- Sineas Joko Anwar merilis film horor Ghost In the Cell yang mengisahkan teror kematian narapidana di Lapas Labuhan.
- Produksi film melibatkan kolaborasi seniman visual kelas dunia untuk merancang adegan kematian narapidana secara artistik dan mendalam.
- Film yang digarap sejak 2017 ini menggunakan latar penjara sebagai metafora satir mengenai kondisi sosial di Indonesia.
Suara.com - Sineas ternama Joko Anwar kembali menggebrak industri layar lebar tanah air melalui karya terbarunya yang bertajuk Ghost In the Cell.
Film ini tetap mengusung genre horor yang mencekam. Namun sang sutradara menjanjikan nuansa yang sangat berbeda dari kisah-kisah setan yang pernah ia buat sebelumnya.
Ghost In the Cell mengangkat cerita tentang kehidupan kelam para narapidana yang menghuni Lapas Labuhan.
Fokus cerita tertuju pada kehadiran penghuni baru bernama Dimas (Endy Erfian). Dimas dikisahkan sebagai wartawan yang dituduh membunuh bosnya.
Kehadiran sosok Dimas di dalam penjara ternyata membawa petaka besar. Di mana para penghuni lapas mulai tewas satu per satu dengan cara mengerikan.
Berikut adalah beberapa poin menarik yang menjadi sorotan utama dalam proses produksi film horor terbaru garapan Joko Anwar ini:
1. Latar belakang cerita
Ide dimulai sejak 2017 dengan mengusung tema keresahan sosial mengenai kondisi Indonesia saat ini.
Bagi Joko Anwar, konsep penjara dalam film terbarunya merupakan metafora besar bagi negara Indonesia. Di mana tidak semua orang memiliki kemampuan atau hak istimewa untuk keluar.
Baca Juga: Maxime Bouttier dan Raihaanun Bintangi Series Tante Sonya: Kisah Cinta Beda Usia
"Penjaranya sendiri adalah negara, dan semua napi-napi itu adalah WNI kita. Karena apa? Kita enggak bisa kabur. Cuman beberapa orang aja punya privilege untuk kabur," jelas Joko Anwar dalam konferensi pers di Kuningan, Jakarta Selatan pada Kamis, 9 April 2026.
2. Keunikan visual di adegan kematian para narapidana
Tanpa memberikan spoiler, film ini menghadirkan adegan pembunuhan. Tapi mayatnya dirancang secara artistik.
Nyatanya, Joko Anwar melibatkan seniman visual kelas dunia dari berbagai bidang profesi.
"Jadi setiap kematian itu didesain oleh satu orang ilustrator," ungkap Joko Anwar mengenai kolaborasi lintas profesi yang ia terapkan dalam proyek film ini.
Para ilustrator yang terlibat bukan sembarang orang, melainkan mereka yang sudah memiliki kiprah global dan sering mengerjakan proyek besar untuk jenama internasional.
Berita Terkait
-
Mimpi Jadi Nyata! IShowSpeed Segera Punya Anime Sendiri, Gaet Penulis One Piece Live-Action
-
Sinopsis Kaho Naa... Pyaar Hai: Film yang Melahirkan Hrithik-Mania, Tayang Pagi Ini di ANTV
-
Review Film Ghost In the Cell: Potret Kelam Lapas dan Sindiran Pedas buat Pejabat Korup
-
Annette Edoarda Tegang Selama Syuting Film Horor Songko di Tomohon
-
Rekor Project Hail Mary: Debut Box Office Rp1,3 Triliun dan Raih Skor 94 Persen di Rotten Tomatoes
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Sinopsis Husbands in Action: Misi Penyelamatan Mantan Istri yang Penuh Kekacauan
-
Slank Jadi Kejutan Besar di Java Jazz Festival 2026, Tampil Lagi Setelah 17 Tahun
-
Pocong Jadi-jadian yang Resahkan Warga di Kediri Diamankan Polisi, Singgung Soal Konten
-
Calvin Dores Alami Serangan Jantung, Sang Ibu Ungkap Kondisi Anaknya
-
Aksi Pria Nigeria Mengaku Nabi Coba Belah Laut Berujung Tersapu Ombak Bikin Ngakak
-
10 Minutes Gone: Misi Bruce Willis dan Michael Chiklis yang Berakhir Berdarah, Malam Ini di Trans TV
-
The Ice Road: Liam Neeson Pertaruhkan Nyawa di Atas Es, Malam Ini di Trans TV
-
Rekomendasi Film Komedi Netflix, Aksi Kocak Kevin Hart di The Man from Toronto
-
Yasinta Moiwen Protes Tak Tahu Masuk Film Pesta Babi, Dandhy Laksono Angkat Bicara
-
Baru Terungkap! Dilan Janiyar Curhat Didukunin Asisten Pribadi Lewat Ritual Kelapa Hijau