- Shanty Harmayn berhasil mengajak pulang Ronny Gani, animator kelas dunia (Avengers: Endgame), untuk menyutradarai film animasi Garuda di Dadaku.
- Kolaborasi ini bertujuan membangun ekosistem kerja (workflow) animasi yang solid di Indonesia agar mampu bersaing dengan standar industri Hollywood.
- Produksi film ini melibatkan kekuatan talenta lokal yang besar, mencakup 300 animator dan lebih dari 10 studio animasi di seluruh Indonesia.
Suara.com - Ronny Gani, sosok di balik visual memukau film Avengers: Endgame, kini kembali ke Tanah Air. Pria berbakat ini siap menakhodai proyek film animasi Garuda di Dadaku.
Ronny Gani duduk di kursi sutradara untuk film Garuda di Dadaku versi animasi. Langkah ini cukup mengejutkan karena ia sudah belasan tahun berkecimpung di dunia animasi Hollywood.
Keterlibatan Ronny Gani pun tidak lepas dari sosok produser Shanty Harmayn. Ia mengajak Sarjana Arsitek ini untuk ikut dalam proyeknya.
"Jadi Mas Ronny dulu kerja di Lucas jadi saya culik istilahnya. Saya bilang ini pulang deh Ron gitu, pulang deh pulang gitu," kata Shanty Harmayn dalam konferensi pers di Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa, 7 April 2026.
Komitmen besar pun dibangun agar pria yang terlibat dalam seri Transformers ini menetap dan fokus memajukan industri kreatif lokal.
"Komitmennya adalah to stay and produce film animasi," tambah Shanty Harmayn menegaskan tujuan utamanya mengajak Ronny bergabung.
Bicara soal sistem kerja antara Hollywood dan Indonesia, Ronny tidak bisa menyamakannya. Sebab, Indonesia masih berproses dalam film animasi, sementara Hollywood sudah menjalankan jauh sebelum negara ini.
"Mereka udah hampir ratusan tahun bahkan mungkin industrinya, sedangkan kita masih sangat baby gitu ya. Jadi yang harus kami munculkan di awal adalah bagaimana menciptakan sebuah workflow," katanya.
Meski tak bisa disamakan, tapi Ronny Gani bersyukur film Garuda di Dadaku versi animasi dibantu banyak orang-orang hebat.
Baca Juga: Spider-Man: Brand New Day Rilis Trailer, 'Kelahiran Kembali' Peter Parker
"Kekuatan kita ada di human craft. Kita banyak sekali talenta-talenta yang berbakat di seluruh Indonesia. Makanya di project kita ini sendiri kita melibatkan, hanya dari sisi produksi animasinya aja itu 300 orang dan lebih dari 10 studio animasi. Di seluruh Indonesia," ucapnya mengakhiri.
Berita Terkait
-
Atta Halilintar Produseri Film Animasi Garuda di Dadaku, Karakter Utama Wakili Cita-citanya
-
First Look X-Men di Avengers: Doomsday, Reuni Legendaris yang Mengguncang MCU
-
X-Men Kembali! Teaser Avengers: Doomsday Tampilkan Xavier, Magneto, Cyclops
-
Agak Laen: Menyala Pantiku Jadi Film Indonesia Terlaris, Posisi Avengers Endgame Terancam
-
Trailer Baru Avengers: Doomsday Tampilkan Thor Memohon Kekuatan All-Fathers
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
-
Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil
-
Resmi! Lurah Kalisari Dinonaktifkan Buntut Skandal Tangani Laporan di JAKI Pakai Foto AI
-
Efek Konflik Global: Plastik Langka, Pedagang Siomay hingga Penjual Jus Tercekik Biaya Produksi
-
Serangan Brutal di Istanbul, 3 Orang Tewas di Dekat Konsulat Israel
Terkini
-
Lucinta Luna Ngaku 10 Tahun Tak Salat Ied, Curhatannya Bikin Syok!
-
Atta Halilintar Produseri Film Animasi Garuda di Dadaku, Karakter Utama Wakili Cita-citanya
-
Anak SD Ini Punya Skill Cukur Rambut Luar Biasa, Hasilnya Sekelas Barbershop
-
Race to Freedom: Um Bok Dong Kisah Nyata Penjual Air yang Jadi Simbol Perlawanan Rakyat Korea
-
Tak Mau Kalah dari Anak, Richardo Benito Ayah Jennifer Coppen Prewedding Jelang Pernikahan ke-4
-
Teaser Love & 10 Million Dollars Picu Perdebatan Panas, Dianggap Terlalu Vulgar
-
Bukan Tanpa Sebab, Ini Alasan Irish Bella Tahan Anak-Anak Bertemu Ammar Zoni
-
Film The Bell: Panggilan untuk Mati, Angkat Mitos Lonceng Keramat di Belitung
-
Banjir Kritik, Wardatina Mawa Tetap Pertahankan Video Jogetnya di Instagram
-
Fokus Padi Berubah: Cuan Nomor Sekian, yang Penting Terus Berkarya