Entertainment / Music
Selasa, 07 April 2026 | 20:00 WIB
Grup Band Padi di 'Mega Konser Padi Reborn', Jumat (10/11/2017). (Suara.com/Ismaik)
Baca 10 detik
  • Padi lahir dari relasi kepanitiaan konser Slank di Surabaya, dengan modal awal 50 lagu yang telah disiapkan Piyu.
  • Modal puluhan lagu tersebut mempercepat proses aransemen dan rekaman demo hingga Padi berhasil menembus industri musik.
  • Padi berkomitmen untuk terus bermusik hingga tua layaknya The Rolling Stones, demi menyalurkan energi kreatif dan menjaga produktivitas.

Suara.com - Gitaris sekaligus pentolan band Padi, Satriyo Yudi Wahono alias Piyu, membagikan kisah awal mula terbentuknya band rock asal Surabaya tersebut.

Terbentuk di pengujung era 90-an, Padi rupanya lahir dari sebuah kepanitiaan konser musik. Saat itu, Piyu yang sudah menetap di Jakarta diajak pulang kampung oleh teman-teman kuliahnya di Surabaya untuk membuat acara musik.

"Yuk pulang aja deh ke Surabaya, kita bikin event. Kita bikin panggung, bikin konser Slank di Surabaya. Salah satu anggota panitianya adalah Ari, gitaris Padi. Dari situ akhirnya kenal," kata Piyu menceritakan sejarah terbentuknya band saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat pada Senin, 6 April 2026.

Setelah mengenal Ari, Piyu kemudian dikenalkan dengan Rindra sang pemain bass. Formasi ini makin solid setelah Fadly (vokalis) dan Yoyo (drummer) ikut bergabung.

Menariknya, Piyu tidak datang dengan tangan kosong. Dia membawa modal sekitar 50 lagu yang sudah diciptakannya selama merantau di ibukota. Kumpulan lagu ini akhirnya dijadikan fondasi awal bagi Padi untuk membuat demo rekaman.

"Dari 50 lagu kita bikin, paling cuma jadi tiga, empat, lima, enggak semuanya jadi. Tapi dengan 50 lagu, at least enggak perlu dari awal-awal banget kan bikinnya. Udah ada lagu begini, kita tinggal aransemen, baru udah rekaman. Lebih cepet kan," jelas pencipta lagu "Sobat" tersebut.

Keyakinan Piyu terhadap potensi bandnya saat itu sangat tinggi. Dia mengaku tidak pernah merasa minder karena melihat setiap personel memiliki kemampuan musikalitas yang mumpuni.

"Saya pernah bilang ke Rindra, 'Dra, kita ini tinggal nunggu waktu aja sih. Kita enggak tahu kapan, tapi kita pasti nanti akan rekaman.' Saya yakin band ini bakal keren," kenangnya.

Kini, setelah lebih dari dua dekade berkarya dan mengecap kesuksesan finansial, bapak beranak tiga tersebut memastikan Padi tidak akan berhenti bermusik.

Baca Juga: Siap Guncang Malaysia! Dewa 19 Boyong 3 Vokalis, Tyo Nugros, hingga Padi Reborn Sekaligus

Alih-alih memikirkan masa pensiun, dia justru berambisi membawa bandnya terus beraksi di atas panggung hingga usia senja, layaknya grup legendaris asal Inggris, The Rolling Stones.

"Kayaknya kita pengin walaupun udah kakek-kakek tapi masih pengin kayak The Rolling Stones gitu kan. Walaupun kita masih tetap nge-band," tegas Piyu.

Menurutnya, orientasi bermusik Padi saat ini sudah bergeser. Tujuannya bukan lagi demi mengejar materi, melainkan murni sebagai ruang untuk menyalurkan energi dan kreativitas.

Terlebih, tabungan para personel dinilai sudah lebih dari cukup untuk menopang kehidupan mereka.

"Bukan materinya yang kita kejar. Buat energi kita bisa terlampiaskan, kita bisa meluapkan ide-ide kita. Kalau materi mungkin kita rasa kita udah cukup punya tabungan," tambahnya.

Sebagai penutup, Piyu berseloroh bahwa tetap produktif bermusik di usia tua juga menjadi cara ampuh untuk menghindari kepikunan.

Load More