembali Main Sinetron Lewat Terlanjur Mencintaimu
-
Pesta Timuran Jaksel Suguhkan Kemeriahan Budaya Indonesia Timur dengan Lagu Viral dan Joget Maumere
-
Rayakan 40 Tahun Kahitna, Promotor Siapkan Konsep Konser Termegah
-
Menikmati Prambanan Jazz 2026, dari Musik hingga Berburu Spot Seru
-
Kim Myungsoo Tutup Fancon Jakarta dengan Pujian: Indonesia So Far Ranking Satu
-
Dari Kreator Konten ke Pebisnis, Begini Perjalanan Karier Acil Bintangnya Parfum
-
Intip Momen Sakral Pernikahan Tertutup Aamir Khan dan Gauri Spratt di Mumbai
-
Sukses Gandeng Saipul Jamil dan Aldi Taher, Neng Dessy Kini Fokus Cetak Talenta Baru
-
Bukan Lagu Cinta Biasa, Adnan Ndy Rilis 'Akhirku' untuk Melawan Kelamnya Narkoba